Tokoh Viral Hari Ini

Mengenang Kelahiran Soekarno, Berikut Deretan Potret Transformasi Presiden Pertama Indonesia

Transformasi Soekarno

Ketika kecil, ia tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur dan sempat mengenyam pendidikan di sana.

Usia muda

Soekarno muda (Pinterest)

Soekarno remaja sudah sadar akan pentingnya pendidikan.

Pada tahun 1915, ia telah menyelesaikan pendidikannya di Europeesche Lagere School (sekolah dasar di era kolonial) dan berhasil melanjutkan ke Hogere Burger School (pendidikan menengah umum) di Surabaya, Jawa Timur.

Di Surabaya, Soekarno banyak dibantu oleh H.O.S. Tjokroaminoto yang merupakan teman ayahnya.

Kala itu, ia banyak bertemu dengan para petinggi Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu, seperti Alimin, Musso, Darsono, Haji Agus Salim, dan Abdul Muis.

Soekarno kemudian aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Dharmo, organisasi bentukan Budi Utomo yang kemudian namanya diganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918.

Selain itu, ia juga aktif menulis di harian "Oetoesan Hindia" yang dipimpin oleh Tjokroaminoto.

Menginjak dewasa

Soekarno saat kuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng (Goodnewsfromindonesia)

Setelah lulus dari Hogere Burger School pada Juli 1921, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) di Bandung.

Halaman
123