Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Rina Gunawan Meninggal

PILU Teddy Syach Lihat Rina Gunawan Sakaratul Maut, Sang Anak Kejang Ditinggal Ibunda: Saya Hancur

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kolase Teddy Sah dan Rina Gunawan.

TRIBUNSTYLE.COM - Baru-baru ini suami Rina Gunawan, Teddy Syach curhat pilu mengenai kondisi sang istri sebelum meninggal dunia.

Rina Gunawan menghembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan di RS Pertamina Simprug pada pukul 18.45 WIB, Selasa (2/3).

Sebelum meninggal dunia, Rina Gunawan sempat dirawat dalam ruangan intensif (ICU) di rumah sakit selama satu minggu.

Saat ini jenazah Rina Gunawan sudah dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

Sang suami, Teddy Syach telah memberikan penjelasan terkait kondisi terakhir Rina Gunawan.

Terpaparnya Rina Gunawan karena COVID-19 membuat penyakit yang sudah diidap sebelumnya ikut memburuk.

Baca juga: Tahlilan Online Bareng Gabungan Artis Seniman Sunda untuk Rina Gunawan, Hedi Yunus: #DoaUntukRina

Baca juga: POPULER Tak Buka Grup, Sahrul Gunawan Pilu Dengar Kabar Rina Gunawan Sakit, Terungkap Chat Terakhir

Rina Gunawan dan Teddy Syach. Rina Gunawan dimakamkan. (Instagram)

"Karena kebetulan Rina mempunyai penyakit bawaan sinus, ada sesak napas, asma juga. Jadi ketika terserang COVID-19 yang cukup berat buat beliau, sampai seminggu terpisahkan (dengan keluarga)," jelas Teddy Syach.

Lebih lanjut, Teddy Syach menjelaskan kondisi terkini anak dan keluarganya sepeninggal Rina Gunawan.

"Sebenarnya kita gak siap bagaimana menyaksikan selama 30 menit (dari video, detik-detik Rina meninggal, red). Siapasih yang mau menyaksikan orang yang kita kasih akan pergi?"

"Kita hanya menyaksikan cuma lewat layar hp, ini kembali lagi kuasa Tuhan. Saya pasrah dari hari pertama," papar Teddy Syach dilansir dari KH Infotainment pada Sabtu (6/3).

Teddy Syach mengaku anak lelaki sempat mengalami kejang karena syok sang ibunda meninggal.

"Anak lelaki saya sempat kejang. Dia anaknya pendiam dan selalu menyimpan perasaan, jadi saya pelan-pelan harus menaikkan semangatnya dan kesabarannya," kata Teddy Syach.

Menurut Teddy Syach, ia harus memberikan suntikan semangat untuk putranya tersebut sehingga bisa menghadapi kenyataan.

"Ya saya terus ngobrol dengan dia, hingga kita juga bisa bergerak dari rumah di Sentul ke Bintaro. Ini gak mudah buat kami, saya sudah hancur," terang Teddy Syach.

Halaman
123