Akses Jaringan 5G di Indonesia Tak Perlu Ganti SIM Card, Uji Coba Dilakukan di Beberapa Kota Ini

Ilustrasi 5G

Senada dengan Johnny, Setyanto juga mengatakan bahwa pemerataan 5G harus menyesuaikan dengan skenario penggunaan (use case).

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Johnny G. Plate dalam sambutan resmi menyampaikan bahwa seiring dengan penyerahan SKLO dari Kementerian Kominfo maka Telkomsel akan menjadi penyelenggara telekomunikasi jaringan 5G pertama di Indonesia.

"Use case ini adalah apa yang bisa kita berikan ke masyarakat, tujuannya jelas biar hidupnya lebih produktif dan lebih mudah," jelas Setyanto.

Karena modal penggelaran 5G membutuhkan biaya yang tinggi, hal ini menjadi alasan mengapa Telkomsel untuk menggelar 5G secara bertahap.

Setyanto sendiri belum bisa memastikan kapan jaringan ini bisa diimplementasikan dan dioperasikan ke seluruh wilayah di Indonesia.

Ia memprediksi, berkaca pada implementasi 4G dulu, Telkomsel setidaknya membutuhkan waktu 6 tahun untuk mengkomersialisasi 4G di seluruh wilayah Indonesia.

Namun, berkat kecanggihan teknologi 5G saat ini, Setyanto berharap implementasi jaringan ini tidak memakan waktu yang lebih lama layaknya 4G.

"Kalau kita belajar dari 4G butuh sekitar enam tahun, bayangan saya 5G bisa lebih pendek karena teknologi (jika) semakin canggih, (maka) semakin cepat implementasinya," tutup Setyanto.

Dilakukan Bertahap

Meski tak bisa dioperasikan secara langsung, penerapan 5G di Indonesia masih dilakukan secara bertahap. Kominfo selaku regulator bahwa penerapan 5G dilakukan secara bertahap karena membutuhkan sarana dan prasarana yang berbeda dengan 4G.

Menteri Kominfo, Johnny Plate mengatakan deployment 4G dan 5G tidak sama. Menurutnya, jaringan ini menjadi revolusi industri telekomunikasi.

Halaman
1234