TRIBUNSTYLE.COM - 4 hal yang lekat pada diri Didi Kempot dan jadi kenangan semua orang: penampilan ikonik hingga sosoknya yang lebih dari sekadar musisi.
Sebagai seorangh maestro campursari, sosok Didi Kempot tentu sangat berpengaruh.
Hal ini terbukti dari popularitas mendiang yang begitu meledak.
Tak sekadar populer, Didi Kempot juga mampu mengolah 'kekuatannya' untuk menggerakan orang-orang melakukan hal postitif.
Pada saat pandemi corona masuk ke Indonesia, lelaki kelahiran tahun 1966 itu turut dalam aksi konser amal.
Konser yang diadakan di rumah dan disiarkan secara daring ini ditujukkan untuk menghimpun donasi.
Sadar memiliki popularitas dan pengaruh yang cukup besar, Didi Kempot pun mau bergabung dalam konser amal untuk menggerakkan orang-orang bersama musisi lainnya.
• Profil Yan Vellia Istri Didi Kempot, Penyanyi Dangdut yang Terpaut Usia 15 Tahun dengan Sang Suami
• Didi Kempot Meninggal, Gofar Hilman Kehilangan Penyayi Humble yang Tak Menyadari Dirinya Legend
Kini lelaki kelahiran Surakarta atau Kota Solo tersebut telah berpulang ke pangkuan Yang Maha.
Karya dan kebaikannya tetap abadi dikenang di dunia.
Meski pelantun 'Cidro' ini telah pergi selamanya, 4 hal ini akan selalu diingat oleh para penggemar:
Penampilan Iconic
The Godfather of Broken Heart memiliki penampilan yang unik.
Menciptakan ratusan lagu campursari, penampilannya pun selaras.
Ketika manggung, Didi kerap mengenakan beskap, jarik, hingga blangkon.
Penampilannya sangat 'njawani', selaras dengan lagu-lagu yang ia bawakan di atas panggung.
Saat santai, ia pun tampil santai dan bersahaja dengan kaus dan celana jeans.
Lagu-lagu Ambyar
Didi Kempot yang berjuluk The Godfather of Broken Heart telah menelurkan ratusan karya.
Seperti title yang disematkan pada namanya, Lord Didi konsisten menciptakan lagu-lagu patah hati.
Lagu-lagu campursari ini berbahasa Jawa dan diiringi dengan kendang ketipung serta instrumen khas musik beraliran kedaerahan ini.
Sebelum meninggal, Didi Kempot yang telah berusia 53 tahun ini bahkan masih produktif.
Ia tengah menyiapkan perilisan single bersama Yuni Shara.
Lagu tersebut berjudul 'Kapusan Janji'.
Malam sebelum meninggal, Didi Kempot masih mempersiapkan karya tersebut.
Selain itu, Didi Kempot juga menuliskan lagu berjudul 'Ojo Mudik'.
Lagu ini seakan menjadi pesan untuk masyarakat di masa pandemi.
"Mak bedunduk, mak pethungul, virus corona ngapa kowe njedhul..
Mak bedunduk, mak pethungul, aja cedhak-cedhak, awas aja padha ngumpul
Jaga jarak, cuci tangan, pakai masker
Aja lali nyenyuwuna sing banter..
Maju bareng ngelawan corona ben klenger
Ning omah wae.. di rumah saja," pesan Didi Kempot dalam lagu 'Ojo Mudik'.
Kira-kira dalam bahasa Indonesia, begini artinya:
Tiba-tiba saja, tiba-tiba nongol, virus corona kenapa kau muncul
Tiba-tiba saja, tiba-tiba nongol, jangan dekat-dekat, awas jangan kumpul-kumpul
Jaga jarak, cuci tangan, pakai masker
Jangan lupa perbanyak doa
Maju bersama lawan corona
Di rumah saja
• Mengapa Lagu-lagu Didi Kempot Sangat Laku di Kalangan Milenial? Ini Awal Mula Sobat Ambyar Terbentuk
Bukan Sekadar Musisi
Didi Kempot bukan sekadar musisi yang mencetak karya-karya bombastis.
Ia tak sekadar menghibur layaknya entertainer.
Didi Kempot punya cita-cita untuk melestarikan budaya dan membuat anak muda tetap ingat pada tradisi.
Dalam berbagai wawancaranya dengan para pesohor, beberapa kali Didi Kempot menyampaikan cita-cita mulianya tersebut.
Ia juga memiliki empat yang tinggi.
Bersama musisi lain, Didi Kempot galang aksi sosial untuk mengumpulkan dana di tengah pandemi corona.
Wajah dan lagu-lagu Didi Kempot juga sudah wira-wiri menghiasi layar kaca hingga layar lebar.
Lewat lagu-lagunya, kita tak hanya bisa merayakan patah hati dengan irama kendang campursari.
Karya-karya Didi Kempot sering membawa kita 'jalan-jalan'.
Pasalnya, Didi sering menyelipkan nama-nama tempat di lagu-lagunya.
Dalam lagu-lagunya, tersebutkan beberapa tempat seperti 'Stasiun Balapan', 'Pantai Klayar', 'Jembatan Tirtonadi', 'Gunung Api Purba Nglanggran', 'Malioboro', hingga 'Pantai Parangtritis'.
The Godfather of Broken Heart bagi Sad Girl dan Sad Boy
Awal ketenarannya di tahun 2019 lalu, nama Didi Kempot tiba-tiba 'meledak' karena sebutan 'The Godfather of Broken Heart'.
Sejak saat itu, para fans berdatangan.
Fans Didi Kempot menamakan diri sebagai Sobat Ambyar.
Sobat Ambyar pun punya julukan lain yang lebih rinci ke arah gender, yakni Sad Girl dan Sad Boy.
Itu tadi 4 hal yang akan dikenang dari Didi Kempot selain sifat-sifat dan kebaikannya.
Selamat jalan, Didi Kempot. (TribunStyle.com/ Suli Hanna)
• 5 Fakta Didi Kempot, Masih Sempat Gelar Konser Amal dari Rumah hingga Soal Kabar Meninggalnya
• Sempat Nonton Konser Amal Didi Kempot, Presiden Jokowi: Selamat Jalan The Godfather of Broken Heart