Berita Viral
'Rampok Aku!' Pegawai SPBU Ini Minta Dirampok Agar Bisa Pulang Kerja Lebih Cepat: Aku Sudah Lelah
Pegawai SPBU di Amerika Serikat ini membuat skenario perampokan agar dirinya bisa pulang cepat dari pekerjaannya.
Penulis: Amirul Muttaqin
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Pegawai SPBU di Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat dituduh melakukan perampokan karena merasa lelah dan butuh alasan untuk pulang kerja lebih awal.
Dilansir Oddity Central, pada tanggal 5 Juni 2023, Isaias Jones menelepon Departemen Kepolisian Tulsa bahwa seorang pria bertopeng telah masuk ke toko pom bensin tempat dia bekerja.
Pria bertopeng itu mengeluarkan senjata api, dan mengancam akan menembaknya jika dia tidak memberikan semua uangnya di koper.
Baca juga: ASTAGHFIRULLAH Teganya Residivis di Tasikmalaya Rampok Rumah Tetangga, Nenek Tua Disumpal & Dianiaya
Jones diduga menurut dan perampok bertopeng itu pergi dengan tergesa-gesa.
Kamera pengintai mengonfirmasi versi petugas tentang kejadian tersebut, tetapi rekaman itu juga membantu polisi mengidentifikasi perampok.
Ketika mereka berhasil menangkapnya, mereka mengetahui bahwa kasus ini lebih dari yang mereka yakini.
Pada 8 Juni 2023, polisi berhasil menangkap perampok tersebut, seorang pria yang kemudian diidentifikasi sebagai Steven Jones.
Dia tidak memiliki hubungan dengan pegawai, Isaias Jones, tetapi dia memberi tahu penyelidik bahwa bukan dia yang merencanakan perampokan itu.
Rupanya, seorang wanita bernama Alyia Locke yang ternyata adalah teman kedua pria yang terlibat dalam kasus ini, telah meminta Steven untuk merampok toko tersebut, karena Isaias, sang pegawai, merasa lelah dan ingin pulang lebih awal.
Locke ditangkap karena surat perintah yang beredar dan mengkonfirmasi versi perampok, bahkan memberikan teks antara dirinya dan kedua pria itu sebagai bukti.
Pegawai muda itu juga ditangkap dan akhirnya membenarkan bahwa dia memang meminta Alyia Locke untuk mencari seseorang untuk merampok pom bensin karena dia lelah dan butuh alasan untuk pulang lebih awal.
Isaias Jones saat ini didakwa dengan penggelapan dan persekongkolan untuk melakukan kejahatan.
Sementara itu, Steven Jones didakwa dengan persekongkolan untuk melakukan penggelapan dan kepemilikan senjata api.
Keduanya dibebaskan dengan jaminan, sementara Locke tetap berada di Penjara Tulsa dan dapat menghadapi tuduhan penggelapan.
Baca juga: Terlilit Utang Pinjol Rp 16 Juta, Remaja Nekat Rampok Minimarket, Siram Karyawan dengan Bensin
Kisah perampokan viral juga terjadi di California beberapa waktu sebelumnya.
Dilansir TribunStyle.com dari Times Now News pada Senin, 29 Mei 2023, Michael Armus merupakan pria asal California.
Pada hari Senin, ia pergi ke Bank of the West yang terletak di Woodland.
Michael Armus hendak menyetor cek.
Di waktu yang bersamaa, seorang pria masuk.
Ia menyerahkan catatan kepada teller.
Tak cuma itu, pria tersebut turut mengatakan bahwa ia memiliki bahan peledak.
Jika teller tidak memberinya uang, ia bakal meledakkan bank.
Michael Armus menyadari aksi perampokan tersebut.
Ia lalu mendekati si perampok.
Belakangan terkuak kalau Michael Armus mengenalnya.
Sosok perampok ternyata Eduardo Placensia.
Ia merupakan mantan tetangga Michael Armus.
Eduardo Placensia tampak kesal mendapati Michael Armus mengenalinya dan ikut campur tangan.
Michael Armus kemudian bertanya apa yang membuat Eduardo Placensia sampai nekat merampok.
Ia menduga mantan tetangganya itu butuh uang karena tak punya pekerjaan.
"Jadi saya hanya mendekatinya dan saya bertanya kepadanya 'Ada apa? Kamu tidak punya pekerjaan"," tanya Michael Armus.
Eduardo Placensia mengaku tak ada apapun di kota ini untuknya.
Ia sepertinya mulai frustasi hingga inginkan dibui saja.
"Dia berkata 'Tidak ada apa pun di kota ini untukku. Tidak ada apa-apa di kota ini untukku. Saya hanya ingin masuk penjara," lanjutnya.
Michael Armus kemudian mencoba menghibur Eduardo Placensia.
Ia mengajaknya keluar sebentar.
Mereka pun berpelukan di luar bank tepat saat polisi tiba.
"Jadi saya membawanya keluar dan saya memeluk pria itu di sini, di depan pintu," jelas Michael Armus.
Baca juga: KISAH Polisi Ditembak Perampok, Uang Rp 293 Ribu Diambil, Korban Koma 33 Tahun Akhirnya Meninggal
Di pelukan Michael Armus, Eduardo Placensia menumpahkan air matanya.
Tak berapa lama, polisi datang untuk menangkapnya.
"Dia mulai menangis, dan kemudian saya menjauh darinya dan semua polisi datang.
Tidak ada sirene, hanya lampu di mana-mana," imbuhnya.
Eduardo Plasencia pada akhrinya dipenjara di Yolo County California atas tuduhan percobaan perampokan.
Michael Armus berkata dia sedang mempertimbangkan untuk mengunjungi kenalan lamanya itu.
Ia mengaku sebenarnya tidak mengenal secara dekat dengan Eduardo Placensia.
Michael Armus hanya mengenali wajahnya saja.
"Seperti 25, 20 tahun yang lalu, dia tinggal di kompleks apartemen yang saya tinggali.
Saya tidak mengenalnya, tetapi saya pernah melihatnya," katanya.
"Dia adalah teman putri saya. Itu memecahkan kebekuan bagi saya," pungkas Michael Armus.
(TribunStyle/Amr/Febriana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/pencuri-kembalikan-uang-driver-ojol-setelah-tahu-ia-anak-yatim.jpg)