TRIBUNSTYLE.COM - Begini cara keji BR ayah kandung yang bunuh dan buang jasad anaknya ke gorong-gorong hingga tak ada orang yang melihat.
Hanya gara-gara merenggek meminta uang untuk kegiatan study tour, BR tega membunuh putri kandungnya sendiri, DS.
BR mengaku telah mencekik DS yang masih duduk di bangku SMP ini hingga tewas.
Kini setelah ditetapkan sebagai tersangka, BR pun menceritakan bagaimana dirinya bisa membuang jasad putrinya ke gorong-gorong depan SMP di Tasikmalaya.
Tak hanya itu, cara BR yang membuang putrinya ke gorong-gorong pun terkesan rapi.
Pasalnya saat pria 45 tahun ini memasukkan paksa tubuh kecil DS, tak ada seorang pun yang melihat.
• Cekik Anak Hingga Tewas, Ayah Kandung Ternyata Sempat Pura-pura Lupa Ingatan & Tidak Ikut Pemakaman
• Sadis, Ayah Buang Mayat Anaknya Sendiri di Gorong-gorong Setelah Ribut Uang Study Tour Rp 400 Ribu
Kini setelah dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Tasikmalaya Kota, Kamis (27/2/2020) terkuak sudah cara keji BR membunuh dan membuang jasad sang anak.
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto pun telah memaparkan kronologi pembunuhan DS oleh BR.
Awalnya, DS yang baru pulang sekolah pergi ke tempat kerja ayahnya di Jalan Laswi, Kamis (23/1/2020).
Dia bermaksud meminta uang Rp 400 ribu untuk biaya study tour. Namun, BR hanya memiliki uang Rp 200 ribu.
Ia lalu berutang dan mendapatkan uang tambahan Rp 100 ribu.
Jadi, BR memberi DS uang Rp 300 ribu
"Tapi korban merengek ingin diberi penuh Rp 400 ribu," kata Anom.
BR lalu mengajak anaknya itu ke rumah kosong yang tak jauh dari tempat kerjanya. Pasalnya, ia dan DS memang sedang membicarakan urusan keluarga.
Ia tak ingin rekan kerjanya tahu apa yang dibicarakan.
Di rumah kosong tersebut, DS keukeuh minta uang study tour tersebut secara penuh.
BR kemudian kesal dan emosinya terpancing.
"Dia secara spontan mencekik leher korban hingga kehabisan nafas," ujar Anom.
DSkemudian lemas setelah dicekik.
Tentu saja, BR panik mengetahui kondisi putri sulungnya.
Saat diperiksa, ternyata DS sudah tak bernyawa.
BR lalu memutuskan kembali ke tempat kerjanya saat petang.
Hingga akhirnya, sekitar pukul 22.30 WIB, dia kembali ke rumah kosong tersebut.
BR membawa tubuh putri kandungnya yang sudah tak bernyawa naik sepeda motor.
Caranya, ia mengikatkan tubuh DS ke tubuhnya.
• Hal Sepele Inilah yang Picu Emosi Ayah Kandung Tega Bunuh Putrinya & Membuangnya di Gorong-gorong
Saat itu cuaca sedang hujan lebat. Namun, BR tetap menerjang guyuran air hujan.
Ia lalu membawa DS ke gorong-gorong depan SMP Negeri 6 Kota Tasikmalaya.
BR kemudian memasukkan mayat putrinya ke dalam gorong-gorong tersebut secara paksa.
Bagian kaki DS dimasukkan lebih dulu hingga masuk sekitar dua meter.
"Ia bermaksud memasukkan jasad korban ke dalam gorong-gorong, agar warga menyangka korban mengalami musibah hanyut," kata Anom.
Setelah melakukan aksi keji itu, BR lalu pulang ke rumahnya di Jalan Cikalang, Kecamatan Tawang.
Sebelumnya, BR juga sempat diperiksa sebagai saksi.
Ia dimintai keterangan, kemudian diperbolehkan pulang.
Pasalnya, saat itu belum ada bukti.
Saat diperiksa, pernyataan BR selalu berubah-ubah.
"Namun setelah turun hasil autopsi dan disinkronkan dengan perkembangan penyelidikan selama ini, disimpulkan bahwa tersangkanya mengarah kepada BR," ujar Anom.
BR ditangkap Selasa (25/2/2020) dini hari di rumahnya di Jalan Cikalang.
Dia harus meringkuk di tahanan Mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Ia dikenai pasal 80 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan ditambah 5 tahun karena status ayah kandung.
Kronologi Penemuan Mayat Delis
Warga Jalan Cilembang, Kota Tasikmalaya digegerkan dengan penemuan mayat perempuan ABG, Senin (27/1/2020) sore.
Diketahui, mayat tersebut adalah DS (13).
Ia ditemukan sudah terbujur kaku di gorong-gorong depan SMP Negeri 6.
Ternyata, ABG yang tinggal di Kampung Sindanggalih, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi sudah hilang sejak Kamis (23/2/2020).
Saat itu, ia pamit untuk berangkat sekolah. Namun, sejak saat itu ia tak pernah lagi pulang lagi ke rumah.
Penemuan mayat DS bermula dari mampetnya saluran gorong-gorong di depan SMP Negeri 6.
Warga yang penasaran akan penyebab mampetnya gorong-gorong kemudian mencoba memeriksa.
Betapa terkejutnya mereka mendapati ada tubuh manusia.
"Saat gorong-gorong dibongkar polisi ternyata di dalamnya betul ada mayat perempuan. Masih remaja," ujar Asep (23), warga sekitar.
Saat itu juga, warga langsung melapor temuan tersebut ke kepolisian.
Tiba di lokasi, petugas langsung membongkar bagian atas gorong-gorong.
Mereka lalu membuat lubang berdiameter sekitar 60 cm.
Saat proses pengangkatan itu, warga mulai berdatangan.
Arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian pun langsung macet.
Akhirnya, polisi memasang police line.
Saat diangkat, korban masih mengenakan seragam pramuka dan sepatu basket khas sekolah.
Tas sekolah yang berisi buku pelajaran juga masih menempel di belakang tubuh korban.
WT (46), ibu kandung korban menangis histeris melihat mayat dalam gorong-gorong yang ternyata adalah DS.
Saat proses evakuasi, ia berada di lokasi didampingi sanak saudaranya.
Tentu saja, sejumlah keluarga mencoba menenangkan WT
Selama ini, WT hanya hidup berdua bersama kedua anaknya.
Ia telah bercerai dengan suaminya.
DSadalah sulung dari dua bersaudara.
Jasad Delis langsung dibawa ke RSU dr Soekardjo. WT pun ikut serta. (TribunJabar.id/Firman Suryaman)
Sebagian artikel ini sudah tayang di TribunJabar.com dengan judul Mengapa Tak Ada yang Lihat saat Budi Buang Mayat Anaknya di Depan Sekolah?