Berkain Tanpa Ribet, Simak Tips dari Arawinda Kirana: Bisa Dipadukan dengan Berbagai Fashion Item

Penulis: Hanna Suliatun
Editor: Dhimas Yanuar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Reporter: Suli Hanna

TRIBUNSTYLE.COM - Tips berkain anti ribet dari Arawinda Kirana. Tanpa dijahit dan hanya diikat di tubuh, kamu bisa tampil stylish. Padukan dengan beragam fashion item.

Pernah terpikirkan untuk menjadikan kain sebagai outfit sehari-harimu?

Memang, baju yang kita kenakan tiap hari juga terbuat dari kain yang telah dijahit.

Namun, lembaran kain seperti batik, kain etnik, dan kain tenun dari berbagai daerah ternyata bisa digunakan juga untuk sehari-hari tanpa perlu dijahit, lho.

Dengan selembar kain, kamu bisa mengkreasikan berbagai gaya.

Salah satu perempuan Indonesia yang gemar berkain sebagai outfit hariannya adalah Arawinda Kirana.

Pemain film 'Quarantine Tales' ini ternyata sudah berkain sejak kecil.

Baca juga: Prediksi Tren Fashion 2021, Warna Pastel Hits Lagi, Simak Tips Agar Kulit Tak Terlihat Makin Gelap

Baca juga: 3 Koleksi Fashion Unik Milik Nagita Slavina Berharga Fantastis, dari Topi hingga Case HP

Arawinda Kirana (Instagram/ arawindak)

"Aku penari Bali sejak umur 6 tahun.

Berangkat ke sanggar pakai kain, pulang dari sanggar pakai kain, narinya pakai kain.

Dari dulu pakai kain, tapi belum rutin aja.

Sekarang makin intens dan lebih banyak pemakainnya," ungkap Arawinda dalam tayangan Be Style pada Jumat (19/3/2021).

Arawinda mengaku telah mendapatkan teknik penggunaan kain paling dasar dari sanggar.

"Makin dewasa, belajar dari eksperimen," lanjutnya.

Selain itu, perempuan yang kerap disapa Ara ini juga bergabung dengan komunitas budaya dan sesama kain enthusiast.

Berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui jika ingin berkain:

Seni Ikat Mengikat dalam Berkain

Apa yang kamu takutkan ketika akan menjadikan kain sebagai outfit harianmu?

Bagi yang tak terbiasa mungkin akan berpikir kain bisa melorot dan cenderung ribet.

Namun, perlu diketahui, di sinilah seninya berkain.

Arawinda Kirana menjelaskan bahwa hal yang disorot dalam berkain adalah seni ikat mengikat.

"Yang diangkat dari berkain itu seni ikat mengikat.

Jadi aku kalau berkain ya aku ikat aja.

Takutnya kalo kita gerak bakal lepas... Secara logika aja, dari dulu nenek moyang Indonesia itu semua pakainnya kain aja kan.

Dulu nggak ada peniti, rafia, atau plastik atau apa gitu.

Kain itu dari dulu dipakai buat menari, lalu untuk perang, jadi stigma pakai kain itu gampang copot itu sangat tidak benar," paparnya.

Arawinda juga memberi tips agar kain lilit berbahan satin tak gampang lepas ketika dipakai.

"Biar ga lepas, jangan takut buat ngiket kain dengan kenceng.

Kain itu kenceng banget, dia ga bakal robek.

Atau pakai batok kelapa, bentuknya bulat dan ada lubang dua, buat ngiket kain biar kencang," ujarnya.

Cara Mix and Match saat Ingin Tampil Berkain

"Mix n match kain, kita harus melihat, memikirkan, kain sebagai atasan atau bawahan yang biasa.

Kaya mix and match baju biasa," ujar Arawinda.

Baginya, berkain layaknya memakai baju biasa, hanya saja kali ini belum dijahit sehingga bebas dikreasikan jadi apa saja.

"Bisa ditambahin outer, atau daleman.

Tidak ada batasan. Sama kaya baju-baju biasanya. Sesuai preferensi styling perorang aja," lanjutnya.

"Personally, aku sering kepanasan, (jadi) sering bikin (sebagai) kemben.

Kalau lagi pengen kreatif, aku pake daleman kaya gini (kemeja, kebaya, atau baju setengah transparan yang sheer), atau aku taruh (kainnya) sebagai outer," jelas Ara.

"Aku juga suka nambahin selendang atau senteng yang biasanya diikat di perut orang Bali.

Aku pair sama sneakers atau docmart, boots."

Untuk sepatu, semua tergantung acara. 

"Tergantung occasion.

Kalo lagi pengen street wear, aku pakai boots atau sneaker.

Kalau lagi beachy, pakai sandal atau selop," tukasnya.

Beda Berkain untuk Perempuan dan Laki-laki

Ketika menggunakan kain sebagai bawahan, perhatikan hal dasar ini.

Ternyata ada bedanya jika kain digunakan laki-laki dan perempuan.

"Beda perempuan dan laki2 terletak pada metode pemakaian paling basic.

Perempuan itu masuknya sebelah kanan, terus tutup sebelah kiri," jelas Arawinda.

Arawinda Kirana mempraktikan cara berkain untuk perempuan (YouTube TribunStyle Official)

"Kl cowok kebalik, dia masuk sebelah kiri, terus tutup sebelah kanan.

Perbedaannya sama seperti kancing pada kemeja perempuan dan laki-laki," lanjutnya.

Arawinda Kirana mempraktikan memakai kain untuk laki-laki (YouTube TribunStyle Official)

Dari mana Temukan Inspirasi Berkain?

Sebagai pengguna kain untuk outfit sehari-hari, Arawinda ternyata mendapat inspirasi dari hal-hal tak terduga.

"Lukisan.

Lukisan-lukisan Indonesia masa lampau. Ada orang-orang berkain.

Potret-potret lawas, potret-potret kuno. Bisa ke pinterest. Kata kuncinya 'Indonesia 1920' atau 'Indonesia 1910'.

Sangat menarik melihat manusia-manusia Indonesia pada abad 1920 berkreasi kain kok udah jauh lebih modern daripada kita yang kayanya gitu-gitu aja," jelasnya.

Tips Merawat Kain

Susah-susah gampang, Arawinda punya trik khusus untuk merawat kain.

"Kain batik tulis, batik cap, kain Sulawesi lawas, aku cuci pakai tangan dan pakai sampo.

Karena sampo itu melembutkan kain.

Atau secara tradisional, bisa dicuci pakai lerak," terangnya.

Selebihnya, beberapa kain yang sekiranya tak akan luntur dan rusak, bisa dicuci menggunakan mesin.

Wah, ternyata tak ada batasan dalam berkain, ya.

Kamu bisa memadukan dengan apa saja.

Beberapa kain memang ada larangan dipakai di tempat tertentu, misalnya kain keraton di keraton.

Selebihnya, kamu bisa berkreasi mengenakan kain dalam beragam gaya.

Berikut video lengkapnya:

(TribunStyle.com/ Suli Hanna)

#TipsFashion #Berkain #ArawindaKirana

Baca juga: RAHASIA Fashion Wanita 2021, Selera Gayamu Bakal Auto Dikagumi: Kimono hingga Sepatu Hak Tinggi

Baca juga: POPULER 10 Trik Fashion yang Buat Gayamu 10 Tahun Lebih Muda, Cara Pakai Jeans hingga Ikat Pinggang