Breaking News:

5 Cara Mengatasi Anak yang Suka Membully Teman, Jangan Mentang-mentang Bak Putra Vincent Rompies

Berikut 5 cara mengatasi anak yang suka membully teman, jangan mentang-mentang bak putra Vincent Rompies.

Tayang:
Tribun Bengkulu
Berikut 5 cara mengatasi anak yang suka membully teman, jangan mentang-mentang bak putra Vincent Rompies. 

TRIBUNSTYLE.COM - Kabar mengejutkan datang dari anak Vincent Rompies yang diduga melakukan perundungan dan kekerasan bersama teman-teman sekolahnya.

Tidak hanya melakukan perundungan, anak Vincent Rompies yang bergabung dengan sebuah geng bernama Geng Tai (GT) juga melakukan tindak kekerasan.

Termasuk menyundut kulit dengan rokok hingga terbakar, serta memukul menggunakan kayu.

Aksi ini pun membuat orang tua khawatir jika anak-anak mencontoh hal tidak baik ini.

Untuk itu penting dalam mengawasi anak agar tidak mentang-mentang dan tidak menjadi pembully.

Berikut 5 cara mengatasi anak yang suka membully teman, jangan mentang-mentang bak putra Vincent Rompies.

1. Ajari hargai perbedaan

orang tua perlu mengajarkan anak untuk bisa memahami perbedaan.
orang tua perlu mengajarkan anak untuk bisa memahami perbedaan. (YouTube/Viva Frei)

Baca juga: 5 Film Terbaik Vincent Rompies: Mendadak Dangdut, Preman in Love, Tarzan ke Kota, Pretty Boys

Dalam sebuah penelitian, anak yang suka membully temannya terjadi karena perbedaan ras, agama, penampilan, hingga status ekonomi.

Sebagai cara mengatasi perilaku yang suka membully ini, orang tua perlu mengajarkan anak untuk bisa memahami perbedaan.

Dengan begitu, anak dapat lebih menghargai orang lain.

Sebagai contoh, orang tua dapat memberitahukan bahwa mengejek seseorang, baik itu karena penampilan, kondisi fisik, atau status ekonomi, merupakan tindakan yang buruk.

Kamu juga bisa mengajak anak mendatangi panti asuhan atau komunitas anak berkebutuhan khusus agar ia bisa berinteraksi secara langsung dengan anak-anak yang berbeda.

Dengan begitu, ia bisa lebih memahami perbedaan.

2. Jadilah contoh yang baik

Orang tua adalah guru terbaik untuk anak.
Orang tua adalah guru terbaik untuk anak. (sweetsharing.com)

Orang tua adalah guru terbaik untuk anak.

Jadi sebagai orang tua perlu melakukan hal yang baik dan bijak.
Misalnya jangan menanggapi suatu masalah dengan kekerasan atau sikap agresif.

Saat anak berbuat salah, jangan berikan hukuman fisik, seperti memukul, mengurungnya dalam waktu lama, atau bahkan menampar.

Hindari juga berteriak dan membandingkan anak dengan orang lain.

Karena tindakan tersebut dapat membuat anak menjadi agresif karena kesulitan mengelola emosinya.

Sebagai orang tua perlu menghadapi anak dengan tenang dan tahu cara tepat untuk mendisiplinkannya agar anak bisa mengelola emosi dan tidak membully temannya.

3. Kenali pergaulan anak

Salah satu alasan anak jadi pembully karena dirinya pernah menjadi korban penindasan di lingkungan tempat ia bergaul.
Salah satu alasan anak jadi pembully karena dirinya pernah menjadi korban penindasan di lingkungan tempat ia bergaul. (hellomagazine.com)

Salah satu alasan anak jadi pembully karena dirinya pernah menjadi korban penindasan di lingkungan tempat ia bergaul.

Sehingga di tempat berbeda, anak ingin menunjukkan kekuatannya dengan bersikap agresif kepada orang lain.

Maka dari itu, kenali semua teman di lingkungan pergaulan dan pastikan anak aman dari penindasan, yang bisa menjadi cara untuk mencegah anak agar tidak jadi pembully.

4. Bantu anak mengelola emosi

Anak-anak belum memahami untuk mengelola emosinya dengan baik.
Anak-anak belum memahami untuk mengelola emosinya dengan baik. (huffingtonpost.co.uk)

Anak-anak belum memahami untuk mengelola emosinya dengan baik.

Saat ia merasa sedih, kecewa, marah, atau menahan emosi negatif serupa, biasanya akan ada bentuk pelampiasan, salah satunya membully.

Untuk mencegah anak agar tidak jadi pembully, coba mulai bantu anak untuk dapat mengenal apa yang dirasakannya dan bagaimana merepresentasikannya.

Sebagai orang tua, jangan merasa segan dalam bertanya bagaimana perasaan anak hari ini.

Dengan begini, orang tua bisa mengenal emosi anak dengan lebih baik, apakah sedang senang, sedih, atau merasa takut.

5. Jangan mempermalukan anak

Hindari mempermalukan anak dihadapan teman-temannya dan media sosial.
Hindari mempermalukan anak dihadapan teman-temannya dan media sosial. (adweek.com)

Hindari mempermalukan anak dihadapan teman-temannya dan media sosial.

Karena hal tersebut membuat image pada anak jika mempermalukan orang itu boleh dilakukan.

Sejatinya mempermalukan adalah bentuk intimidasi dan tidak boleh digunakan untuk mendisiplinkan.

(TribunStyle.com/Ika Bramasti).

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
pembullyVincent RompieskekerasanTribunEvergreen
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved