Puasa Syawal atau Puasa Qadha Ramadhan yang Harus Didahulukan? Simak Penjelasan serta Tata Caranya

Ilustrasi berniat puasa sunah.

Reporter: Gigih Panggayuh

TRIBUNSTYLE.COM - Mana yang didahulukan, puasa Syawal atau qadha puasa Ramadhan? Simak penjelasan serta tata cara melaksanakannya.

Setelah menjalankan puasa Ramadhan 2021 sebulan penuh, akhirnya tiba Lebaran 1 Syawal 1442 H.

Setelah Idul Fitri, ada ibadah sunah yang baik untuk dilakukan pada bulan Syawal, yakni puasa selama 6 hari.

Adapun ibadah tersebut dikenal dengan sebutan Puasa Syawal.

Dengan melakukan ibadah ini, disebut bahwa pahala yang didapat akan setara dengan berpuasa setahun penuh.

Lantas, bagaimana jika seseorang masih punya utang puasa Ramadhan?

Mana yang semestinya didahulukan?

Baca juga: POPULER Keutamaan Puasa Syawal, Disebut Setara dengan Puasa Setahun Penuh, Ini Penjelasan dari Ustaz

Baca juga: Berbagai Ibadah Sunnah yang BIsa Diamalkan di Bulan Syawal, dari Puasa hingga Menikah

Ilustrasi puasa, menahan makan. (Medical News Today)

Dikutip dari kanal YouTube Tribunnews.com, Pejabat Penyuluh Agama Islam Kemenag Surakarta, Mufti Addin, memberikan penjelasan terkait pertanyaan tersebut.

Menurutnya, utang puasa Ramadhan harus dibayar terlebih dahulu sebelum menunaikan puasa Syawal.

"Perempuan yang haid saat bulan Ramadhan, hendaknya saat bulan Syawal didahulukan utangnya."

"Setelah membayar utangnya, baru puasa syawal," ujar Mufti, dikutip dari YouTube Tribunnews.com.

Ia menjelaskan bahwa jika tidak sempat puasa Syawal karena mendahulukan membayar utang puasa Ramadhan, tetap akan mendapat pahala karena sudah punya niat sebelumnya.

"Seandainya tidak tercukupi, niat puasa syawal yang sudah di dalam hati, insyaAllah pahala puasa syawal akan didapatkan."

"Karena dia memang sudah punya keinginan untuk melaksanakan," lanjutnya.

Berikut ini video lengkapnya.

Tata Cara Menjalankan Puasa Syawal maupun Bayar Utang Ramadhan

Sebagai informasi, membayar utang puasa disebut pula dengan istilah qadha puasa.

Adapun tata cara baik puasa qadha maupun puasa Syawal sama dengan puasa seperti biasa.

Bedanya hanya terletak pada niat dan waktu pelaksanaannya.

Berikut ini tata cara serta bacaan niat puasa qadha dan Syawal.

1. Melafalkan Niat

Jangan lupa berpuasa didasari dengan niat telebih dahulu.

- Bacaan Niat Puasa Syawal

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin an ada'i sunnatis Syawwali lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT."

Jika seseorang mendadak ingin melaksanakan puasa Syawal di pagi hari, maka diperbolehkan meskipun dia tidak berniat saat malam harinya.

Niat boleh dibacakan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.

- Bacaan Niat Puasa Syawal yang Dibacakan Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnatis Syawwali lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT."

- Bacaan Niat Qadha (Bayar Utang) Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha'I fardhi syahri Ramadhāna lillahi ta‘ala.

Artinya: "Saya berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."

Ilustrasi berdoa sebelum makan sahur. (Pexels/Gabby K)

2. Makan Sahur

Disunnahkan makan sahur sebelum terbit fajar.

Namun tidak makan sahur pun (misalnya terlambat bangun) tidak apa-apa, dalam artian puasa tetap sah.

3. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa

Saat berpuasa, hendaknya senantiasa untuk menahan diri dari makan, minum serta hal lain yang dapat membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari, atau waktu Maghrib.

4. Berbuka Puasa

Disunnahkan menyegerakan berbuka puasa ketika matahari terbenam, yakni bersamaan dengan masuknya waktu Maghrib.

Terdapat hadits shahih tentang doa berbuka puasa, yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berikut ini doa buka puasa dari hadis Rasulullah yang diriwiyatkan oleh Abu Dawud.

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

Dzahaba ddhoma'u wabtallatil uruqu watsabbatil ajru insya Allah.

Artinya: "Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap."

(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

#Lebaran2021 #Syawal #PuasaSyawal #PuasaQadha