Virus Corona

Harapan Baru di Tengah Darurat Corona! Pemerintah Jokowi Buka Peluang Diskon Untuk Listrik 1.300 VA

Editor: Monalisa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo dan program listrik gratis

TRIBUNSTYLE.COM - Pemerintah masih terus mengupayakan berbagai kemudahan bagi masyarakat Indonesia di tengah darurat virus corona.

Salah satu program pemerintah untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19 adalah pemberian diskon hingga token listrik gratis.

Sebelumnya Presiden Jokowi sudah mengintruksikan pemberian token listrik gratis untuk pelanggan 450 VA.

Sedangkan untuk pelanggan tarif listrik 900 VA bersubsidi akan diberikan diskon 50 persen.

Kini harapan baru di tengah pandemi virus corona kembali mulai digencarkan pemerintah.

Pemerintah Jokowi lewat Kementerian ESDM membuka peluang pemberian diskon listrik 1.300 VA.

Cara Dapat Token Listrik Gratis 3 Bulan, Login www.pln.co.id atau Kirim WhatsApp ke 08122123123

UPDATE Token Listrik Gratis, 10 Juta Pelanggan Sudah Dapat, Simak Cara WhatsApp PLN Agar Tak Gagal

PLN listrik gratis 3 bulan untuk 450 VA dan diskon 50 persen untuk 900 VA (PLN)

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi mengaku, terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan keringanan listrik bagi pelanggan golongan 450 VA dan 900 VA bersubsidi.

Evaluasi yang dilakukan juga mempertimbangkan perkembangan wabah virus corona di Indonesia selama tiga bulan ke depan.

Jika situasinya diperlukan, bukan tidak mungkin pemerintah juga memberikan diskon listrik bagi pelanggan golongan 1.300 VA.

Kementerian ESDM pada dasarnya terus melakukan kajian dan perhitungan matang mengenai kebijakan keringanan tagihan listrik, termasuk potensi untuk diperluasnya kebijakan tersebut ke sektor lain seperti UMKM, bisnis, dan industri.

“Kami tetap siapkan alternatif skenario.

5 Fakta Wajib Diketahui Soal Token Listrik Gratis Selama Corona Merebak, Termasuk Bisa Diperpanjang

Selama tiga bulan kebijakan ini berlangsung, kami terus lakukan review,” tutur Hendra, Selasa (14/4).

Pemerintah juga memastikan bahwa kebijakan keringanan tarif listrik menjangkau 40% masyarakat miskin dan rentan miskin di Indonesia berdasarkan penggunaan data kesejahteraan sosial (DTKS).

Hal ini diharapkan dapat membuat kebijakan tersebut tepat sasaran.

Halaman
1234