Karen Pooroe Bagikan Potret Pelukan Terakhir dengan Jasad Anaknya: 'Arogansimu Membawa Maut!'

Penulis: Yuliana Kusuma Dewi
Editor: vega dhini lestari
Karen Pooroe memeluk jasad anaknya (kiri), Arya Claproth (kanan)

Arya lantas menanggapi dirinya yang disebut Karen Pooroe pengecut lantaran terus bungkam.

"Jangan saya diam dianggap takut, dianggap pengecut," ujarnya.

Dirinya balas menantang untuk menggunakan pendeteksi kebohongan.

"Sekarang kita tanding kita pakai lie detector.

Daftarkan nama-nama anda yang bilang semua janggal itu sini, maju loe semua, kita tanya," tegasnya.

Arya mengatakan dugaan-dugaan yang menyebut dirinya pembunuh sang anak sudah merusak namanya.

"Apakah Arya adalah pembunuh dari Zefania tidak benar!

Kalau jawaban saya benar bukan pembunuh apa ganjarannya buat kalian, apa?

Kalian sudah jelek-jelekin nama saya," kata Arya Claproth.

Namun jika dugaan tersebut benar, dia berani menghadapi hukuman mati.

"Tapi kalau jawabannya saya salah kalau bohong, seketika boleh hukum mati saya.

Karena ini urusan nyawa, saya berani taruhan nyawa disini," lanjutnya. (Tribunstyle.com/Yuliana Kusuma)

Arya Claproth Terus Bungkam Soal Kematian Anak, Karen Pooroe Sebut Tak Ada Itikad Baik: Pengecut

POPULER Arya Claproth Akhirnya Buka Suara Terkait Kematian Sang Putri: Saya Berani Taruhan Nyawa