Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Berbagai Ibadah Sunnah yang BIsa Diamalkan di Bulan Syawal, dari Puasa hingga Menikah

Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Dhimas Yanuar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

Reporter: Anggie Irfansyah

TRIBUNSTYLE.COM - Berikut adalah berbagai ibadah sunnah yang bisa dilakukan di bulan Syawal.

Setelah melakukan puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, umat muslim akan menyambut Hari Raya Idul Fitri di bulan Syawal.

Ternyata, bulan Syawal merupakan bulan yang juga banyak memiliki ibadah sunnah.

Ada berbagai ibadah sunnah yang bisa dilakukan di bulan Syawal untuk mendapatkan keutamaanya.

Salah satunya adalah melaksanakan ibadah sunnah puasa Syawal, yang dilaksanakan mulai 2 Syawal selama enam hari.

Meskipun termasuk ibadah sunnah, puasa Syawal adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.

Wajibkah Puasa Syawal Dilakukan 6 Hari Berturut-turut Tanpa Terputus? Simak Penjelasannya Lengkap

Tidak Harus 6 Hari Berturut-turut, Ini Cara & Aturan Puasa Syawal Setelah Idul Fitri, Boleh Dijeda

Puasa Syawal. (Instagram/syaamil_quran)

Keutamaan ibadah puasa Syawal dijelaskan dalam hadist berikut:

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏ "‏ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصَوْمِ الدَّهْرِ ‏"

Artinya: Seperti diceritakan dari Abu Ayyub, Rasulullah SAW berkata, "Siapa saja yang berpuasa selama Ramadhan kemudian diikuti enam hari saat Syawal maka seperti berpuasa seumur hidup." (HR Ibnu Majah).

Selain puasa Syawal, ada ibadah sunnah lainnya yang bisa dilakukan pada bulan Syawal.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah ibadah sunnah yang bisa dilakukan di bulan Syawal.

 

membaca Al Quran (nextren.com)

Meski bulan Ramadhan sudah selesai, ibadah membaca Al-Quran harus tetap berlanjut.

Membaca Al-Quran bisa dilanjutkan dari bacaan yang sudah dilakukan saat bulan Ramadhan atau mengulanginya lagi dari awal.

Keutamaan membaca Al-Quran dijelaskan dalam hadist yang berderajat sahih berikut ini:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ‏:‏ ‏ "‏من قرأ حرفًا من كتاب الله فله حسنة، والحسنة بعشر أمثالها لا أقول‏:‏ ألم حرف، ولكن ألف حرف، ولام حرف، وميم حرف‏

Artinya: Rasulullah SAW berkata, "Siapa saja yang membaca satu huruf dalam Al-Qur'an akan mendapat pahala, dan pahalan tersebut dilipatgandakan 10 kali. Aku tidak berkata Alif-Lam-Mim adalah satu huruf namun Alif adalah satu huruf, Lam adalah satu huruf, dan Mim adalah satu huruf." (HR Tirmidzi).

Puasa senin kamis

Puasa sunah (Steemit.com)

Selain puasa Syawal, puasa sunnah senin kamis juga bisa dilakukan di bulan Syawal untuk mendapatkan pahala dan ampunan.

Puasa sunnah bisa dilakukan setelah selesai membayar lunas hutang puasa Ramadhan.

Rasulullah SAW mengajarkan untuk membiasakan diri dengan puasa senin kamis, sebagaimana dijelaskan dalam hadist dari kitab Riyad As-Salihin berikut:

وعن عائشة رضي الله عنها قالت‏:‏ كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يتحرى صوم الاثنين والخميس

Artinya: Aisyah (semoga Allah SWT ridho kepadamu) menceritakan, "Rasulullah SAW biasa puasa pada hari senin dan kamis." (HR Tirmidzi).

Hadist lain yang menjelaskan keutamaan puasa senin kamis:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ
فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ ‏"

Artinya: Abu Hurairah menceritakan, Rasulullah SAW berkata, "Amal perbuatan diperlihatkan pada Senin dan Kamis, aku suka jika saat amalku diperlihatkan sedang puasa." (HR Tirmidzi).

Menikah

Ilustrasi (youthsdigest.com)

Menikah merupakan salah satu bentuk ibadah untuk seseorang yang sudah siap melakukannya.

Keutamaan menikah di bulan Syawal dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan Aisyah:

عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ ‏.‏ وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ يُبْنَى بِنِسَائِهَا فِي شَوَّالٍ ‏.

Artinya: Aisyah berkata, "Rasulullah SAW menikahiku di bulan Syawal dan kami mulai tinggal bersama di bulan Syawal." (HR Tirmidzi).

Iktikaf

Iktikaf masjid (IQNA)

Ibadah sunnah iktikaf biasanya dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Ternyata ibadah sunnah iktikaf bisa dilakukan di bulan Syawal.

Dalam hadist, Rasulullah dikisahkan pernah melakukan iktikaf di bulan Syawal.

عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ، فَلَمَّا انْصَرَفَ إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي أَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ إِذَا أَخْبِيَةٌ خِبَاءُ عَائِشَةَ، وَخِبَاءُ حَفْصَةَ، وَخِبَاءُ زَيْنَبَ، فَقَالَ ‏ "‏ آلْبِرَّ تَقُولُونَ بِهِنَّ ‏"‏‏.‏ ثُمَّ انْصَرَفَ، فَلَمْ يَعْتَكِفْ، حَتَّى اعْتَكَفَ عَشْرًا مِنْ شَوَّالٍ‏.

Artinya: Aisyah menceritakan: Rasulullah SAW berniat melaksanakan i'tikaf dan ketika sampai di tempatnya hendak beribadah dia melihat tenda Aisyah, Hafsa, dan Zainab. Lalu dia berkata, "Apakah kamu menilai mereka berniat melakukan kebenaran dengan menerapkan ini?" Dia lalu pergi dan tidak melakukan i'tikaf Ramadhan, namun melakukannya di Bulan Syawal selama 10 hari. (HR Bukhari).

(TribunStyle.com/Anggie)

Tata Cara dan Niat Melaksanakan Puasa Syawal Selama 6 Hari Setelah Hari Raya Idul Fitri

Apakah Puasa Syawal Harus Dilakukan 6 Hari Berturut-turut Tanpa Putus? Ini Penjelasannya