Breaking News:

Berita Viral

TERKUAK Motif Kasus Mutilasi Warga Solo, Rekan Kerja Tapi Ada Cinta Segitiga: Sakit Hati dan Kesal

Akhirnya terkuak motif kasus mutilasi badan terpisah di Solo dan Sukoharjo, tersangka Suyono adalah rekan kerja korban, diduga karena sakit hati.

Editor: Dhimas Yanuar
istimewa
Pelaku pembunuhan R, warga Solo yang potongan tubuhnya ditemukan di Sukoharjo dan Solo 

TRIBUNSTYLE.COM - Akhirnya terkuak sudah misteri mayat terpotong empat bagian di Solo dan Sukoharjo.

Polisi berhasil mengungkap misteri tersebut setelah 7 hari mencari pelaku dan motifnya.

Polres Sukoharjo bersama Polresta Solo dibackup Ditreskrimum Polda Jateng menangkap tersangka pembunuhan dan mutilasi.

Motif pelaku diduga karena sakit hati dan ada rasa kesal sehingga habisi nyawa korban lalu memotong 4 bagian tubuhnya.

Pelaku pembunuhan R, warga Solo yang mayatnya dimutilasi akhirnya ditangkap polisi
Pelaku pembunuhan R, warga Solo yang mayatnya dimutilasi akhirnya ditangkap polisi (TribunJateng.com - TribunSolo.com/Anang Ma'ruf)

Tersangka bernama Suyono alias Yono (50) warga Laweyan, Kota Solo.

Yono ditangkap setelah membunuh rekan kerjanya sendiri yakni Rohmadi alias Madun (51), kemudian memutilasi dan membuang mayatnya di beberapa anak Sungai Bengawan Solo.

"Tersangka atas nama Suyono pekerjaan buruh, tinggal di Laweyan."

"Dari penemuan mayat, tujuh hari berhasil kita ungkap," kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam konferensi pers di Mapolres Sukoharjo, Selasa (30/5/2023).

Baca juga: DITANGKAP! Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Warga Solo yang Mayatnya Dimutilasi, Ternyata Rekan Korban

Luthfi menyampaikan, untuk motif pertama sakit hati, kesal, dan melakukan pembunuhan dengan cara memukul pakai besi dan dipotong menjadi beberapa bagian.

Dia mengungkapkan, pembunuhan itu terjadi Jumat (19/5/2023) sekira pukul 01.00 WIB  di sebuah toko mebel yang terletak di Jalan Ir Soekarno, Dukuh Ngasinan, Nomor 36, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

"Tersangka lebih dulu membunuh korban dengan memukul menggunakan pipa besi."

"Setelah meninggal dunia, pelaku kemudian memutilasi korban dan dimasukkan ke dalam empat kantong plastik dan dibuang di tempat terpisah," ungkapnya.

Diketahui, potongan tubuh korban ditemukan di sejumlah titik yakni Jembatan Ngasinan Kwarasan, Jembatan Ngeblak, Jembatan Ngruki Cemani, hingga Jembatan Pringgolayan.

"Tersangka ditangkap Minggu (28/5/2023) sekitar pukul 13.00 WIB di Dukuh Widorejo, Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo," jelasnya.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti mulai sepeda motor milik korban, pipa besi sepanjang 30 sentimeter, pisau pemotong, helm warna hitam, kaus pendek, dan celana jens milik pelaku.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP atau 338 KUHP atau Pasal 339 KUHP atau Pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Cinta segitiga?

Polisi untuk saat ini menduga kalau pembunuhan itu karena cinta segitiga.

Dugaan motif tersebut sampai membuat pelaku tega melakukan dugaan aksi mutilasi yang dilakukan terhadap korban yang saat ini diyakni berinisial R, warga Keprabon, Solo.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Sigit mengatakan dugaan motif tersebut didapat setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap lebih kurang 20 saksi.

Dari situ ditemukanlah dugaan tersebut. 

"Untuk saksi sudah 20 orang lebih diperiksa," kata Sigit kepada TribunSolo.com, Sabtu (27/5/2023).

Sigit mengatakan dugaan motif saat ini sementara mengarah ke kisah cinta segitiga. 

Polisi pun sampai saat ini masih coba untuk mendalami itu

"Motif sementara kisah cinta segitiga maupun utang piutang," kata dia. 

"Kita masih dalami," imbuhnya.

Temuan Golok

Sebelumnya, Polisi menemukan sejumlah bukti baru dalam penyelidikan kasus mutilasi pria bertato naga yang potongan tubuhnya ditemukan di wilayah Sukoharjo dan Solo.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Sigit, mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan hingga hari ketujuh, pihaknya mendapati sejumlah fakta baru.

"Korban memiliki kendaraan, sepeda motor bebek warna hitam. Korban kredit meminjam KTP temannya, sudah lunas setelah kita klarifikasi," kata dia, kepada TribunSolo.com, Sabtu (27/5/2023).

Selain itu, Kapolres menjelaskan pihaknya juga menemukan adanya golok yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus mutilasi itu, dimana saat ini masih dalam pendalaman.

Dia menerangkan untuk temuan golok masih dalam proses pendalaman.

Berdasarkan keterangan salah satu saksi, golok itu dipinjam oleh seseorang ke tetangganya.

"Golok atau pisau dikirim ke Labfor sambil menunggu hasilnya, salah satu yang bisa membantu dalam kasus ini," terang dia.

"Yang meminjam golok didalami, biar ada faktanya. Yang memiliki golok sudah kita mintai keterangan, tetangga korban di Keprabon," imbuh AKBP Sigit.

Sementara itu, soal temuan motor, pihaknya juga menemukan plat nomor motor.

Setelah dicek, plat nomor itu memiliki kecocokan karena diketahui atas nama teman korban yang dipinjam KTP-nya.

"Posisi motor masih kita cari dan anggota masih di lapangan," paparnya.

Lebih jauh, Kapolres menambahkan setidaknya sudah ada 20 orang lebih yang diperiksa terkait kasus ini. Dari puluhan saksi itu, ada sejumlah saksi yang menurutnya bisa membuat kasus ini terang.

(*)

(Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti)

Diolah dari Tribunmuria.com

Penulis: Muhammad Sholekan

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
viralberita viral hari iniSoloSukoharjomutilasi
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved