TRIBUNSTYLE.COM - Selain masalah asmara, uang Rp500 ribu juga menjadi pemicu pengeroyokan Audrey oleh 12 siswi SMA di Pontianak.
Rupanya tak hanya masalah cowok yang melatarbelakangi pengeroyokan Audrey (14) oleh 12 siswi SMA di Pontianak.
Usut punya usut, gara-gara utang Rp500 ribu yang dimiliki salah satu orangtua pelaku pada orangtua Audrey membuat seorang pelaku tersinggung.
Ternyata, Audrey sering menyindir soal utang Rp500 ribu tersebut.
Padahal, utang tersebut sudah dikembalikan oleh orangtua pelaku.
• Hasil Visum Organ Vital Audrey Normal, Korban Pengeroyokan Siswi SMA Pontianak Didiagnosis Depresi
Namun, Audrey masih kerap mengungkit perkara utang tersebut hingga membuat pelaku tersinggung.
Sementara itu, kondisi Audrey, korban pengeroyokan oleh 12 siswi SMA di Pontianak didiagnosis mengalami awal depresi pasca trauma.
Meski hasil visum tidak menunjukkan adanya luka berarti, trauma yang dialami Audrey tidak akan mudah menghilang.
Hal ini disampaikan oleh Kapolres Pontianak, Kombes M Anwar Nasir dalam konferensi pers di hadapan awak media, Rabu (10/4/2019).
Dalam pernyataannya, Anwar Nasir menjelaskan jika Audrey mengalami depresi awal.
"Hasil diagnosa dan terapi pasien, diagnosa awal depresi pasca trauma," jelasnya, dikutip TribunStyle.com dari TribunPontianak.com, Rabu (10/4/2019).
Ibu Audrey, Lilik juga mengungkapkan jeritan hatinya.
Lilik menceritakan trauma yang dialami Audrey sangat dalam.
• Update Terbaru Lengkap Pengeroyokan Audrey oleh 12 Siswi SMA, Fakta Hasil Visum hingga Masalah Utang
Bahkan, asma Audrey akan kambuh setiap mengingat pengeroyokan yang dialaminya.
"Keadaan psikologisnya masih traumatik, masih terganggu fisiknya.
Alhamdulillah lebam-lebamnya berkurang. Tapi masih sesak napas kalau dia mikir orang-orang itu karena dia ada asma," terang Lilik.
Ibu Audrey pun mengaku tak ingin berdamai dengan pelaku penganiayaan putrinya.
"Saya tidak mau damai, saya mau lanjutkan agar pelaku dapat efek jeranya," ungkapnya.
Lilik mengaku mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar.
Menurutnya, KPPAD Kalbar tidak pernah menyarankan agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.
"Harapan saya supaya kepolisian bersikap adil.
Saya ingin kasus ini dikawal sampai selesai.
Bagaimana nanti hukuman untuk anak-anak ini, yang penting mereka jera," pungkasnya.
Sebelumnya dikabarkan, Audrey menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswi SMA, trauma parah dirasakan oleh bocah SMP ini.
Mirisnya, dalam pengeroyokan ini, bagian organ vital Audrey dicolok secara sadis oleh salah seorang pelaku untuk membuatnya menjadi tidak perawan.
Akibatnya, bagian organ vital Audrey membengkak.
• Reaksi Audrey, Korban Pengeroyokan 12 Siswi SMA Dijenguk Ifan Seventeen, Sempat Menangis
Kondisi terkini Audrey masih dalam trauma berat.
Kendati demikian, Audrey perlahan mulai bangkit dan memohonkan doa untuk kesembuhannya.
Audrey kini menjalani perawatan intensif.
Seiring dengan insiden pengeroyokan Audrey ini, tagar #JusticeForAudrey menjadi trending topik dunia di Twitter.
Banyak yang meminta adanya tindakan hukum yang tegas bagi pelaku.
(TribunStyle.com / Salma Fenty Irlanda)