Berita Viral
TRAGEDI Kecelakaan Pesawat Ayah & Anak, Terekam Minum Bir saat Anak Pegang Kemudi, Istri Bunuh Diri
Viral video tragis ayah dan anak, terekam santai minum bir dan membiarkan anak memegang kemudi pesawat, kini keduanya tewas kecelakaan pesawat.
Penulis: Dhimas Yanuar Nur Rochmat
Editor: Dhimas Yanuar
TRIBUNSTYLE.COM - Innalillahi, viral video ayah yang nekat biarkan anak mengemudikan pesawat.
Nahasnya video ini disebut mencerminkan insiden kecelakaan yang terjadi pada ayah dan anaknya tersebut.
Pria yang bekerja sebagai peternak itu terlihat menenggak sebotol bir saat di dalam pesawat.
Belum lagi sang anak yang masih berusia 11 tahun terlihat mengemudikan pesawat pribadi sang ayah.

Pria dalam video tersebut adalah Garon Maia, 42, dan putranya, Francisco.
Dilansir dari StraitTimes pada Minggu (6/8/2023) mereka tewas ketika pesawat Beechcraft Baron 58 yang mereka gunakan jatuh.
Pesawat bermesin ganda itu jatuh pada 29 Juli di hutan antara negara bagian Rondonia dan Mato Grosso, Brasil.
Dirundung pilu yang besar, istri dari Garon Maia, Pridonik nekat bunuh diri dengan pistol.
Pridonik melakukan perilaku nahas itu beberapa jam setelah suami dan anak tirinya dimakamkan pada 1 Agustus.
Baca juga: Pesawat Delay 18 Jam, Pria Ini Sabar Menunggu, Syok Setelah Masuk Mau Berangkat: Tinggal Aku Doang!
Pihak berwenang disebut sedang menyelidiki kejadian.
Para penyelidik mengatakan bahwa dalam video yang viral bisa saja mencerminkan keadaan sebelum kecelakaan.
Dalam video tersebut, Francisco terlihat mengendalikan pesawat saat lepas landas.
Diketahui Garon merekam video saat mereka lepas landas di sebuah landasan pacu tanah, dengan memberikan instruksi kepada sang anak.
“Tunggu, semuanya sudah siap? Tidak ada apa-apa di depan, oke."
"Ayo, 600 kuda, kamu bisa dorong. 600, Kiko, pergilah,” terdengar Garon memberikan instruksi.
“Lepas tuasnya, lepaskan tuasnya. Jaga tanganmu di sana dan lihat kecepatannya,” katanya, saat pesawat terbang ke langit.
Beberapa saat kemudian, saat pesawat mulai meluncur, Garon terlihat menenggak sebotol bir.
“Penumpang dapat meminumnya kan, Kiko?” dia berkata.
Penyelidik kecelakaan mengatakan pada 29 Juli, Garon terbang dari peternakannya di Nova Conquista.
Kemudian dia berhenti di bandara di Vilhena untuk mengisi bahan bakar.
Garon berencana untuk menerbangkan Francisco kembali ke Campo Grande, Mato Grosso do Sul tempat bocah itu tinggal bersama ibunya dan bersekolah, lapor Daily Mail.
Pesawat lepas landas pada pukul 17.50 dan jatuh delapan menit kemudian.
“Pesawat itu jatuh sangat dekat dengan tanah yang dibajak."
"Dia tidak punya waktu untuk mendarat,” laporan berita mengutip seorang saksi mengatakan.
Penyelidik sedang mencoba untuk menentukan apakah putranya yang menerbangkan pesawat ketika jatuh.
....
Kecelakaan lain: Penyalamatan dramatis tahun ini mungkin terjadi pada 4 bocah selamat dari kecelakaan pesawat di Kolombia ini.
Empat bocah yang di antaranya anak berusia 13 tahun, 9 tahun, 4 tahun, dan 12 bulan ini berhasil bertahan hidup selama 40 hari padahal berada di hutan Amazon.
Mirisnya, selain 4 bocah selamat ini, penumpang lainnya meninggal di tempat saat kecelakaan pesawat yang terjadi pada Senin, (1/5/2023) lalu.
Empat anak asli Kolombia ini pada awalnya dilaporkan hilang selama enam minggu usai kecelakaan pesawat.
Bagaimana mereka bertahan hidup?

Dilansir dari DailyMail pada Sabtu (10/6/2023) mereka adalah kakak beradik, Lesly, 13 tahun, Soleiny, 9 tahun, Tien Noriel, 4 tahun, dan bayi 12 bulan Cristin.
Mereka dikabarkan terjatuh dan selamat dari kecelakaan pesawat ringan Cessna pada 1 Mei lalu, ketika pesawat diyakini gagal mesin.

