Puasa Syawal 6 Hari Haruskah Dimulai Tanggal 2 Syawal? Simak Penjelasan Buya Yahya

Editor: Galuh Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi piring kosong dan puasa syawal.

Dikatakan Buya Yahya, boleh mengerjakan puasa sunnah Syawal kapan saja selagi masih dalam bulan Syawal.

Akan tetapi, mengerjakan langsung setelah tanggal 1 Syawal merupakan sunnah diatas sunnah.

"Menurut apa yang saya ketahui, menurut Imam Syafi'i dijelaskan, setelah hari raya, lebaran sehari, kemudian puasa lagi," terangnya.

"Kalaupun kita orang Mazhab Imam Syafi'i, pengen puasanya nanti setelah tanggal 7 saja deh, boleh ga masalah dan tidak dikatakan tidak sunnah dalam Mazhab Syafi'i," pungkasnya.

Apakah Puasa Syawal Usai Idul Fitri 1442 H Harus Dikerjakan 6 Hari Berturut-turut?

Lalu, haruskah puasa ini dikerjakan secara berturut selama 6 hari, seperti pengerjaan puasa di bulan ramadhan ?

Menurut Mazhab Syafi'i, puasa syawal tidak harus dilakukan berturut-turut selama 6 hari.

"Menurut mazhab kita Imam Syafi'i, 6 itu tidak harus berurutan," ujar Buya Yahya.

Baca juga: Puasa Syawal atau Puasa Qadha Ramadhan yang Harus Didahulukan? Simak Penjelasan serta Tata Caranya

Akan tetapi, ada sebagian ulama yang memakruhkan jika puasa syawal langsung dikerjakan setelah tanggal 1 Syawal.

"Bahkan sebagian ulama memakruhkan kalau langsung, syawal. Takut dianggap wajib. Ada sebagian ulama. Tapi mazhab kita tidak,"

Halaman
1234