Ramadhan 2020

BENARKAH Bumi Gelap Gulita pada Jumat 15 Ramadhan 2020 karena Isu Dukhan? Ini Kata Ustaz Abdul Somad

Penulis: Dhimas Yanuar Nur Rochmat
Editor: Agung Budi Santoso
Kabut asap / Dukhan yang disebutkan sebagai tanda kiamat.

Beberapa syaratnya antara lain mereka memiliki jarak persimpangan orbital minimum dengan Bumi kurang dari 0,05 Satuan Astronomi ( atau 19,5 kali jarak bumi-bulan) dan memiliki magnitudo absolut sebesar 22 atau lebih cerah.

Beruntung, 98 persen dari objek yang berpotensi bahaya tersebut tidak akan berdampak pada bumi setidaknya hingga 100 tahun kedepan.

Manusia semakin menyadari potensi bahaya dari benda-benda luar angkasa tersebut.

Tidak dapat disangkal bahwa dampak hantaman di masa lalu dipandang berperan penting dalam membentuk sejarah geologis dan biologis bumi.

Termasuk kepunahan dinosaurus 66 juta tahun yang lalu, dipercaya akibat hantaman asteroid yang berdampak pada bencana global di bumi.

Oleh karena itu, mitigasi terhadap bencana obyek-obyek yang berasal dari luar angkasa terus dikembangkan.

Kabut tebal. (Metro.co.uk)

Kabut Ad Dukhan?

Lalu, bagaimana dengan kemungkinan terjadinya peristiwa diselimutinya bumi oleh kabut tebal yang mampu menghalangi sinar matahari dan mengakibatkan kegelapan total?

Studi terbaru yang dimuat dalam the Proceedings of the National Academy of Sciences mengenai bukti sebab kepunahan dinosaurus bisa menjadi petunjuk mengenai apa yang terjadi saat bencana besar 66 juta tahun yang lalu tersebut.

Teori tentang dampak Asteroid besar yang menghantam bumi pada kepunahan dinosaurus adalah skenario yang paling kuat menurut para ahli.

Sebuah kawah besar, bernama Kawah Chicxulub, telah ditemukan terkubur di bawah tanah di Semenanjung Yucatan di Meksiko.

Asteroid itu cukup besar hingga mampu membuat kawah selebar 7 hingga 50 mil (11-80,5 kilometer).

Sebagian ahli menyebutkan lebarnya bahkan mencapai 90 mil (145 kilometer).

Para ahli mensimulasikan ulang peristiwa pasca jatuhnya asteroid di situs Chicxulub, di mana muncul awan debu yang cukup tebal, menyebar ke seluruh planet.

Debu ini mampu menghalangi sinar matahari dan mengakibatkan efek kegelapan di seluruh permukaan bumi.

Debu ini saja sudah cukup untuk membunuh secara perlahan.

Mula-mula ia membunuh tanaman, lalu hewan yang memakan tanaman, lalu hewan yang memakan hewan-hewan itu.

Selain itu, jatuhnya asteroid itu juga menyebabkan gunung-gunung terlempar ke langit lalu puing-puing jatuh ke bumi berupa butiran batu dan kaca.

Oleh karena itu, jika pertanyaannya adalah ‘Mungkinkah bumi gelap gulita diliputi kabut (Dukhan)?’, maka jawabnya adalah mungkin saja terjadi, meskipun (mungkin) belum dalam waktu dekat ini.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Isu Dukhan 15 Ramadhan, Mungkinkah Bumi Gelap Gulita Diliputi Kabut?".

Sebagian artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul 4 FAKTA Viral Isu Dukhan Jumat 15 Ramadhan 1441H atau 8 Mei, ini Kata Ustadz Abdul Somad & Pakar.