KERAP Pamer Gaya Hidup Mewah, Selebgram Asal Medan Kini Diciduk Polisi, Rupanya Gelapkan Uang Arisan

Editor: Galuh Palupi
Selebgram Dea Rizki Andriani

Terlanjur kesal dan tak menemukan ganti rugi, Irena lantas nekat mengirim karangan bunga ke pernikahan kerabat sang pemilik arisan online.

Sontak kiriman karangan bunga di sebuah pernikahan di Sragen ini sontak menghebohkan warganet.

Kini Polres Sragen masih terus mengumpulkan bukti terkait dugaan arisan online bodong tersebut.

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi menjelaskan, pelapor sudah mengirim bukti-bukti menyangkut uang arisan yang digelapkan.

Baca juga: PESTA Nikah Semula Bahagia Seketika Syok, Datang Karangan Bunga Selamat Menikmati Uang Nilep 1 M

Karangan bunga pernikahan di Sragen yang viral. Wujud kekesalan member arisan bodong (Instagram/irenejunitas)

"Namun demikian kami akan mengumpulkan alat bukti terlebih dahulu," tuturnya kepada Tribunsolo.com, Rabu (6/1/2021).

Adapun perkembangan kasus ini masih sebatas memeriksa saksi-saksi.

"Kami baru melakukan pemanggilan kepada saksi-saksi sebanyak lima kali," kata dia.

Polisi baru akan melakukan gelar perkara terkait kasus ini apabila ada unsur pidana.

"Mekanismenya begitu (ditemukan unsur pidana)," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, viral pernikahan di Sragen dihadiahi karangan bunga selamat menikmati uang haram pada 23 Desember 2020.

Singkatnya, anggota arisan yang ikut arisan bodong tersebut merasa uang iuran mereka digelapkan oleh pengelola.

Kerugian dari arisan ini mencapai Rp 1 miliar.

Viral Karangan Bunga

Sebuah foto karangan bunga yang diletakkan di sebuah pernikahan di Sragen, viral di media sosial.

Bagaimana tidak, karangan bunga itu bertuliskan 'Selamat Menikah Kakaknya Mia Wida, Selamat Menikmati Uang Haram 1M Hasil Nilep Arisan, Kapan Nih Dibayar Shay. Member Arisan By Wida'.

Foto itu diposting pada 23 Desember 2020 lalu.

Lalu, seperti apa cerita sebenarnya?

Adalah Irene Junitasari (21) yang memposting foto itu di akun Instagram-nya.

Irene mengatakan, ia jengkel karena merasa tertipu dengan arisan bodong.

Pengelola arisan itu, adalah kerabat dari mempelai yang menikah.

Irene menceritakan bergabung dengan arisan itu pada tahun lalu.

"Awalnya saya ikut arisan itu karena saudara saya," katanya, Selasa (5/1/2021).

Ia dan saudaranya, sama-sama tertipu dalam arisan bodong itu.

Menurutnya, selama ikut arisan uang yang sudah ia keluarkan sekitar Rp 17 juta.

Namun demikian, uang yang digelapkan oleh saudaranya itu mencapai Rp 1 miliar.

"Uang Rp 1 miliar itu dari seluruh anggota, tapi totalnya berapa orang saya enggak tahu," ungkapnya.

Irene merasa ada kejanggalan dengan arisan tersebut saat grup WhatsApp yang berisikan anggota arisan mendadak dikunci.

Baca juga: TAKUT Dimarahi Gegara Nginap di Rumah Teman, Gadis SMP Ajak Pacar Nikah Muda, Beri Mahar Fantastis

"Setelah grupnya dikunci, semua member yang ada di dalamnya dikeluarkan satu per satu," katanya.

Peristiwa itu terjadi pada Agustus 2020.

Berawal dari situ, semua anggota arisan mulai khawatir dengan uang yang telah mereka keluarkan.

Mereka pun berusaha mencari kejelasan terkait dengan uang yang dibawa si pengelola arisan.

"Kami sudah berkali-kali mendatangi rumahnya dan meminta kejelasan kemana uang kami,"

"Tapi pas di rumahnya jawabannya enggak memuaskan dan terkesan menutupi. Bahkan kami sempat diusir," jelasnya.

Lantaran tak kunjung mendapat kejelasan, mereka melapor ke Polres Sragen pada November 2020.

"Sampai saat ini laporan kami masih terus berjalan," kata dia.

Irene menyebut, keluhan mereka sempat diunggah di sosial media pada Desember kemarin dan berujung viral.

Baca juga: SEMPAT Viral Kakek Penjual Sapu Lidi Kecopetan, Kini Dapat Donasi Rp 35 Juta Tapi Disedekahkan Semua

"Setelah viral dan kami lapor polisi, baru si pengelola arisan ini menunjukkan etiket baik," imbuhnya.

Namun bentuk pertanggungjawabnya dinilai tidak memuaskan.

"Masak mau mengganti uangnya dengan mencicil Rp 20.000.

Itu juga tidak ke semua anggota arisan dia bilang begitu," ujarnya.

Merasa jengkel dengan arisan yang tak ada solusinya, member arisan kemudian punya inisiatif mengirim karangan bunga tersebut.

Karangan bunga itu dikirim di acara pernikahan adik si penggagas arisan.

"Pernikahan itu tanggal 23 Desember 2020.

Para member urunan untuk mengirim karangan bunga tersebut," kata Irene. (Tribun Medan/Tribun Solo)