MAU Dibunuh Dilempari 5 Granat, Soekarno Bukannya Berlindung Justru Lakukan Aksi Tak Terduga

Editor: Galuh Palupi
Momen saat Presiden Soekarno menangis di makam Jenderal Ahmad Yani, Pahlawan Revolusi

Masih dikerumuni sejumlah anak yang malah tampak mengejar, Bung Karno berhenti sejenak untuk menyambut hormat komandan Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres).

Tiba-tiba di tengah suasana penuh kegembiraan itu terdengar suara keras ledakan granat.

Belum sempat para pengawal bereaksi atas ledakan granat yang pertama, dua granat dilemparkan lagi dari sebelah kiri dan kanan gedung.

Akibat serangan granat yang menimbulkan suasana kacau balau itu, secara refleks Bung Karno tidak mencari tempat berlindung.

Sang presiden justru bergerak melindungi anak-anak yang ada di sekitarnya menggunakan tubuhnya.

Melihat reaksi Bung Karno yang sedang terancam nyawanya itu, seorang pengawal segera membawanya ke belakang mobil untuk berlindung.

Tepat pada saat itu, dua granat dilemparkan lagi. Sehingga menimbulkan kerusakan parah pada bagian depan mobil dan sisi mobil lainnya.

Baca juga: Presiden Ngutang? Kagetnya Sahabat Soekarno saat Dimintai Tolong: Aku Butuh Duit, Buat Bayar Utang

Ir. Soekarno (net)

Akibat serangan granat yang membabi-buta, anak-anak yang panik dan menangis hanya bisa berusaha lari masuk gedung sekolah.

Sementara ratusan tamu juga tak kalah paniknya dan saling berjatuhan ketika sedang berusaha menyelamatkan diri.

Bung Karno sendiri mengalami cedera dari 5 serangan granat yang sangat keji itu dan bisa meninggalkan lokasi menggunakan mobil cadangan.

Halaman
1234