Breaking News:

Berita Viral

TERNYATA Anak dari Jasad yang Akan Dipindah di Bogor Sudah Didatangi Lewat Mimpi: Minta Cepet Pindah

Sebelum dipindahkan, anak pemilik jasad di Bogor sudah sering didatangi lewat mimpi, sudah tak kuat minta pindah.

Tayang:
Editor: Dhimas Yanuar
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Sebelum dipindahkan, anak pemilik jasad di Bogor sudah sering didatangi lewat mimpi. 

TRIBUNSTYLE.COMPuluhan makam yang berlokasi di Desa Kalong I dan Desa Kalong II, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor kini telah dipindahkan.

Diketahui bekas lahan makam ini bakal digunakan oleh PLN.

Tokoh masyaralat setempat, Ustaz Tatang Sumantri menceritakan beberapa kisah menarik selain jasad utuh dan wangi.

Ia mengungkap bahwa saat ini ada 36 makam yang sudah berhasil dipindahkan termasuk tujuh jasad utuh dan wangi melati.

Satria, Ketua RT 07 Desa Kalong I Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, menunjukkan makam warga yang jasadnya masih utuh, Selasa (5/9/2023). Makam-makam ini harus dipindahkan karena tergusur proyek PLN.
Satria, Ketua RT 07 Desa Kalong I Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, menunjukkan makam warga yang jasadnya masih utuh, Selasa (5/9/2023). Makam-makam ini harus dipindahkan karena tergusur proyek PLN. (Tribunnews Bogor/Muamarrudin Irfani)

Namun, kata dia, sebelum proses pemindahan makam dilakukan sempat ada warga yang didatangi sosok yang menyerupai jasad yang sudah dimakamkan tersebut.

"Dari ke 36 itu yang dua pertama yang dipindahin sering datang ke anaknya," ungkapnya.

Ia menegaskan, jika dua sosok ini bukanlah bagian dari 7 jasad yang utuh dan wangi.

Namun orang lain yang juga dimakamkan di lokasi pemakaman yang sama.

Baca juga: MIMPI Keluarga yang Meninggal Hidup Lagi hingga Dengar Dentuman, Warga di Bima Nekat Bongkar Makam

"Itu yang dua, dipindahinnya duluan mungkin karena gak kuat kali ya, udah pengen pindah bilang sama anaknya. Datangin ke anaknya," kata ak Ustaz

Menurutnya, saat ini seluruh jasad yang kini sudah dipindahkan makamnya diyakini sudah lebih tenang lantaran tak terganggu dengan proyek yang kini sedang dikerjakan oleh pemilik lahan.

"Insyaallah nggak ada (aneh-aneh), justru istilahnya beliau senang juga dipindahin. Soalnya kalau nggak dipindahin kebisingan juga si, sekarang aja udah mulai. Beko, doser," ujarnya pada TribunnewsBogor.com, Minggu (10/9/2023).

Ia melanjutkan, Kedua jasad tersebut ialah jasad yang dipindahkan lebih dulu dibandingkan yang lainnya.

Meskipun begitu dirinya mengatakan saat ini semuanya sudah baik-baik saja dan setiap kali jasad akan dimakamkan ke tempat persemayaman barunya masyarakat tetapi melakukan tradisi seperti pemakaman baru pada umumnya.

"Pas dimakamkannya pakai tradisi juga, istilahnya selamat pindah di tempat baru, di adzanin, doain juga," pungkasnya.

....

Diketahui pembongkaran ini terjadi pada ratusan makam warga yang sebagian berada di tanah wakaf desa di Desa Kalong I dan Kalong II, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Mereka harus dipindahkan ke tempat lain mulai Selasa (5/9/2023) kemarin lantaran kena tergusur proyek PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

Total ada 211 makam yang harus dipindah warga. Dari ratusan makan yang dipindah ini, ada tujuh makam yang saat dilakukan pemindahan, jasadnya masih utuh dan wangi.

