GADIS ABG Dipaksa Layani Nafsu Kakek 71 Tahun, Ibu Korban Histeris, Pelaku Babak Belur Diamuk Warga

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

TRIBUNSTYLE.COM - Seorang kakek berusia 71 tahun tega mencabuli anak tetangganya yang masih berusia 14 tahun.

Baru-baru ini terungkap fakta baru terkait peristiwa tersebut.

Pelaku, Sukarto kini telah diamankan di Mapolres Lumajang.

Wajah Sukarto tampak babak belur setelah diamuk oleh warga.

Sukarto dihajar massa lantaran tepergok melakukan aksi pencabulan DAW seorang gadis berumur 14 tahun, yang tak lain merupakan tetangganya sendiri.

Peristiwa itu terjadi di Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh pada Sabtu sore (19/5/2021).

Kasatreskrim AKP Fajar Bangkit Sutomo, S.Kom melalui Paursubbaghumas Ipda Andrias Shinta menyampaikan waktu itu korban tengah sendirian di rumah, orang tuanya sedang pergi ke Lumajang. 

"Mengetahui orang tua korban tidak sedang berada di rumah dan pelaku memang sering datang ke rumah korban, akhirnya pelaku masuk ke dalam rumah korban dan sengaja mengajak Korban melakukan hubungan badan di dalam kamar Korban," ujar Andrias Shinta

Baca juga: PRIA Misterius Tiba-tiba Masuk Saf Wanita, Cabuli Anak Gadis saat Shalat, Aksi Bejatnya Terekam CCTV

Baca juga: NASIB ABG, Dikira Kanker Rahim, Setelah Operasi Ada Janin Tewas, Ternyata Korban Bejat Ayah Kandung

Ilustrasi. (thedailystar.net)

Tak berselang waktu lama orang tua korban datang dan langsung masuk ke rumah.

Betapa kagetnya,  ibu korban mendapati pelaku ada di kamar anaknya dalam kondisi setengah telanjang dan ada sebilah celurit yang berada di taruh di dekat tubuh korban.

"Ibu Korban langsung menjerit dan Ayah Korban langsung masuk ke dalam kamar lalu memegang pelaku namun pelaku sempat lari keluar rumah namun dapat di tangkap oleh ayah korban dibantu beberapa warga sekitar," tambahnya seperti dikutip dari Surya.co.id Sosok Kakek Sukarto di Lumajang Dihajar Warga seusai Tepergok Rudapaksa Gadis 14 Tahun Anak Tetangga.

Ayah korban bersama warga akhirnya membawa pelaku ke Balai Desa Jokarto. Pelaku sempat berontak dan mencoba melarikan diri. Namun warga berhasil menangkapnya kembali.

Lantaran sudah geram, warga pun menghajar kakek itu.

"Antisipasi amukan warga yang lebih parah Kepala Desa Jokarto menghubungi Petugas Polsek Tempeh dan sesampainya di Balai Desa Jokarto." imbuhnya.

Akibat perbuatannya, pelaku pun langsung diamankan ke Mapolres Lumajang. Kini kasus pencabulan anak di bawah umur ini ditangani Unit Perlindungan Anak dan Perempuan Satreskrim Polres Lumajang.

"Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 82 UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan saat ini sudah mendekam di rumah tahanan Polres Lumajang untuk penyidikan lebih lanjut." pungkasnya.

AKSI Bejat Kakek Tiri Paksa Cucu Masuk Kamar Mandi, Berakhir Tragis

Kejadian lain, nasib pilu dialami seorang bocah berusia 7 tahun.

Di usianya yang masih tujuh tahun dia harus meninggal secara tak wajar.

Diketahui, sang nenek hanya bisa diam saat tahu kelakuan suaminya di dalam kamar mandi dengan cucunya yang masih berusia tujuh tahun.

Di dalam kamar mandi itulah, sang kakek tiri berinisial TS melampiaskan nafsu bejatnya kepada sang cucu yang berinisial KO (7).

Sempat dikira meninggal karena terpapar Covid-19, namun hasil visum yang menunjukan adanya luka di kemaluannya mengungkap tabir ironi.

KO ternyata meninggal karena organ intimnya luka usai dicabuli oleh kakek tirinya sendiri.

KO memang selama ini tinggal bersama kakek tiri dan neneknya karena orangtuanya bekerja.

Baca juga: Pengantin Wanita Foto Sendirian Hanya Ditemani Jas Mempelai Pria, Calon Suami Dicuri Mantan Pacar

Baca juga: VIRAL Wanita Pergoki Calon Suami Selingkuh dengan Waria, Jawabannya Ditanya Pilih Siapa Buat Geram

Ilustrasi ()

Namun siapa sangka, sang kakek tiri yang diberikan amanah untuk menjaga KO justru menjadikan bocah itu untuk melampiaskan nafsu bejatnya.

Aksi cabul itu dilakukan di rumah kontrakan yang mereka tempati di wilayah Pademangan.

