Reporter: Joni Irwan Setiawan
TRIBUNSTYLE.COM - Seorang bayi di India yang berusia 2 bulan meninggal dunia akibat Covid-19, orangtua justru tak peduli, pilih tinggalkan buah hati karena takut tertular.
Virus Covid-19 kini memang masih menjadi virus yang menakutkan.
Seolah tak pandang bulu, virus mematikan ini bahkan menyebar begitu cepat di kalangan masyarakat luas.
India merupakan salah satu negara yang terdampak Covid-19 paling banyak di dunia.
Dilansir dari laman worldometers.info, (5/5/2021) dalam 24 jam terakhir, "Negeri Bollywood" itu melaporkan 105,840 kasus, membuat total kasusnya berada di angka 20,7 juta.
Infeksi dan kematian Covid-19 di India meningkat hingga ke tahap yang mengkhawatirkan tanpa terlihat adanya akhir krisis.
Baca juga: 4 Fakta Varian Baru Virus Corona Asal India dan Afrika Selatan, Masuk Indonesia, 2 Kota Jadi Sorotan
Baca juga: MENGGANAS, India Nyaris 20 Juta Kasus Covid-19, Simak UPDATE Virus Corona Dunia, 3 Mei 2021
Buntut Covid-19 yang kian merebak itu mengakibatkan banyaknya nyawa yang hilang begitu saja.
Dahsyatnya hantaman tsunami Covid-19 di India membuat banyak orang berperilaku di luar kewajaran.
Seperti yang terjadi pada baru-baru ini.
Dilansir dari laman India Today, bayi positif Covid-19 di India dilaporkan meninggal setelah ditelantarkan oleh orangtuanya.
Kedua orang tuanya menelantarkan bayi yang berusia 2 bulan itu hingga meninggal hanya karena mereka takut tertular.
Bayi malang itu akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Shri Maharaja Gulab Singh di Jammu, India, ketika kondisinya sudah sangat parah.
Pengawas Medis Dr Dara Singh mengungkapkan, anak itu dibawa ke tempat mereka pukul 19.00 waktu setempat, dan mengembuskan napas terakhir beberapa jam kemudian.
“Bayi itu memiliki masalah jantung bawaan dan meninggal setelah dinyatakan positif Covid-19," ujar dr. Singh dikutip Tribun Style, (6/5/2021).
Dia menjelaskan orangtuanya juga diminta untuk menjalani tes Covid-19.
Namun saat diminta, kedua orangtua dari bayi malang itu malah langsung kabur.
"Orang tuanya lari segera setelah itu. Mereka meninggalkan rumah sakit tanpa membawa jenazah bayinya," sambungnya.
Pihak rumah sakit mengatakan mereka mencoba yang terbaik untuk membujuk orang tua mengambil jenazah.
Namun sayangnya, usaha mereka itu tidak berhasil.
Petugas rumah sakit mencoba untuk menghubungi orang tua tetapi sejauh ini tidak berhasil.
Orangtua anak itu tak menjawab panggilan rumah sakit.
Jenazah bayi malang itu untuk sementara waktu disimpan di kamar mayat rumah sakit.
Jika orang tua tidak dapat dihubungi atau ditemukan, upacara terakhir bayi akan dilakukan sesuai dengan protokol Covid-19.
4 Fakta Varian Baru Virus Corona Asal India dan Afrika Selatan, Masuk Indonesia, 2 Kota Jadi Sorotan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengkonfirmasi masuknya varian baru virus corona dari luar negeri.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, tiga varian baru itu berasal dari Inggris, India, dan Afrika Selatan.
Varian baru dari India dan Afrika Selatan adalah mutasi terbaru yang ditemukan di Indonesia.
Hingga saat ini, sudah ada 16 kasus Covid-19 di Indonesia yang disebaban oleh mutasi baru virus corona tersebut.
Baca juga: Menkes: Mutasi Varian Baru Corona dari India dan Afrika Selatan Sudah Masuk ke Indonesia
Budi Sadikirn melaporkan kasus baru ini kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas pada Senin (3/5/2021).
"Tadi juga sudah dilaporkan kepada Bapak Presiden karena sudah ada mutasi baru yang masuk, yaitu mutasi dari India. Ada dua insiden (penularan dari India) yang sudah kita lihat dua-duanya di Jakarta dan satu insiden dari Afrika Selatan itu ada di Bali," ujar Budi dalam siaran langsung konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden.
Berikut sederet fakta terkait mutasi baru virus corona di Indonesia yang dilaporkan oleh Menteri Kesehatan Budi Sadikin.
Varian India
Menurut Budi, kasus infeksi varian terbaru virus corona Afrika Selatan yang ditemukan di Bali merupakan varian B1351.
Sedangkan mutasi yang disebut-sebut berasal dari India masih belum dijelaskan.
Budi tidak mengungkapkan dengan jelas varian virus corona yang berasal dari India apakah B1617 atau varian Inggris B117 yang sudah menyebar di wilayah India.
Sebelunnya, Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menduga, varian baru virus corona yang berasal dari India dikenal bermuatan dua mutasi E484Q dan L452R.
B117 yang merupakan varian baru virus corona yang berasal dari Inggris, sedangkan B1617 disebut-sebut sebagai mutasi ganda atau mutasi double yang dilaporkan berasal dari India, dan kini sudah menyebar ke lebih dari 20 negara, termasuk Inggris.
Ditemukan di dua tempat
Kedua varian baru virus corona yang terjadi di Indonesia masing-masing ditemukan di dua kota yang berbeda.
Mutasi dari India pertama kali dtemukan di Jakarta.
Sementara itu, mutasi dari Afrika Selatan pertama kali ditemukan di Bali.
Baca juga: MIRIS Dokter Muda India Bunuh Diri Setelah Depresi Tangani 8 Pasien Kritis Covid-19 Setiap Hari
Ada 6 varian yang sudah teridentifikasi
Hingga saat ini, sudah ada enam varian virus corona yang berhasil teridentifikasi di Indonesia.
Keenam varian tersebut yakni D614G, B117, N439K, E484K, B1525, dan B1351.
Untuk varuan B117, kasus yang sudah ditemukan mencapai 13 kasus.
Pada awal April, Kementerian Kesehatan mengumumkan temuan awal 10 kasus virus B117 di Indonesia.
Temuan tersebut didapatkan melalui metode Whole Genome Sequence atau WGS.
Menjadi perhatian Badan Kesehatan Dunia
Mutasi virus corona yang terdeteksi di berbagai negara ini menjadi perhatian Badan Kesehatan Dunia atau WHO.
Varian baru virus corona dinilai menular secara cepat dan masif.
"Mutasi ini yang masuk sebagai varian of concern atau mutasi yang memang sangat diperhatikan oleh WHO, karena penularannya relatif lebih tinggi. Ini yang harus kita jaga," ujar Budi.
(TribunStyle.com/Joni Irwan Setiawan/Anggie)
#India #Covid-19 #Corona #Viral