Berita Viral
Perusahaan Ini Pindah ke Daerah Terpencil Diduga agar Karyawannya Keluar, Enggan Bayar Pesangon?
Chang menuduh mantan atasannya memindahkan kantor ke pegunungan terpencil agar karyawan berhenti tanpa harus membayar kompensasi apa pun.
Penulis: Amirul Muttaqin
Editor: Amirul Muttaqin
TRIBUNSTYLE.COM - Sebuah biro iklan China memindahkan kantornya dari kota ke daerah pegunungan terpencil.
Mantan karyawan menuduh hal itu dilakukan untuk memaksa para karyawan mengundurkan diri.
Dengan begitu, pihak kantor tidak perlu memberikan pesangon kepada mereka.
Seperti apa kisah lengkapnya?
Baca juga: Kerja Kulakukan Jodoh Kudapatkan 6 Tahun Jadi Karyawan, Wanita Ini Menikah dengan Bos Sendiri
Dilansir Oddity Central pada 15 Januari 2024, kasus ini digambarkan sebagai salah satu taktik paling ekstrem untuk memaksa karyawan agar mengundurkan diri.
Sebuah perusahaan periklanan yang berbasis di pusat kota Kota Xi'an, Provinsi Shanxi, China, diduga memindahkan kantornya dari kota ke daerah pegunungan pedesaan dengan pilihan transportasi yang sangat terbatas.
Tudingan tersebut dilontarkan oleh seorang mantan karyawan yang mengaku sebagian besar stafnya meninggalkan perusahaan karena kondisi kerja yang baru.
Pria tersebut, yang dikenal sebagai Chang, mengatakan bahwa perusahaan memberi tahu mereka bahwa mereka harus melakukan perjalanan ke kantor baru di Pegunungan Qinling.
Untuk menuju ke sana, karyawan memerlukan perjalanan dua jam sekali jalan.
Ditambah lagi pilihan transportasi yang sangat terbatas bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi.
“Rekan-rekan saya yang tidak memiliki kendaraan harus bergantung pada bus yang berangkat setiap tiga jam dan kemudian berjalan tiga kilometer lagi melalui jalur pegunungan untuk mencapai kantor,” kata Chang.
Dia menambahkan bahwa naik taksi dari kereta terdekat menghabiskan biaya sekitar 60 yuan (Rp131.000) dan perusahaan menolak untuk menanggung biayanya.
Lokasi baru tersebut disinyalir tidak hanya terpencil namun juga minim fasilitas dasar sehingga memaksa pegawai perempuan harus bepergian ke desa terdekat hanya untuk menggunakan toilet umum.
Banyaknya anjing liar di kawasan tersebut juga membuatnya tidak aman, terutama setelah gelap.
Namun meski ada banyak keluhan dari karyawan, manajemen menolak melakukan apa pun terhadap situasi tersebut.
Akhirnya, setelah beberapa kali pengaduan yang gagal kepada atasan, 14 dari 20 karyawan, termasuk Chang, mengajukan pengunduran diri mereka.
Namun, hanya empat hari kemudian, mereka terkejut saat mengetahui bahwa perusahaan tersebut telah pindah kembali ke Kota Xi'an dan secara aktif mencari karyawan baru.
Mereka menuduh mantan atasannya pindah kantor agar mereka berhenti tanpa harus membayar kompensasi apa pun.
Setelah cerita ini menjadi viral, perusahaan periklanan tersebut membantah klaim tersebut.
Mereka mengancam akan menuntut mantan karyawannya karena memfitnah reputasi perusahaan.
“Sewa di Kawasan Pusat Bisnis mahal, dan kantor baru sedang direnovasi.
Kami mengoperasikan sebuah homestay, jadi kami pindah sementara ke sana selama seminggu,” kata seorang perwakilan perusahaan kepada SCMP.
Baca juga: Ibu Labrak Karyawan Minimarket, Buntut Dugaan Jual Makanan Kedaluwarsa: Anakku Mau Mati Jadinya
Namun, mantan karyawan tersebut kini menuduh perusahaan meremehkan situasi tersebut.
Dia mengklaim bahwa mereka diberitahu bahwa lokasi pegunungan terpencil tersebut akan berfungsi sebagai kantor pusat perusahaan untuk waktu yang lama, mungkin lebih dari satu tahun.
Di media sosial China, sebagian besar komentar berpihak pada mantan karyawan.
Mereka menuduh perusahaan melakukan praktik manipulatif, dan bahkan melanggar kontrak kerja standar, yang menentukan lokasi kerja.
Mengubah lokasi kantor tanpa persetujuan karyawan merupakan pelanggaran kontrak.
(TribunStyle/ Amr)
Sumber: TribunStyle.com
| Gubernur Kaltim Disorot! Video Lama Main HP Saat Didemo Viral Lagi, Melanie Subono Beri Sindiran |
|
|---|
| Nasib di Ujung Tanduk! Dilema Ribuan Guru Honorer Tak Digaji, Terjebak Labirin Aturan Kemenpan-RB |
|
|---|
| Siap-Siap Sayonara PTN Se-Indonesia! Nasib Peserta UTBK Pakai Joki di Unesa: Blacklist Seumur Hidup |
|
|---|
| Hindari Lonjakan Harga Pangan, BGN Pastikan Menu MBG Tak Disamakan, Dadan: Pasti Tekanannya Tinggi |
|
|---|
| Dunia Soroti Pernyataan Menkeu Purbaya Soal Tarif Kapal di Selat Malaka, Respon Menlu Singapura |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Ilustrasi-hutan-pegunungan-pedesaan.jpg)