Terhitung sudah delapan kali pelaku mencabuli korban.

Dalam momen-momen berduaan ini, TS akan mengajak KO ke kamar mandi untuk melancarkan aksi bejatnya.

Meski tahu suaminya suka berjam-jam di kamar mandi dengan cucunya, namun sang istri tak berani bersuara membiarkan aksi pencabulan itu terjadi di depan matanya.

"Kalau di kamar mandi itu suka berjam-jam si pelaku mencabuli korban," ucap WL (39), paman korban.

Menurut WL, aksi kakek tiri bejat tersebut sebenarnya diketahui nenek korban.

Namun, nenek korban tak berani bersuara lantaran diancam pelaku.

"Neneknya tidak berani ngomong ke masyarakat karena sudah diancam sama si pelaku," kata WL seperti dikutip TribunStyle.com dari Tribun Jakarta Nenek Cuma Bisa Terdiam Lihat Kelakukan Suami Suka Berjam-jam di Kamar Mandi dengan Cucunya.

Wakil Kapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengatakan pelaku sudah dibekuk Unit PPA Polres Metro Jakarta Utara.

TS (54), kakek tiri bejat yang mencabuli cucunya, KO (7), berkali-kali hingga korban meninggal dunia. (ISTIMEWA/Dokumentasi Polres Metro Jakarta Utara)

Hasil interogasi, pelaku tega mencabuli korban berkali-kali menggunakan jarinya.

Akibat perbuatan cabul yang dilakukan kakek tirinya, KO mengalami luka parah pada alat vitalnya.

"Korban mengalami infeksi pada alat vitalnya yang merambat hingga terjadi infeksi pada kantung kemih dan merambat hingga infeksi ginjal," kata Nasriadi.

Awalnya Dikira Covid-19

Sempat lega bukan karena Covid-19, keluarga justru lebih kaget bahwa penyebab kematian KO (7) akibat ulah cabul kakek tirinya.

Awalnya, KO diduga terpapar Covid-19 hingga akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya.

Pasalnya, KO mengalami gejala sesak nafas dan mengeluhkan rasa sakit di kemaluannya.

Setelah dibawa ke klinik, puskesmas, hingga rumah sakit kecamatan, kondisi KO terus menurun.

Akhirnya, korban dirujuk ke RSUP Persahabatan, Jakarta Timur.

Bocah berusia tujuh tahun itu tewas dengan kondisi adanya luka cukup parah di bagian kemaluannya.

Polisi yang mengusut kasus itu menemukan bukti bahwa penyebab KO karena ulah dari kakek tirinya sendiri.

Kronologi Kematian Korban

KO tutup usia pada Selasa (30/3/2021) lalu dengan kondisi luka parah di bagian alat vitalnya.

Korban meregang nyawa setelah sempat dilarikan ke beberapa fasilitas kesehatan.

Suatu pagi pada pekan lalu, KO mengalami gejala sesak nafas dan mengeluhkan rasa sakit di kemaluannya.

Korban meninggal dunia dengan dugaan awal terjangkit Covid-19.

Demi memastikan dugaan itu, pihak rumah sakit lantas melakukan tes dan menyatakan korban negatif Covid-19.

Keluarga korban yang berada di rumah sakit sempat lega sejenak mengetahui jenazah bocah perempuan itu akhirnya bisa dibawa pulang.

Jenazah KO dimakamkan secara normal karena negatif terpapar virus corona.

Namun, kelegaan itu seketika lenyap setelah dokter mengungkap hal lain soal kondisi kesehatan korban.

Paman korban, WL (39), mengatakan pihak keluarga baru mengetahui bahwa KO menderita luka di alat vitalnya.

Hal itu didapat setelah dokter memeriksa secara mendalam terhadap jenazah bocah perempuan tersebut.

"Setelah itu didalami oleh dokter, ternyata ada kelainan atau kejanggalan di sana, yakni kemaluan korban," kata WL ditemui di TPU Semper, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (3/4/2021).

Mendengar penjelasan dokter, keluarga korban mulai panik dan bertanya-tanya.

Demi mencari kejelasan, pihak keluarga memutuskan mengirim jenazah korban ke RS Polri Kramat Jati.

Dokter melakukan visum et repertum terhadap korban, sembari melaporkan hal ini ke aparat Polres Metro Jakarta Utara.

Bak petir yang tiba-tiba menyambar, keluarga tak percaya hasil visum menunjukkan alat vital KO luka parah.

"Dari hasil visum itu memang kondisi kemaluan korban luka parah," kata WL.

Berbekal hasil visum dan keterangan keluarga, polisi menindaklanjuti kasus yang mengarah ke dugaan pencabulan ini.

Hasil penyelidikan, polisi membenarkan adanya KO telah menjadi korban pencabulan berkali-kali.

Pelakunya tak lain adalah kakek tiri korban, TS.

(Surya.co.id/Tony Hermawan, Tribun Jakarta/Gerald Leonardo Agustino)

#pencabulan #Lumajang