Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

5 Fakta Tabrakan Maut di Karawaci, Pelaku Mabuk, Asyik Chatting hingga Korban Sempat Selamatkan Anak

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Fakta-fakta Kecelakaan di Karawaci

Hal tersebut diungkapkan keponakan dari korban, Dearyani Eka Dharma.

Menurut Dearyani Eka Dharma pelaku sempat menganiaya tantenya.

Pasalnya, pelaku tidak terima dengan amarah istri korban.

"Suaminya meninggal tergeletak depan rumah, lalu pelaku tidak terima dia (dimarahi), malah mukul, tarik rambut tante saya, diseret di jalanan, lalu dia pukul, dia tendang ulang-ulang terus sampai orang-orang misahin," kata dia.

Dearyani belum tahu pasti luka yang dialami tantenya akibat amukan pelaku. Saat ini, kata Dearyani, tantenya masih depresi.

"Tante masih depresi karena kematian om saya. Masih nangis, masih belum bisa ditanya juga," kata dia.

4. Korban selamatkan anak

Keponakan korban, Dearyani mengatakan kejadian bermula saat korban jogging sore di kawasan perumahan Lippo Karawaci bersama anak dan hewan peliharaannya.

Namun, baru saja berjarak empat rumah dari rumah korban, tiba-tiba sebuah mobil berjenis Honda Brio melaju kencang ke arah anak Andre. 

"Jalan-jalan sore sama anaknya dan anjing-anjingnya jogging sore, dari rumah sekitar empat rumah dari situ, ada mobil Brio dengan kecepatan tinggi hampir menabrak anaknya," kata Dearyani kepada Kompas.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (31/3/2020).

Korban sempat menyelamatkan sang anak. Andre langsung menarik tubuh anaknya untuk menghindar dari mobil yang dikemudikan Aurelia Margaretha Yulia (26).

Namun, nahas bagi Andre, dia justru tak bisa menghindar dari benturan keras mobil yang dikemudikan Aurelia.

"Om saya melihat itu langsung ditarik anaknya, ditarik karena mau nyerempet dia (anak korban) akhirnya yang kena Om saya dan anjing peliharaannya," kata Dearyani.

Dearyani juga mengatakan benturan mobil ke arah pamannya itu sangat keras. 

Halaman
1234