Satria, Ketua RT 07 Desa Kalong I Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, menunjukkan makam warga yang jasadnya masih utuh, Selasa (5/9/2023). Makam-makam ini harus dipindahkan karena tergusur proyek PLN.
Satria, Ketua RT 07 Desa Kalong I Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, menunjukkan makam warga yang jasadnya masih utuh, Selasa (5/9/2023). Makam-makam ini harus dipindahkan karena tergusur proyek PLN. (TribunBogor)

Jasad yang dimakamkan di pemakaman tersebut bukan jenazah baru karena sudah berusia lebih dari 20 tahun lebih.

Jasad yang masih utuh saat dipindahkan tersebut adalah jenazah Sanijan, Suarma, Nurjanah, Sama, Mariam, Tarmudi, dan Supendi.

Ketujuh jasad yang masih utuh tersebut lima diantaranya berasal dari satu keluarga dengan dirinya.

Kelima jasad tersebut terdiri dari kakeknya yang bernama Sanijan, kemidian ayahnya bernama Suarma, kakaknya bernama Nurjanah, dan adik dari ayahnya yakni Mariam dan Sama.

Baca juga: PILU Pria Menangis di Makam Istri, Curhat Bingung Jalani Hidup Tanpanya: Aku Nyari Kamu Gak Ada

Sedangkan dua jasad yang masih utuh lainnya ialah Supendi dan Tarmudi.

Dari tujuh jasad tersebut, dua jasad diantaranya menebarkan aroma wangi seperti bunga ketika dibongkar.

"Yang wangi itu jasad bapak saya, Suarma, sama kakak saya Nurjanah, wanginya kayak melati gitu," ujar Satria, Ketua RT 07 Desa Kalong I, kepada wartawan, Selasa (5/9/2023).

Dia mengaku tak mengetahui penyebab jasad keluarganya masih utuh dan wangi ketika dibongkar.

Dia juga mengaku tidak mengetahui amalan apa yang dimiliki oleh keluarga besarnya sehingga meskipun sudah dimakamkan sejak lama namun masih dalam kondisi utuh dan wangi.

Namun yang pasti, kata dia, dalam kesehariannya ia mengenal ayah dan kakaknya adalah sosok yang baik.

"Bapak saya bekerja sebagai pandai besi. Nah untuk keseharian itu menurut saya anak dari bapak baik, engga tahu kalau menurut pandangan orang, untuk ibadah itu ke kewajiban jadi bapak sering ibadah dan bersosialisasi dengan baik," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, salah satu jasad yang masih utuh ketika dibongkar adalah guru ngaji di kampung tersebut.

"Itu yang masih utuh Mariam, Mariam itu adik dari bapak saya, memang profesi sebagai guru ngaji," tuturnya.

Sementara itu jasad lainnya sudah dalam kondisi tidak utuh karena termakan usia.

"Yang masih utuh itu kemarin ada tujuh, semuanya ini udah dimakamkan sekitar 20 sampai 30 tahun lalu," ujarnya kepada wartawan, Selasa (5/9/2023).

Menurut Koordinator Lapangan Proyek PLN, Ahmad Ferdiansyah ketika ditemui wartawan, makam-makam yang dipindah tersebut sudah dibebaskan oleh PLN dan ahli waris juga sudah setuju dipindah. 

“Posisi makam yang sudah selesai dibayar pembebasan lahannya, kemudian dari ahli waris sudah menyetujui dipindahkan,” kata dia.

Makam warga yang terdampak proyek PLN berada di Desa Kalong 1 dan 2. Selasa kemarin sudah 38 makam yang dipindah dari Desa Kalong I.

Sesuai data semua makan yang dipindah mencapai 211 makam. Sedangkan di Desa Kalong II baru dilakukan oleh sekitar 5 ahli waris.

Pihak PLN memfasilitasi proses pemindahan ini mulai dari batu nisan dan sebagainya.

(*)

Artikel diolah dari TribunnewsBogor.com

Penulis: Wahyu Topami

Sumber: Tribun Bogor
Tags:
berita viral hari iniBogormakamPLN
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved