Lebaran 2021

Contoh Teks Khutbah Idul Fitri 1442 H dengan Tema Hikmah Ramadhan dan Pandemi untuk Kesucian Jiwa

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi sholat Idul Fitri

Kemustahilan menghindari dosa menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk Allah yang daif.

Pengakuan dosa adalah penegasan sebuah kesalahan.

Sebagai sifat asasi dalam diri manusia, tak ada alasan bagi seseorang untuk tidak memaafkan kesalahan orang lain.

Memaafkan memang tidak mudah, butuh proses dan perjuangan untuk melakukannya.

Namun di hari Idul Fitri ini, secara simbolik kita bersama-sama merayakan kesalahan dengan saling memaafkan.

Semua orang saling mengakui ada kesalahan dalam diri masing-masing, melepaskan rasa stres dan depresi akibat menyimpan dendam dan amarah yang menahun.

Tubuh dibebaskan dari belenggu-belenggu negatif yang mengotori jiwa dan pikiran.

Pada hari ini, ucapan selamat Idul Fitri dan maaf-memaafkan, hilir mudik masuk ke dalam telpon genggam kita.

Relasi-relasi kemanusiaan yang menerobos batas-batas ideologi, ras, suku, golongan, mazhab muncul secara tak terkendali.

Lebaran akhirnya tak mudah diberi tapal batas ras, kelas, bahkan ormas.

Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahilhamd

Sebagai momentum kemenangan, di hari yang fitiri ini tak boleh ada satu orang pun yang menderita kelaparan. Karena itu, zakat fitrah disyariatkan.

Sebagaimana TribunStyle.com kutip dari Tribunnews.com, Contoh Naskah Khutbah Idul Fitri 2021: Hikmah Ramadhan dan Pandemi untuk Kesucian Jiwa. Hal ini sekaligus sebagai koreksi bahwa kemenangan tidak harus identik dengan menghancurkan.

Allah SWT berfirman,

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Artinya: Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui (QS. At-Taubah: 103).

Dalam zakat terdapat kewajiban intrinsik yang bersifat moral-etis bagi si kaya kepada si miskin.

Tujuannya menata struktur sosial agar orang kaya tidak sampai tenggelam dalam ‎bianglala kehidupan yang penuh pesona duniawi dan orang miskin dapat memiliki kesempatan memperbaiki kualitas hidupnya.

Ma’asyira al-Muslimin Rahimakumullah,

Bila sebulan penuh kita praktikkan kebiasaan di bulan Ramadan dengan penuh pengahayatan, sebenarnya melatih orang tentang pentingnya maaf dan berbagi.

Meminta maaf sebagai pengakuan kesalahan dan memberi harta sebagai bentuk solidaritas merupakan kemenangan tanpa proses menghancurkan.

Akhirnya mari kita tutup rangkaian ibadah salat hari raya ini dengan bermunajat kepada Allah untuk selalu menjaga kesehatan, keimanan, dan ketakwaan kita.

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ, وَالْمُؤْ مِنِيْنَ وَالْمُؤْ مِنَاتِ, اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ, اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ, يَا قَاضِىَ الْحَاجَاتِ, وَيَا كَافِىَ الْمُهِمَّاتِ. اَللّهُمَّ اَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُ قْنَا اتِّبَاعَةَ, وَاَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْناَ اجْتِنَابَهُ, رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اِنَّ اللهَ يَاْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ, اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ, يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

#Lebaran2021