Puasa Syawal 6 Hari Haruskah Dimulai Tanggal 2 Syawal? Simak Penjelasan Buya Yahya

Editor: Galuh Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi piring kosong dan puasa syawal.

TRIBUNSTYLE.COM - Setelah Ramadhan, umat muslim dianjurkan melakukan puasa sunnah selama 6 hati di bulan Syawal.

Mengerjakan puasa sunnah Syawal memiliki keutamaan yang besar.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ra, disebutkan bahwa berpuasa selama enam hari setara dengan berpuasa selama setahun penuh.

Ilustrasi piring kosong dan puasa syawal. (Kolase TribunStyle (henryfordlivewell.com))

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164).

Puasa Syawal merupakan ibadah puasa sunnah yang dikerjakan selama 6 hari di bulan Syawal.

Dalam praktiknya, sebagian orang ada yang langsung mengerjakan ibadah puasa ini pada hari raya Idul Fitri ke-2, atau pada tanggal 2 Syawal.

Baca juga: Puasa Syawal atau Puasa Qadha Ramadhan yang Harus Didahulukan? Simak Penjelasan serta Tata Caranya

Lantas, haruskah demikian?

Kapan waktu baik mengerjakan ibadah puasa sunnah Syawal?

Persoalan ini rupanya pernah dibahas oleh Buya Yahya dalam sebuah kajian yang diunggah di YouTube Al-Bahjah Tv.

Berikut adalah rangkuman penjelasan Buya Yahya seperti dikutip Serambinews.com dalam tayangan Video YouTube Al-Bahjah Tv berjudul Bolehkah Puasa Sunnah Syawal 6 Hari.

Waktu mengerjakan puasa sunnah Syawal

Buya Yahya menjelaskan, dalam mazhab Imam Syafi'i, puasa sunnah Syawal sangat dikukuhkan dikerjakan pada tanggal 2 Syawal, dan dikerjakan berurutan selama 6 hari dikutip dari artikel Serambi News berjudul 'Puasa Sunnah Syawal 6 Hari Harus Dimulai di Tanggal 2 Syawal? Berikut Penjelasan Buya Yahya'.

berikut tayangan video penjelasan lengkap Buya Yahya soal waktu pengerjaan puasa sunnah Syawal.

"Penjelasan dari Faatbaahu Sittan, puasa 6 Syawal itu disunnahkan, menurut Imam Syafi'i disunnahkan di atas sunnah sangat dikukuhkan, jika ditanggal ke-2 berurutan sampai tanggal ke-6. Itu dalam mazhab Imam Syafi'i radhiallahu 'anhu," kata Buya Yahya.

Tapi, lanjutnya, ada ikhtilaf pendapat ulama lainnya yang berbanding terbalik dengan mazhab Imam Safi'i.

Menurut Imam Maliki, makruh apabila langsung memulai puasa sunnah Syawal setelahnya hari raya pertama Idul Fitri atau pada tanggal 2 Syawal.

Ini karena dikhawatirkan, puasa sunnah Syawal menjadi sebuah kewajiban sehingga dianggap bisa memberatkan orang.

Baca juga: TATA CARA Puasa Syawal Beserta Waktu dan Bacaan Niatnya, Puasa Istimewa Setelah Ramadhan Selesai

"Jadi kalau Anda kenal yang Mazhab Maliki, tidak langsung (puasa) hari ke-2, 3, 4 nanti," lanjut Buya Yahya.

Lalu, apakah pengikut Mazhab Imam Syafi'i boleh jika tidak langsung mengambil puasa sunnah Syawal pada tanggal 2 Syawal?

Puasa Syawal (Istimewa)

Dikatakan Buya Yahya, boleh mengerjakan puasa sunnah Syawal kapan saja selagi masih dalam bulan Syawal.

Akan tetapi, mengerjakan langsung setelah tanggal 1 Syawal merupakan sunnah diatas sunnah.

"Menurut apa yang saya ketahui, menurut Imam Syafi'i dijelaskan, setelah hari raya, lebaran sehari, kemudian puasa lagi," terangnya.

"Kalaupun kita orang Mazhab Imam Syafi'i, pengen puasanya nanti setelah tanggal 7 saja deh, boleh ga masalah dan tidak dikatakan tidak sunnah dalam Mazhab Syafi'i," pungkasnya.

Apakah Puasa Syawal Usai Idul Fitri 1442 H Harus Dikerjakan 6 Hari Berturut-turut?

Lalu, haruskah puasa ini dikerjakan secara berturut selama 6 hari, seperti pengerjaan puasa di bulan ramadhan ?

Menurut Mazhab Syafi'i, puasa syawal tidak harus dilakukan berturut-turut selama 6 hari.

"Menurut mazhab kita Imam Syafi'i, 6 itu tidak harus berurutan," ujar Buya Yahya.

Baca juga: Puasa Syawal atau Puasa Qadha Ramadhan yang Harus Didahulukan? Simak Penjelasan serta Tata Caranya

Akan tetapi, ada sebagian ulama yang memakruhkan jika puasa syawal langsung dikerjakan setelah tanggal 1 Syawal.

"Bahkan sebagian ulama memakruhkan kalau langsung, syawal. Takut dianggap wajib. Ada sebagian ulama. Tapi mazhab kita tidak,"

"Sebagian ulama itu langsung, jangan tanggal 2 deh nanti aja ada akhir-akhir di belakang. Khawatir nanti dipikir orang wajib, Sehingga memberatkan orang," kata Buya Yahya.

Mengenai kapan waktu mulai untuk melaksanakan puasa Syawal, Buya Yahya menyampaikan bahwa pengerjaannya boleh dilakukan langsung setelah 1 syawal.

Boleh pula jika tidak dikerjakan langsung, mengikuti puasa ramadhan setelah tanggal 1 syawal.

Hal itu disampaikan oleh Buya Yahya dalam video lainnya, yaitu kajian Kitab Riyadusholihin tentang Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal yang diunggah oleh kanal youtube Al-Bahjah Tv pada tanggal 9 April 2019.

"jadi setelah tanggal , tanggal 1 tidak boleh berpuasa. Tanggal 1 syawal haram berpuasa. baru anda boleh memulai tanggal 2, 3, 4. Dan tidak harus langsung," ucap Buya Yahya.

Disampaikan oleh Buya Yahya, ada keutamaan yang diperoleh jika dikerjakan langsung, sesuai sabda Nabi Muhammad dalam hadis diatas.

"Memang yang bagus, yang bagus lagi kalau kita bisa mengikuti langsung, beriringan langsung," ujar Buya Yahya seperti dikutip dari Tribun Jakarta Haruskah Puasa Syawal Dilakukan 6 Hari Berturut-turut? Ini Kata Buya Yahya.

Keutamaan Menjalankan Puasa Syawal

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah keutamaan melaksanakan puasa Syawal:

Puasa Syawal menutup kekurangan kita dalam menjalankan ibadah wajib di bulan Ramadhan.

Puasa Syawal akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada bulan Ramadhan.

Sebab, pasti ada kekurangan yang dimiliki seseorang ketika menjalankan puasa Ramadhan. (Serambi News)

#Ramadhan #puasaSyawal