Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Virus Corona

Jualan Apa Saat Musibah Corona? Lihat Jelinya Orang Ini Jual Ventilator, Sehari Dapat Rp 587 Miliar

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Li Xiting, orang terkaya di Singapura karena menjual ventilator.

Tes menunjukkan bahwa ventilasi mekanik dapat membantu melakukan pekerjaan paru-paru yang rusak.

Pada 1920-an, dua sarjana Universitas Harvard, Philip Drinker dan Louis Agassiz Shaw, menciptakan bentuk ventilasi baru sebagai pengobatan untuk polio, penyakit yang dalam kasus paling parah melumpuhkan otot paru-paru.

Ventilator ini adalah pendahulu dari "paru-paru besi," yang membungkus pasien dalam sebuah tabung dengan kepala mencuat keluar. 
Ketika tekanan di dalam paru-paru besi diturunkan, paru-paru pasien akan mengembang dan udara akan masuk melalui jalan napas mereka.

Kemudian, tekanan di dalam tabung akan meningkat, mendorong udara keluar dari paru-paru.

Sementara itu, pada tahun 1950-an, selama epidemi polio di Kopenhagen, Denmark, ventilator juga digunakan.

Ventilator yang lebih murah itu secara aktif memompa udara langsung keluar masuk paru-paru.

Ketika satu rumah sakit Denmark memperkenalkan ventilator ini, angka kematian polio turun “hampir semalam” dari lebih dari 80 persen menjadi sekitar 40 persen.

Ventilator. (psb.org)

Dilansir oleh Healthline.com, berikut kondisi pasien yang juga memerlukan ventilator:

  • Koma atau tidak sadarkan diri
  • Cedera otak
  • Paru-paru kolaps
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Overdosis obat
  • Sindrom guillain-barre
  • Infeksi paru-paru
  • Myasthenia gravis
  • Pneumonia
  • Paru-paru prematur pada bayi
  • Cedera tulang belakang bagian atas
  • Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)
  • Infeksi virus corona (Covid-19)

(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

Bantu Ambulans yang Terperosok ke Parit, 2 Warga Ketiban Apes Saat Lihat Isinya Ternyata PDP Corona

TERSUDUT Fakta Mayat Bergelimpangan di Jalan, Presiden Ekuador Nangis & Akui Gagal Tangani Corona