Sensasi Menginap di Hotel yang Kamarnya Tanpa Dinding, Pintu & Atap, Per Malam Rp 4,4 Juta

Editor: Galuh Palupi
Kamar di Zero Real Estate

"Bagi saya, konsep itu berbicara kepada saya sebagai profesional hotel," kata Charbonnier. "Saya merasakan sistem nilai untuk tamu bergeser dari aspek berwujud menjadi pengalaman dan aspek tak berwujud."

Ketiganya membangun sebuah hotel di bunker nuklir bawah tanah, dengan 14 tempat tidur yang harganya sekira USD 25 setara Rp 344 ribu per malam.

Charbonnier menyebut jika para tamu tidak keberatan dengan harga yang ditawarkan dan ingin membayar lebih untuk pengalaman itu.

Charbonnier telah bekerja di industri perhotelan selama bertahun-tahun.

"Dulu saya memberi tamu emas, kristal, dan marmer dan masih sulit mendapatkan uang dari mereka," Charbonnier.

Foto Rumah Mewah Dita Soedarjo Mantan Denny Soemargo, Bisnisnya Banyak dari Bulu Mata hingga Hotel

Ini adalah pertama kalinya dia menyaksikan tamu yang menawarkan untuk membayar lebih.

"Jika saya bisa membuat orang bahagia di dalam bunker nuklir, itu benar-benar menunjukkan kepada saya bahwa yang penting adalah pengalamannya," katanya.

Charbonnier, Frank, dan Patrik memutuskan untuk menutup bunker dan pindah ke ide baru namun dengan tujuan yang sama.

Mereka memindahkan pengalaman di ruang bawah tanah ke ruangan tanpa dinding.

Pada 2016, sebuah hotel terbuka dibangun di lereng pegunungan Alpen Swiss yang berada pada ketinggian 6.463 kaki di atas permukaan laut.

Halaman
1234