Gempa Sulawesi Tengah

45 Orang Ditangkap, Ini Daftar Barang yang Dijarah Mulai dari TV hingga Mesin ATM di Gempa Palu

Penulis: anggraini nurul fatimah
Editor: Desi Kris
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

South China Morrning Post tulis penjarahan di Palu pasca tsunami dalam sebuah artikel beritanya

TRIBUNSTYLE.COM - Masih dalam suasana duka pasca gempa dan tsunami yang melanda Palu, Jumat (23/9/2018) lalu.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 SR, setelah itu diikuti tsunami.

Tsunami melanda kota Palu dan Kabupaten Donggala pukul 17.02 WITA.

Kerusakan dan korban jiwa terus bertambah setiap harinya.

Disangka Hilang, Pramugari Ini Bagikan Cerita Dirinya Selamatkan Diri dari Tsunami Palu

Namun suasana duka yang masih menyelimuti kota Palu dan sekitarnya malah dimanfaatkan sebagian orang untuk melakukan aksi kejahan mereka.

Para pelaku memanfaatkan keadaan tersebut untuk melancarkan aksi kejahatan mereka.

Banyak rumah dan kendaraan bermotor hingga toko-toko yang ditinggal pemiliknya untuk mengungsi dan menyelamatkan diri pasca gempa dan tsunami di Palu.

Dikutip Tribunstyle dari Kompas.com, Polresta Palu telah menangkap 45 orang yang diduga sebagai pelaku penjarahan minimarket, gudang, serta ATM.

Sutopo Purwo Nugroho Lawan Kanker di Tengah Gempa Palu Donggala, Raisa Balas Tweet Humas BNPB Begini

Bersama dengan mereka, polisi mengamankan puluhan jenis barang bukti dan alat yang digunakan pelaku saat beraksi.

“Sebanyak 45 pelaku penjarahan yang selama ini meresahkan masyarakat Kota Palu, Sulawesi Tengah, akhirnya berhasil dibekuk. Para pelaku merupakan kelompok penjarahan sejumlah fasilitas umum, seperti kios, minimarket, ataupun gudang elektronik yang ditinggal pergi oleh para pemiliknya saat gempa terjadi,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di halaman Mapolresta Palu, Selasa (2/10/2018).

Menurut polisi, sebagian pelaku yang ditangkap merupakan residivis dan narapidana dari Lapas Petobo yang kabur saat gempa terjadi.

Ikut Mengungsi Bersama Warga Palu, Adelia Pasha Panik Saat Terjadi Gempa Susulan

Aksi mereka dinilai meresahkan karena barang-barang yang diambil bukanlah kebutuhan pokok yang dibutuhkan darurat pasca-bencana.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sendiri sempat mempersilakan warga mengambil bahan-bahan pangan dan sandang dari sejumlah toko dan minimarket.

Namun dia membantah itu berarti boleh menjarah.

Berikut tribunstyle kutip dari kompas.com, inilah daftar barang-barang bukan pangan dan sandang yang dijarah dari toko, minimarket, pusat perbelanjaan hingga gudang elektronik yang didata polisi:

1. Televisi, komputer hingga kulkas

Televisi, komputer hingga kulkas yang disita sebagai barang bukti dijarah dari sejumlah pusat perbelanjaan dan gudang elektronik dengan lokasi yang berbeda-beda.

2. Sepeda Motor

Polisi menyebutkan, para pelaku mengambil sepeda motor yang ditinggalkan pemiliknya.

Setidaknya, ada belasan unit sepeda motor yang disita polisi dari penangkapan 45 pelaku penjarahan di Palu ini.

Diduga, banyak mobil juga turut dijarah.

3. Mesin ATM

Bukan sekadar membobol ATM, tak tanggung-tanggung para pelaku juga membawa kabur mesin ATM. "Mereka beraksi di ATM centre. Barang bukti linggis dan peralatannya, termasuk mesin ATM BNI dalam kondisi utuh," ungkap Dedi.

Dedi menambahkan, para pelaku menjalankan aksinya secara berpindah-pindah dengan target lokasi yang ditinggal pergi para pemiliknya pascagempa bumi dan tsunami terjadi.

Polisi mengimbau masyarakat untuk bisa ikut membantu menjaga keamanan pascagempa dengan secepatnya melapor kepada polisi jika mendengar atau melihat aksi penjarahan. (TribunStyle.com/Anggraini Nurul Fatimah)

Jangan lupa Like dan Subsrcibe !