Berita Viral
Sopir Bus Primajasa yang Terlibat Laka di Tol Cikampek Sudah Pulang, Ini Alasan Polisi Tak Menahan
Alasan polisi tidak menahan Heri, sopir bus Primajasa yang terlibat kecelakaan maut di tol Jakarta-Cikampek.
Editor: Ika Putri Bramasti
TRIBUNSTYLE.COM - Alasan polisi tidak menahan Heri, sopir bus Primajasa yang terlibat kecelakaan maut di tol Jakarta-Cikampek.
Viral di media sosial polisi menahan Heri sopir bus Primajasa yang terlibat kecelakaan maut di Tol Cikampek, Senin (8/4/2024).
Kabar tersebut langsung dibantah Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Kusmayadi.
Ia memastikan jika berita di media sosial dilakukan penahanan terhadap Heri merupakan hoaks.
Baca juga: Percakapan Pilu Heri, Sopir Bus Primajasa saat Telepon Usai Laka Tol Cikampek: De, Bapak Ditahan
Polres Karawang tidak menahan Heri sopir bus Primajasa yang terlibat dalam kecelakaan maut di kilometer 58 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Senin (8/4/2024).
"Kita pastikan itu hoaks kalau sopir itu ditahan," kata Kusmayadi, Selasa (9/4/2024).
Heri kemarin datang ke Polres sebagai saksi. Kusmayadi menerangkan polisi hanya meminta keterangan kesaksian dari Heri.
"Hanya dimintai keterangan kronologi untuk keperluan olah TKP. Dan saat ini untuk faktanya masih didalami petugas," kata dia.
Usai dilakukan pemeriksaan, kata Kusmayadi, sopir bus Primajasa itu pun langsung pulang dari Mapolres Karawang.
"Pulangnya itu sore, bukan dipulangkan tapi memang sudah pulang tepatnya. Karena tidak dilakukan penahanan kemarin juga, melainkan hanya dimintai keterangan sebagai saksi," kata.
Heri merupakan salah satu yang selamat dari kecelakaan maut di jalan tol Jakarta - Cikampek, Desa Duren, Kecamatan Klari, Karawang, Jawa Barat, Senin (8/4/2024) pagi.
Dua orang yang berada di sebelah kirinya, mengalami luka - luka begitu bagian depan bus dihantam Gran Max.
Heri mengatakan, saat itu ia sedang mengendarai bus Primajasa dari arah Bandung menuju Jakarta.
Ketika itu jalur Bandung arah Jakarta tengah dilakukan contraflow dua lajur yang digunakan pemudik dari arah Jakarta menuju timur.
"Terus tiba-tiba ada Gran Max menghindari dan menabrak bagian depan keluar dari jalur contra flow. Saya coba menghindari ke kiri," kata Heri.
Lalu, kata Heri, di bagian belakang seperti ada kendaraan lain juga dan menabrak bagian kiri.
Dalam kejadian itu sebanyak 12 penumpang di mobil gran max tewas terbakar di dalam mobil.
Artikel ini diolah dari TribunJateng.com
Sumber: Tribun Jateng
| Kekacauan Pecah di Bus Antarnegara Singapura-Kuala Lumpur Saat Penumpang Panik Lihat Percikan Api |
|
|---|
| Mimpi Jadi Nyata: Wanita Muda Singapura Miliki Rumah Sendiri Senilai 16,8 Miliar Rupiah |
|
|---|
| Pria 32 Tahun Dijatuhi 15 Tahun Penjara Usai Serang Pasangan dengan Pisau di Hutan |
|
|---|
| Jack Hibbert, Petugas Muda Yang Ditembak di Kepala Saat Serangan Bondi, Kini Pulang Dari Rumah Sakit |
|
|---|
| Kevin Wee Jadi Tunawisma Selama Natal untuk Mengumpulkan Dana bagi Anak Berkebutuhan Khusus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Alasan-polisi-tidak-menahan-Heri.jpg)