Ingin Meminimalisir Membentak si Kecil? Ini Tips Ampuh Redam Amarah!

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

TRIBUNSTYLE.COM - Apakah Moms sering membentak Si Kecil?

Moms mungkin sebenarnya tidak ingin membentak.

Tetapi hingga di satu titik, kelakuan Si Kecil memancing emosi dan teriakan pun keluar dari mulut.

Kebiasaan membentak Si Kecil tentu tidak baik, tetapi kadang Moms merasa itu dibutuhkan untuk mendisiplinkan mereka.

Padahal, ada beberapa cara mengasuh yang tak perlu membuat Moms membentak Si Kecil.

Meski Terbaring Lemah di Rumah Sakit, Chand Kelvin Tak Lupakan Kewajiban Ibadahnya, Banjir Pujian

Ngefans Berat Sama Ayu Ting Ting, Putri Denada Bahagia Dijenguk Oleh Idolanya

Kamu Perlu Tahu, Bayi Ternyata Bisa Marah dan Kesal Pada Orangtua, Ini Penyebabnya!

1. Kenali apa yang memicu Moms untuk membentak

Berteriak tidak terjadi tiba-tiba.

Biasanya membentak merupakan respons terhadap perilaku tertentu.

Dengan kata lain, ada sesuatu yang memicu Moms melakukan itu pada Si Kecil.

Jika Moms mengetahui apa pemicunya, maka akan lebih mudah untuk menghindarinya.

"Cari tahu apa pemicu tersebut, karena hal tersebut berbeda-beda antar orangtua," kata Nina Howe, profesor pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar di Concordia University.

Alihkan apa yang membuat Moms bisa membentak pada sesuatu lain.

"Kesadaran diri sendiri akan membantu Anda membuat pilihan yang lebih baik, seperti menyiapkan makanan untuk makan malam," tambahnya.

2. Beri Si Kecil peringatan

Misalnya, Si Kecil mengulur-ulur waktu tidur atau berkelahi di dalam mobil dengan sang adik.

Tegaskan kepada anak dengan mengatakan Moms 'tak ingin berteriak untuk mendapatkan perhatian. Namun, jika tidak mendengarkan sekarang, mungkin membentak akan terjadi.

Peringatan yang tenang itu terkadang cukup untuk meredam perilaku Si Kecil.

3. Ajarkan pelajaran setelahnya

Berteriak itu bukan bentuk komunikasi, karena Moms lantang terhadap kekhawatiran dan membuat anak-anak menutup diri daripada mendengarkan.

Tetapi, melatih kontrol diri akan memberikan pesan yang lebih kuat secara keseluruhan.

"Sebuah pembelajaran akan datang kemudian, dan itu jauh lebih efektif ketika Anda lebih tenang," kata Judy Arnall, ahli perkembangan anak dan penulis buku parenting.

Moms jadi dapat membicarakannya kepada Si Kecil, menjelaskan apa yang diharap dari perilaku mereka, dan konsekuensinya akibat melakukan sesuatu.

4. Jadilah proaktif

Jika di pagi hari selalu menjadi ajang berteriak, misalnya, persiapkan dengan matang di malam sebelumnya.

Ellana Sures, konselor klinis memberikan contoh bahwa ia benar-benar mengajak dua putrinya ke tempat tidur memakai kaos kaki.

Sehingga dia tidak perlu terus-terusan merengek dan kemudian berteriak tentang kaus kaki di pagi hari.

Trik sederhana ini telah membuat perbedaan besar pada keinginan untuk membentak Si Kecil.

Contoh lain dari bersikap proaktif mungkin bisa dengan bentuk lain seperti membawa makanan ringan untuk menghindari Si Kecil merengek dan tetap sibuk saat Moms membereskan rumah.

5. Sesuaikan harapan 

Dengan Si Kecil, menjaga harapan yang realistis adalah kuncinya.

Sures mengatakan, "Alasan orangtua berteriak adalah karena harapan yang tinggi pada anak ketika kita sedang melaksanakan sesuatu."

Ini terjadi padanya pada musim liburan misalnya, ketika Si Kecil menjadi pemberontak, duduk dan menolak untuk berjalan-jalan di sebuah lokasi wisata.

Sures mengatakan itu terasa seperti kegagalan dalam pengasuhan, ketika apa yang diharapkan orangtua tak berjalan sebagaimana mestinya pada Si Kecil.

Saran ini berlaku untuk skenario yang lebih sederhana juga.

Atur rencana yang lebih pendek dengan tugas dan daftar kegiatan yang lebih sedikit, dan berikan perintah secara bertahap, bukan sekaligus.

Artikel ini dipublikasikan Nakita dengan judul "Tak Ingin Lagi Membentak Si Kecil? Ini Tips Ampuh Redam Amarah Moms"

Yuk subscribe YouTube TribunStyle.com :