Tokoh Viral Hari Ini

Mengenang Kelahiran Soekarno, Berikut Deretan Potret Transformasi Presiden Pertama Indonesia

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Transformasi Soekarno

Reporter: Amirul Muttaqin

TRIBUNSTYLE.COM - Berikut deretan potret transformasi Soekarno, presiden pertama Indonesia yang lahir pada 6 Juni 1901.

Tanggal 6 Juni merupakan hari lahir dari presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Pria yang akrab disapa Bung Karno ini dikenal sebagai tokoh perjuangan yang memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda sekaligus proklamator kemerdekaan.

Di hari spesial Bung Karno ini, Tribun Style telah menyiapkan sederet potret transformasinya.

Dikutip dari berbagai sumber, inilah deretan potret transformasi Bung Karno selengkapnya.

Baca juga: Termasuk Soekarno, 7 Tokoh Nasional Ini Lahir di Bulan Juni, 4 di Antaranya Presiden Indonesia

Baca juga: Peringati Hari Lahir Soekarno 6 Juni, Ini Kumpulan Kutipan Bung Karno yang Mengobarkan Semangat

Masa kecil

Soekarno kecil (Perpustakaan Nasional)

Soekarno memiliki nama lahir Koesno Sosrodihardjo.

Ia lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 6 Juni 1901.

Soekarno merupakan putra dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo, seorang guru asal Surabaya, sementara ibunya yaitu Ida Ayu Nyoman Rai, keturunan bangsawan dari Bali.

Ketika kecil, ia tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur dan sempat mengenyam pendidikan di sana.

Usia muda

Soekarno muda (Pinterest)

Soekarno remaja sudah sadar akan pentingnya pendidikan.

Pada tahun 1915, ia telah menyelesaikan pendidikannya di Europeesche Lagere School (sekolah dasar di era kolonial) dan berhasil melanjutkan ke Hogere Burger School (pendidikan menengah umum) di Surabaya, Jawa Timur.

Di Surabaya, Soekarno banyak dibantu oleh H.O.S. Tjokroaminoto yang merupakan teman ayahnya.

Kala itu, ia banyak bertemu dengan para petinggi Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu, seperti Alimin, Musso, Darsono, Haji Agus Salim, dan Abdul Muis.

Soekarno kemudian aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Dharmo, organisasi bentukan Budi Utomo yang kemudian namanya diganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918.

Selain itu, ia juga aktif menulis di harian "Oetoesan Hindia" yang dipimpin oleh Tjokroaminoto.

Menginjak dewasa

Soekarno saat kuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng (Goodnewsfromindonesia)

Setelah lulus dari Hogere Burger School pada Juli 1921, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) di Bandung.

Ia mengambil jurusan teknik sipil dan tamat pada tahun 1926.

Saat di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto.

Di sana ia berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo, dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.

Setelah lulus, Soekarno menjadi seorang arsitek dan mendirikan biro insinyur bersama Ir. Anwari yang banyak mengerjakan rancang bangun bangunan.

Ia juga aktif sebagai seorang tokoh pergerakan Indonesia yang sangat menonjol.

Menjabat presiden pertama Indonesia

Presiden Soekarno (wikimedia)

Soekarno menjadi presiden pertama Indonesia yang menjabat pada periode 1945–1967.

Ia menjadi seorang tokoh perjuangan yang memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.

Bersama dengan Mohammad Hatta, Soekarno adalah proklamator kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Ia adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.

(Tribunstyle/ Amr)

#Soekarno