TRIBUNSTYLE.COM - Seringkali kita menemukan tren fashion yang memiliki kecenderungan konyol.
Apalagi kalau lihat tren yang satu ini.
Bayangkan saja, gimana rasanya kalau ada sebuah tato di wajah?
• Bukan Bhayangkara FC, tapi Klub Liga 1 Ini yang Juara di Linimasa Twitter, Netter: Tim Jagoan Sosmed
Sebelum membayangkannya, kita semua tahu, freckle yang merupakan bintik-bintik kecil pada wajah yang dihasilkan oleh sel melanosit, kerap mengganggu penampilan.
Mereka yang kulit wajahnya dipenuhi frackle kerap menutupi bintik - bintik itu.
Tapi sekarang kondisinya sudah berbeda.
Hanya butuh sedikit agar bintik - bintik tersebut terlihat cantik dengan teknik makeup AstroFrecks.
Tren AstroFrecks bermula dari kreasi pembuat tato kosmetik Jessica Knapik yang berasal dari Michigan, Amerika Serikat.
Knapik membuat tato freckle di wajah kliennya dengan seni wajah semi permanen.
Dari situlah kemudian Knapik menyulapnya seperti bintang yang bersinar.
Knapik mengatakan pada Bustle:
"Ide Astrofreks berasal dari kesukaan saya kepada kristal."
"Sama seperti kalian yang mengirimkan pesan dan harapan kepada alam semesta."
"Saya juga menyukai hal-hal dengan makna tersembunyi."
"Dengan cara ini kalian bisa mendapatkan tanda astrologi Ibumu, ayahmu, nenekmu, dan banyak penghormatan."
Bintik-bintik diaplikasikan dengan teknik tato kosmetik, yang berbeda dengan teknik tato biasa.
Tekniknya dengan mencampur berbagai pigmen, aplikasi, dan teknik tato pada kulit.
Selain itu, teknik ini juga memperhatikan aspek kecantikan, bentuk wajah, bentuk alis.
“Tato kosmetik ini semi permanen, jadi hapus saja jika kalian memang tidak menyukainya," kata Knapik.
Teknik AstroFrecks dari Knapik semakin populer dan menjadi tren di Instagram.
Kunci dari AstroFrecks adalah tentang fluiditas dan memastikan penempatan bintik-bintik tidak terlalu kaku.
Knapik mencoba memastikan setiap bintik berbeda ukuran, bentuk, dan warna.
Sebelum menato, Knapik memasukkan warna yang berbeda ke wajah kliennya.
Ini bertujuan untuk mendapatkan rona yang tepat dan memastikan menempatkannya di area kulit yang terpapar sinar matahari lebih banyak.
Hasil akhirnya, titik-titik tersebut akan memancarkan cahaya ketika terkena sinar matahari.
Tertarik untuk mencobanya?
(TribunStyle/Yohanes Endra)