'Meskipun Ku Tak Siap untuk Merindu', Nyanyian 11 Awak Kapal KRI Nanggala Terekam, Videonya Viral

Editor: Galuh Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Awak kapal KRI Nanggala 402 nyanyikan lagu Sampai Jumpa milik Endak Soekamti

TRIBUNSTYLE.COM - Erix Soekamti vokalis Endank Soekamti mengunggah momen awak kapal selam KRI Nanggala 402 tengah bernyanyi bersama.

Video berdurasi 22 detik memperlihatkan kekompakan awak KRI Nanggala 402 menyanyikan lagu Sampai Jumpa yang dipopulerkan Endank Soekamti .

Terlihat, ada 11 awak dari KRI Nanggala yang sedang menyanyi dengan diiringi alat musik gitar.

Tampak, ke-11 awak itu sedang berada di dalam Kapal Selam KRI Nanggala 402.

Hal ini terlihat dari latar belakang video, banyak komponen yang diduga merupakan kabin KRI Nanggala 402.

Ke-11 awak itu terlihat mengenakan seragam serba hitam dan di kepalanya terpasang baret warna hitam.

Baca juga: Kirim WA Meski Tak Dibalas, Istri Awak KRI Nanggala: Sudah Lelah, Masih Banyak yang Diperjuangkan

Dalam bagian kanan bawah, tertulis KRI Naggala 402.

"Meskipun, ku tak siap untuk merindu, ku tak siap tanpa dirimu, ku harap terbaik untukmu," begitu nyanyian merdu para awak KRI Nanggala dikutip dari artikel Tribun Manado dengan judul 'VIRAL Video Berdurasi 22 Detik Awak KRI Nanggala 402 Nyanyi Lagu 'Sampai Jumpa', Netizen Menangis'.

Belum diketahui kapan video itu direkam.

Namun, video diunggah langsung oleh vokalis Endank Soekamti, Erix Soekamti lewat akun Instagramnya @erixsoekamti pada Minggu (25/4/2021).

Unggahan video itu mendapat sambutan haru dari beberapa netizen.

Hampir seluruh netizen membalas video itu dengan emoticon menangis. Sejak diunggah, video ini sudah dimainkan 191.000 dan dikomentari 899 netizen.

Sebelumnya, KRI Nanggala 402 dinyatakan tenggelam.

Hal ini diketahui dari peningkatan fase pencarian KRI Nanggala 402 telah naik dari fase submiss (hilang) menuju fase subsunk (tenggelam).

"Saya atas nama Panglima TNI menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Kita bersama-sama mendoakan supaya proses pencarian ini terus bisa dilaksanakan dan bisa mendapatkan bukti-bukti kuat," kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI menjelaskan, operasi Search and Rescue (SAR) telah memasuki hari keempat sejak dinyatakan hilang pada Rabu lalu.

Baca juga: KRI Nanggala 402 Tenggelam, Maia Estianty Tulis Doa Haru: Peluklah Mereka Dalam Kasih Sayang-Mu

Sejak awal, seluruh komponen yang dikerahkan telah bekerja semaksimal mungkin untuk mencari keberadaan kapal selam tersebut.

Kondisi 53 Awak KRI Nanggala-402 Belum Dapat Dipastikan

Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di perairan utara Bali.

Informasi tersebut disampaikan oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto dalam konferensi pers pada Sabtu (24/4/2021).

"Pagi dini hari tadi merupakan batas akhir live support berupa ketersediaan oksigen di KRI Nanggala selama 72 jam. Unsur-unsur TNI AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti otentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala," ujarnya.

Adapun barang yang ditemukan itu antara lain pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, dan botol oranye pelumas periskop kapal selam.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengaku enggan berspekulasi terhadap kondisi para awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang dan tenggelam di perairan Utara Pulau Bali, Rabu (21/4/2021).

Ia tak bisa memastikan bagaimana kondisi dari 53 awak kapal selam buatan Jerman tahun 1979 itu, setelah lebih dari 72 jam dinyatakan hilang dan kemudian tenggelam.

"Kita tidak bisa melihat bagaimana korban, karena belum ketemu salah satu korbannya. Jadi kita tidak bisa duga-duga seberapa kondisi korban dan sebagainya," kata Yudo dalam konferensi pers, Sabtu (24/4/2021).

Pihaknya juga mengaku belum dapat memastikan terkait berapa persen angka harapan hidup para awak kapal selam itu.

