KEJAM Bunuh Wanita & Buang Jasad ke Kandang Buaya, Kapolres: Kejahatan Tidak Ada yang Sempurna

Editor: vega dhini lestari
Ilustrasi korban pembunuhan

AKP Rido Doly mengatakan korban merupakan pekerja di sebuah cafe.

“Dia pekerja freelance di sebuah cafe. KTP-nya di Pulau Jawa,” terang AKP Rido Doly.

AKP Rido Doly mengatakan dari keteranngan suaminya, FS sempat pamit pergi bekerja.

FS pamit pergi bekerja ke suami sekitar pukul 22.00 Wita, Selasa (20/10/2020).

Sampai kemudian pukul 16.00 Wita, Rabu (21/10/2020) FS ditemukan tak bernyawa.

Tim gabungan saat mengevakuasi mayat wanita. (kompas.com)

Suaminya sendiri, kata AKP Rido Doly, tak mengetahui lokasi tempat FS bekerja.

Sejak malam itu suaminya hilang kabar hingga keesokan harinya FS ditemukan tak bernyawa.

Saat ditemukan, AKP Rido Doly meyakini sebenarnya FS masih berpakaian lengkap.

"Dia ada pakaian, tapi mungkin saat dilempar rok lepas," kata AKP Rido Doly.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan CCTV mencari jejak korban mulai dari keluar rumah hingga ke cafe.

"Kita masih selidiki, otopsi sedang berjalan, nanti kita kabari lagi ya," kata AKP Rido Doly.

Kapolres ungkap kenapa buaya tak sempat makan jasad korban

Jajaran Penyidik Polres Berau terus bekerja untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan yang jenasah korbannya di buang di kolam Buaya Mayang Mangurai Berau.

Penemuan mayat perempuan tersebut terjadi pada Rabu (21/10/2020) sore di jalan poros Labanan Teluk tepatnya di Bumi Perkemahan Mayang Mangurai, Kecamatan Teluk Bayur, Berau.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning TRIBUNKALTIM.CO, IKBAL NURKARIM (TRIBUNKALTIM.CO, IKBAL NURKARIM)

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning mengatakan penyidik Polres yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Rido Doly Kristian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus pembunuhan tersebut.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, telah berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya mobil yang digunakan pelaku untuk membuat korbannya juga motor yang digunakan korban.

"Sampai saat ini tim masih bekerja dan telah didapatkan barang bukti lain seperti kendaraan yakni mobil dan motor juga alat telekomunikasi," kata Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning saat dikonfirmasi tribunKaltim.co

"Dan pelaku sudah kita identifikasi, mudah-mudahan segera kami ekspos jika yang bersangkutan sudah kita amankan di Berau. Saat ini identitas pelaku sudah kita ketahui termasuk barang bukti mobil dan motor korban dan mobil yang digunakan untuk kejahatan," tegasnya.

Kapolres Berau itu menjelaskan saat ini pihaknya telah memeriksa 15 saksi mulai dari orang terdekat korban hingga rekan-rekan korban.

Mantan Kapolres Raja Ampat itu menambahkan dari hasil penyelidikan sementara dapat dipastikan korban adalah korban pembunuhan.

"Saya sampaikan bahwa kejahatan tidak ada yang sempurna bahwa pelaku ingin menghilangkan jejak dengan membuang korban ke kolam buaya dengan harapan dimakan Buaya tapi ternyata korban terhalang kayu sehingga tidak dimakan buaya," tuturnya

"Yang dilihat tim di TKP maupun rumah sakit bahwa korban mulutnya ditutup pakai lakban, dan leher ada bekas tali juga tangannya terikat, sampai saat ini kita tidak temukan bekas adanya tikaman senjata tajam dan hasil topsi hari ini rencananya akan diserahkan ke kami," tuturnya.

Saat ditanya terkait kabar yang beredar bahwa korban sebelum dibuang, korban diduga diperkosa karena pakaian korban tidak utuh lagi, namun Kapolres mengungkapkan masih menunggu tersangka untuk dilakukan penyelidikan mendalam. (TribunKaltim.co/Ikbal Nurkarim)

Sebagian artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Kapolres Bongkar Sebab Buaya Tak Makan Jasad Wanita Korban Pembunuhan: Tak Ada Kejahatan Sempurna!