Tips Kesehatan

7 Tanda Kamu Kebanyakan Konsumsi Gula, Sering Masuk Angin hingga Mudah Berjerawat

Penulis: Wahyu Putri Asti Prastyawati
Editor: Dhimas Yanuar
Kurangi asupan gula

Bukan kejutan yang menyenangkan untuk mengetahui bahwa jeans terasa lebih ketat di bagian pinggang.

Kamu tidak pernah menyangka bahwa kue coklat yang kamu makan seminggu yang lalu bisa menjadi bumerang dengan cara yang begitu buruk.

Namun, salah satu tanda paling jelas dari mengonsumsi gula secara berlebihan adalah menambah berat badan.

Makanan ringan dan manisan biasanya menyimpan lemak di bagian tengah tubuhmu.

Kadar gula yang tinggi meningkatkan produksi insulin yang menyimpan lemak berlebih di perutmu daripada di tempat lain.

6. Jerawat kulitĀ 

Mudah berjerawat (Brightside)

Makanan yang mengandung gula tambahan menyebabkan kadar insulin melonjak dan memulai proses glikasi, atau ikatan gula dengan molekul protein.

Begitu glukosa memasuki darahmu, ia meluncurkan serangkaian proses fisiologis rumit yang pada akhirnya dapat menyebabkan peradangan dan masalah kulit.

Peningkatan insulin ini pada akhirnya dapat meningkatkan aktivitas kelenjar minyak di kulit dan mengaktifkan proses peradangan.

Artinya, diet tinggi gula dikaitkan dengan risiko lebih tinggi timbulnya jerawat.

Jika kulit sulit diatur dan tidak ada perawatan medis yang dapat membantu, coba ubah kebiasaan diet.

Kamu tidak perlu bersikeras sepenuhnya menghilangkan gula dari hidup.

Tetapi kamu mungkin ingin mengonsumsi lebih sedikit makanan yang mengandung tambahan gula.

7. Energi naik turun

Glukosa bertanggung jawab atas pasokan energi dalam tubuh, oleh karena itu sangat penting untuk menjaga kadar gula dalam darah kamu pada tingkat yang tepat.

Saat kamu makan yang manis-manis, pankreas melepaskan insulin untuk membantu membawa glukosa ke sel-sel yang membuatmu terburu-buru.

Begitu siklus berakhir, kamu merasakan tingkat energi turun karena tubuh menginginkan lebih banyak gula.

Untuk menjaga tingkat energi, hindari makan yang manis-manis dan camilan yang tidak sehat.

Sebaliknya, pilih protein tanpa lemak dan lemak sehat.

Kadar gula yang lebih merata dalam darah ini tidak akan menyebabkan lonjakan dan penurunan energi. (TribunStyle.Com/Putri Asti)