Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Royal Family

Tinggalkan Kerajaan Inggris, Pangeran Harry Kini Jadi Karyawan Baru di Perusahaan Startup BetterUp

Penulis: Joni Irwan Setiawan
Editor: Suli Hanna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pangeran Harry.

Baca juga: Meghan Markle Ingin Bunuh Diri Saat Jadi Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry Ngaku Ketakutan

Pangeran Harry dan Meghan Markle (solotrust)

Sementara itu, CEO BetterUp, Alexi Robichaux tidak menyebutkan secara spesifik sikap kerajaan, khususnya terkait kompensasi kepada perusahaan atas bergabungnya Harry.

"Ini adalah peran yang berarti karena Harry akan bergabung dengan kepemimpinan sebagai pejabat perusahaan," ujarnya.

Robichaux berharap, Harry bisa memiliki peran dalan membuat keputusan strategi produk dan kontribusi lainnya, sembari mengadvokasi persoalan kesehatan mental kepada publik.

Seperti diberitakan sebelumnya, Harry dan sang istri, Meghan Markle, telah meninggalkan kehidupan kerajaan secara penuh pada awal tahun 2020 silam.

Istana Buckingham pada 19 Februari 2021 mengonfirmasi bahwa Duke dan Duchess of Sussex ini tak akan kembali ke tugas kerajaan.

Sementara sejak saat itu juga, Pangeran Harry dikabarkan sudah menyerahkan gelar militer kehormatannya.

Ratu Elizabeth Tanggapi Tuduhan Rasisme Meghan Markle & Pangeran Harry

Kabar tentang Kerajaan Inggris tak ada habis-habisnya untuk menarik perhatian orang di seluruh dunia.

Belakangan ini, masyarakat dunia juga sedang heboh dengan wawancara yang dilakukan oleh Meghan Markle dan Pangeran Harry.

Seperti diketahui, Meghan dan Harry sempat melakukan wawancara dengan Oprah Winfrey.

Dalam wawancara tersebut, pasangan itu sempat membahas tentang kehidupan di Kerajaan Inggris.

Beberapa pernyataan yang dilontarkan Meghan dan Harry sempat membuat masyarakat terkejut.

Baca juga: Meghan Markle dan Pangeran Harry Umumkan Jenis Kelamin Anak Kedua: Bersyukur Sudah Lengkap

Ratu Elizabeth II. (Instagram theroyalfamily dan tangkap layar dari laman Bright Side foto diambil dari © David Levenson/Hulton Archive/Getty Images)

Menanggapi hal tersebut, kerajaan Inggris akhirnya merespon wawancara yang membuat heboh publik itu.

Halaman
123