Namun, ia mempersilakan semua pihak menganalisis sendiri bagaimana kondisi awak kapal berdasarkan penemuan sejumlah benda yang diyakini milik KRI Nanggala-402.

Baca juga: Bak Diinjak 100 Gajah Ini Risiko Lebih Buruk Jika Awak KRI Nanggala Berenang saat Kapal Tenggelam

"Tentunya dengan ada barang-barang ini silakan rekan-rekan evaluasi sendiri," ujarnya.

Adapun sejumlah benda yang diyakini milik KRI Nanggala-402 itu di antaranya pelurus tabung torpedo, pembungkus atau pipa pendingin bertuliskan Korea, botol berwarna oranye yang berguna untuk pelumasan naik turunnya periskop kapal selam.

Yudo melanjutkan, TNI AL juga menemukan alas peralatan sholat yang biasa digunakan para ABK KRI Nanggala-402, sponge penahan panas, dan tumpahan solar.

"Barang-barang ini tidak dimiliki oleh umum. Dan di sekitar radius 10 mil, tidak ada kapal lain yang melintas. Kemudian para ahli yang dalam ini mantan ABK KRI Nanggala dan juga komunitas kapal selam diyakini bahwa ini adalah barang-barang milik KRI Nanggala," tutur Yudo.

Dengan penemuan tersebut, saat ini pihaknya menaikkan status KRI Nanggala-402 daru submiss (hilang) menjadi subsunk (tenggelam).

"Dengan adanya bukti-bukti otentik yang kini diyakini milik KRI Nanggala, pada saat ini kita isyaratakan untuk (naik) dari submiss kita tingkitkan menuju fase subsunk," ujar Yudo dalam konferensi pers yang ditayangkan Kompas TV pada Sabtu (24/4/2021).

"Pada fase subsunk nanti akan kita siapkan untuk evakuasi medis terhadp ABK yang kemungkinan masih selamat. Kita evakuasi baik nanti ke Surabaya atau nanti ke Banyuwangi nanti akan kita lanjutkan ke proses berikutnya," lanjutnya.

KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan Utara Pulau Bali pada Rabu (21/4/2021) sekitar pukul 04.25 WIB.

Kapal ini sedianya dijadwalkan ikut dalam latihan penembakan rudal di laut Bali, Kamis (22/4/2021).

Latihan ini rencananya dihadiri langsung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono.

Baca juga: Berat Terima Kenyataan Pilu Aura, Berharap Ayah & Awak KRI Nanggala Selamat: Papa Ada di Kapal Itu

Akan tetapi, akibat peristiwa ini memaksa latihan tersebut dibatalkan.

KRI Nanggala-402 Alami Retak

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan, KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam, Sabtu 24/4/2021).

Ia juga mengatakan kapal ini mengalami keretakan usai dinyatakan hilang kontak di perairan utara Bali, Rabu lalu.

"Dengan ditemukannya peralatan yang sudah keluar ini, terjadi keretakan. Memang terjadi tekanan kedalaman yang dalamnya sampai 700-800 meter, ini tentunya terjadi keretakan terhadap kapal selam tersebut," katanya di Base Ops Lanud I Gusti Ngutah Rai, Bali, Sabtu.

Dengan adanya keretakan ini ada kemungkinan air akan masuk ke badan kapal.

Meski demikian ada juga kemungkinan bagian-bagian kapal yang tidak bisa dimasuki air.

"Kemungkinan-kemungkinan air masuk ada. Tapi ada kemungkinan juga bagian kabin-kabin yang air yang tidak masuk," kata dia.

Ia mejelaskan hal itu terjadi karena badan kapal selam memiliki sejumlah sekat.

Kemudian ada ruangan-ruangan yang dibagi seperti kompartemen.

Apabila, ada keretakan dan awak sempat menutup pintu kedap itu, maka air tak bisa masuk.

"Apabila, keretakannya di depan dan anggota sempat menutup ada kemungkinan tidak kemasukan air di situ. Ada kompartemen-kompartemen yang bisa ditutup dengan yang pintu kedap dan diputar itu," kata dia.

Seperti diketahui, KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di perairan utara Bali.

Saat ini TNI masih memastikan lokasi dari kapal ini.

Namun lokasinya menguat di titik adanya kemagnetan yang kuat dengan kedalaman 850 meter. (Tribun Manado/Gryfid Talumedun)

#ErixSoekamti #EndankSoekamti #KRINanggala