Kecelakaan itu menewaskan sang ibu dari anak-anak yang selamat tersebut, dia bernama Magdalena Mucutui Valencia.
Selain sang ibu, termasuk pilot dan pemimpin adat disebut tewas di tempat.
Baca juga: MIRIS Bocah di Bone Terasingkan saat Wisuda TK, Orangtua Tak Mampu Bayar Toga, Duduk Jauh dari Teman

Pada awal kecelakaan, anak-anak kecil ini disebut tak ditemukan di sekitar bangkai pesawat.
Dilaporkan oleh militer Kolombia, hilangnya 4 bocah ini membuat para petugas melakukan operasi pencarian besar-besaran di hutan lokal bagian tenggara Kolombia tersebut.
Bocah dan penumpang pesawat disebut berasal dari kelompok Pribumi Uitoto.
Saat ditemukan, 4 anak ini dikatakan mengalami dehidrasi berat dan digigit oleh serangga, tetapi kondisi mereka baik, lapor BNO News.
Kakek dari anak-anak yang hilang tersebut mengatakan kepada Noticias Caracol bahwa dia sangat berterima kasih kepada para tentara.
Sang kakek bersyukur karena telah dibantu untuk menemukan mereka yang masih kecil-kecil itu.
Nenek mereka menambahkan:
'Saya tidak pernah kehilangan harapan, saya selalu mendukung pencarian."
"Saya merasa sangat senang, saya berterima kasih kepada Presiden (Kolombia) Petro dan 'orang-orang sebangsa' saya yang melewati begitu banyak kesulitan.'
Presiden Kolombia Gustavo Petro juga berbagi kabar baik di Twitter.
Gustavo menulis pesan bahagia:
"Kegembiraan bagi seluruh negeri!"
"Keempat anak yang hilang 40 hari lalu di hutan Kolombia masih hidup."
Kakek dari anak-anak melanjutkan pernyataannya mengatakan:
"Ya, anak-anak itu telah ditemukan, tetapi saya perlu penerbangan atau helikopter untuk pergi dan segera menjemput mereka."
Anggota masyarakat adat mengadakan upacara adat 'berbicara kepada hutan' dan memintanya untuk menyerahkan anak-anaknya, menurut pemerintah.
Kronologi penemuan
Gambar satelit sebelumnya mengungkapkan bahwa anak-anak tersebut berjalan menjauhi bangkai pesawat.
Lalu tim penyelamat menemukan beberapa barang-barang yang mereka tinggalkan.
Di antaranya sepasang sepatu dan popok - serta tempat berlindung sementara dan buah yang setengah dimakan.
Pemimpin dari kelompok masyarakat adat Huitoto mengungkapkan harapan bahwa pengetahuan anak-anak tentang buah-buahan dan keterampilan bertahan hidup di hutan akan memberi mereka peluang yang lebih baik untuk ditemukan dalam keadaan hidup.
Kronologi pesawat jatuh
Pada pagi hari tanggal 1 Mei, sebuah pesawat Cessna 206 meninggalkan kawasan hutan Araracuara menuju kota San Jose del Guaviare di Amazon Kolombia.
Beberapa menit setelah mulai perjalanan sejauh 350 km, pilot melaporkan masalah pada mesin dan pesawat menghilang dari radar.
Antara 15 dan 16 Mei, tentara menemukan jasad tiga orang dewasa dan puing-puing pesawat.
Korban meninggal disebut terjepit secara vertikal di vegetasi yang lebat, ada yang hidungnya hancur.
Tetapi anak-anak - Lesly, 13, Soleiny, sembilan, Tien Noriel, empat, dan bayi Cristin - hilang.
(*)
(Tribunstyle/Dhimas)
Sumber: TribunStyle.com
Viral Pemuda di Jepang Pacari Wanita 83 Tahun, Tak Masalah Beda Usia Jauh, Terungkap Awal Mula Kenal |
![]() |
---|
Kisah Wanita Jepang Pilih Tinggal di Rumah Penuh Sampah Usai Suami Wafat, Padahal Aset Melimpah |
![]() |
---|
Momen Bahagia Annisa Pohan Quality Time Bareng Keluarga di Jepang, Penampilan Almira Buat Salfok |
![]() |
---|
Sama-sama Cerdas, Anak Kembar di China Raih Skor Identik saat Ujian Masuk Kampus, Ortunya Bangga |
![]() |
---|
Pesona Memed Brewog Dijuluki 'Thomas Alva Edi Sound', Pelopor Sound Horeg, Kantung Mata Bikin Salfok |
![]() |
---|