Penyebab Hujan dan Bau Tanah Basah Sangat Enak, Segar Dicium Ternyata Karena Alasan Mendalam Ini

Penulis: Sinta Manilasari
Editor: Amirul Muttaqin
Bau hujan atau Petrichor

Reporter: Sinta Manilasari

TRIBUNSTYLE.COM - Pernahkan kalian senang begitu mencium bau tanah terguyur air?

Atau bau hujan pertama yang turun setelah musim kemarau?

Aroma hujan dan tanah basah dapat menimbulkan perasaan senang yang tak terbantahkan.

Apa yang memicu kelegaan yang kita ketika tetesan pertama hujan mulai turun dan semuanya menjadi segar dan basah?

Baca juga: KUMPULAN Resep Menu Berkuah saat Musim Hujan, Masak Sup Sawi Daging, Sup Seafood, Sop Iga di Rumah

Baca juga: SERING Kehujanan, Ini 5 Cara Bedakan Gejala Covid-19 dengan Pilek Biasa, Ada Tanda Ini Saat Bersin

Mengapa baunya sangat enak?

Para ahli mengklaim bahwa indera penciuman, otak, dan ingatan saling terkait.

Seperti ini penjelasannya, kamu sedang berjalan di jalan dan tiba-tiba diliputi oleh aroma tertentu.

Tanpa memikirkannya, pemandangan dari masa kecil kita muncul di benak.

Ilmuwan dan ahli saraf yang menyelidiki hubungan ini telah menjelaskan.

Meskipun ini tampak seperti sihir, sebenarnya tidak.

Hal ini memiliki penjelasan ilmiah - anatomi otak kita menghubungkan indra penciuman, suasana hati, dan emosi.

Dalam hal persepsi penciuman, bagian otak olfactory bulb terlibat.

brightside ()

Ini adalah struktur saraf yang terletak di bagian depan otak dan dianggap primitif karena diyakini telah ada di otak mamalia pertama.

Mengapa bau hujan dan tanah basah begitu harum?

Setelah beberapa hari mengalami panas yang ekstrim, awan yang ditunggu-tunggu muncul, langit semakin gelap, dan hujan datang, membawa bau tanah basah, batu, dan rumput bersamanya.

Siapa yang tidak akan merasa nyaman saat dikelilingi oleh aroma segar dan manis ini?

Pikiran kita kemudian dibanjiri dengan serangkaian pikiran positif yang terkait dengan perasaan lega itu.

Jika kita menghubungkan sensasi ini dengan fungsi utama yang dikaitkan dengan indera penciuman.

Nenek moyang kita menjalin hubungan positif yang kuat dengan bau hujan karena menandakan berakhirnya musim kemarau.

Berkat hujan, tanaman dilahirkan kembali dan tanaman distimulasi, yang akibatnya membantu produksi pangan.

Petrichor

Bau hujan atau Petrichor (Semua ilustrasi diambil dari Brightside.me)

Aroma unik ini juga punya nama unik, "petrichor". Pada tahun 1964, 2 ahli geologi Australia menciptakan istilah ini untuk merujuk pada fenomena yang mereka temukan.

Selama musim kemarau, tanaman mengeluarkan minyak wangi esensial yang diserap oleh permukaan batuan dan tanah kering, yang dilepaskan ke udara saat terkena air.

Dengan demikian, saat kemarau berlangsung lama, lebih banyak minyak menumpuk, dan aromanya semakin kuat saat hujan akhirnya turun.

Namun, minyak esensial dan harum ini tidak diproduksi.

brightside ()

Kedua peneliti memperhatikan bahwa itu menghambat perkecambahan benih.

Sehingga mereka sampai pada kesimpulan bahwa tanaman menghasilkannya agar tidak tumbuh selama cuaca kering karena akan sulit bagi mereka untuk bertahan hidup.

Minyak ini hanyalah salah satu komponen yang membentuk aroma istimewa ini.

Aroma yang dihasilkan oleh bakteri

Aroma khusus ini dihasilkan ketika minyak udara tertentu digabungkan dengan zat lain seperti geosmin.

Zat ini diproduksi oleh sekelompok bakteri dan beberapa jamur penghuni tanah yang hanya terlihat saat bumi basah.

Organisme ini mengeluarkan senyawa saat memproduksi spora.

Kemudian, dengan kekuatan hujan yang mendarat di tanah, spora dikirim ke udara, yang kemudian akan membawa bau tersebut ke hidung kita.

Penelitian telah mengungkapkan bahwa indra penciuman kita sangat sensitif terhadap geosmin.

brightside ()

Beberapa orang mungkin mendeteksinya bahkan pada konsentrasi yang sangat rendah.

Hal ini menjelaskan mengapa kita bisa mencium bau itu, meski tidak turun hujan di tempat kita berada.

Mungkin turun hujan di daerah sekitar.

Jika angin bertiup cukup kencang, aroma ini dapat dibawa ke tempat-tempat yang tidak ada hujan.

Produksi geosmin oleh bakteri ini juga terkait dengan kelestarian kehidupan.

brightside ()

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa aroma ini memandu springtail, hewan kecil yang menyerupai serangga, menuju bakteri yang menghasilkan aroma tersebut.

Mereka mengikuti jejak wangi karena itu menuntun ke sumber makanan mereka.

Jadi, mengapa bakteri melakukan ini?

brightside ()

Mengapa mereka ingin ditelan oleh binatang?

Selain itu, mengapa mereka membantu springtail dengan membimbing mereka ke arah yang benar?

Ada alasan untuk segalanya, bahkan dalam kasus mikroorganisme.

Setelah makan, springtail membawa serta spora bakteri, akibatnya membantu koloni ini mencapai habitat baru.

Tanaman mengeluarkan minyak wangi esensial untuk melindungi kehidupan bijinya.

Bakteri mengeluarkan geosmin untuk memastikan reproduksinya.

Sedangkan kita mencium bau tanah basah dan entah bagaimana menghubungkannya dengan tanda kelangsungan hidup yang jelas.

Artinya di alam, segala sesuatu terjadi karena suatu alasan.

(Tribunstyle.com/Manila)

Baca juga: Musim Hujan, Ini 5 Makanan dan Minuman yang Ampuh Mencegah Flu, dari Cabai hingga Teh Herbal

Baca juga: Doa Saat Turun Hujan dan Setelah Reda, Allah Limpahkan Berkah, Dijauhkan dari Bencana Alam