Berita Viral
ASTAGFIRULLAH! Warga Keracunan Hidangan Hajatan, Alami Diare hingga Kejang-kejang, Dilarikan ke RS
PILU warga Karanganyar alami keracunan hidangan hajatan, kondisi warga memilukan kini dilarikan ke RS
Editor: Putri Asti
TRIBUNSTYLE.COM - INNALILLAHI! warga Karanganyar keracunan hidangan hajatan.
Tak ada yang menyangka pasca menikmati hidangan hajatan, warga Karanganyar mengalami kejang-kejang.
Bahkan banyak warga yang harus dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya yang terus drop.
Diketahui, ada tiga warga yang menjalani rawat jalan pasca memakan hidangan hajatan.
Beberapa kondisi warga terlihat lemas tak berada di kasur.
Lantas seperti apa kondisi korban dan bagaimana kejadiannya?
Tiga orang warga Desa Munggur Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar masih menjalani rawat inap di rumah sakit usai mengalami gejala keracunan makanan.
Baca juga: Pesta Nikah Berubah Jadi Petaka, Nasi Kotak Jadi Penyebab, Warga Keracunan Sebelum Acara Dimulai
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada 57 orang yang mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan yang disajikan saat acara hajatan pada Kamis (11/5/2023) siang.
Dari jumlah tersebut 14 orang menjalani rawat inap dan sisanya menjalani rawat jalan.
Bidan Desa Munggur, Silvia Kulama Sari menyampaikan, warga mulai mengeluhkan mual, muntah, pusing, demam hingga kejang-kejang usai menghadiri hajatan warga.

Warga yang mengalami gejala tersebut lantas minum obat yang dibeli dari apotek, memeriksakan ke faskes dan ada yang langsung menjalani rawat inap di rumah sakit.
"Sampai Selasa (16/5/2023) siang, masih ada yang rawat inap, tiga orang.
Satu di PKU, dua di RSUD Karanganyar," katanya kepada Tribunjateng.com saat mengecek kondisi warga yang mengalami keracunan, Selasa (16/5/2023) siang.
Dia menuturkan, dua orang yang menjalani rawat inap di RSUD merupakan seorang ibu dan anaknya yang masih berumur 4 tahun.
Sedangkan warga yang menjalani rawat jalan saat ini masih dalam pemantauan petugas puskesmas dan bidan desa.
"Yang rawat jalan masih mengkonsumsi obat dari tenaga kesehatan.
Ada yang masih mual, muntah dan pusing.
Tapi alhamdulillah sudah membaik dan masih dalam pemantauan," terangnya.
Baca juga: Fakta-fakta Keluarga Presiden Jokowi Hampir Keracunan Buah di Labuan Bajo, Baru Tahu 3 Jam Sebelum
Saat ditanya penyebab keracunan tersebut, lanjut Silvi, belum bisa dipastikan karena masih menunggu hasil laboratorium sampel makanan.
Sebelumnya petugas Puskesmas Mojogedang II dan petugas DKK Karanganyar telah mengambil sampel makanan di rumah yang menggelar hajatan untuk dilakukan uji laboratorium.
"Ada lebih dari 10 sampel yang diambil, ada makanan kering dan basah.

Sampai saat ini belum ada hasilnya," tuturnya.
Dari pantauan di Dusun Pojok, terlihat bidan desa didampingi perangkat desa mengecek kondisi warga yang telah diperbolehkan pulang ke rumah usai menjalani rawat inap di rumah sakit.
Warga, Purwanto mengungkapkan, putrinya, Purwanti Maesraoh menjalani rawat inap di puskesmas terdekat selama 4 hari.
Setelah kondisi sang anak membaik, terangnya, akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah dan menjalani rawat jalan Senin (15/5/2023) kemarin.
"Rawat inap hanya anak, saya tidak.
Kondisi anak saat ini alhamdulillah sudah ada perbedaan tapi masih mual," tuturnya.
Sementara itu Slamet menerangkan, masih mengalami mual usai menjalani rawat inap di rumah sakit selama 4 hari.
Baca juga: 3 SOSOK Tersangka Kasus Ibu dan 2 Anak di Bekasi Tewas Keracunan, Pembunuh Berantai, Satu Ikut Minum
Semula dia merasa sakit perut usai menghadiri hajatan warga.
Gejala tersebut dirasakannya usai menyantap sosis yang disajikan saat acara hajatan.
"Muntah-muntah, berak.
Kemudian karena tidak mampu terus opname ke rumah sakit," jelasnya.
Pesta Nikah Berubah Jadi Petaka, Nasi Kotak Jadi Penyebab, Warga Keracunan Sebelum Acara Dimulai
Seharusnya jadi hari bahagia, pesta pernikahan di Sragen justru berubah jadi hari petaka.
Penyebabnya adalah makanan yang hidangkan oleh pihak tuan rumah.
Warga yang mencicipi makanan tersebut keracunan.
Mereka merasakan gejala keracunan seperti mual, muntah hingga diare.
Baca juga: Makan Telur Orak-arik Buatan Nenek, Bocah Keracunan, Padahal Puji Enak, Terkuak Kesalahan Fatalnya

Dilansir dari Tribun Solo, tuan rumah mulanya menyediakan nasi kotak hantaran.
Nasi kotak itu kemudian dibagikan untuk warga sekitar.
Namun nahas, tak selang beberapa lama warga justru keracunan usai mencicipi nasi kotak tersebut.
Camat Sambirejo, Didik Purwanto mengatakan, hajatan warga Dukuh Kebon Loji, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen tetap berlangsung.
Dimana menurutnya hajatan tersebut digelar pad hari ini, Minggu (30/4/2023).
"Hajatan besok, hari H-nya besok (Minggu), tetap berlangsung, tetapi tadi sudah diberikan pendampingan dan edukasi," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (29/4/2023).
Pihaknya bersama petugas kesehatan telah mendatangi rumah warga yang akan menggelar hajatan pada Sabtu siang.
Ia kemudian mengimbau kepada warga untuk lebih berhati-hati dalam memasak atau menyajikan makanan yang akan disajikan kepada tamu.
Hal itu agar bahan makanan dipisahkan, dan beli bahan yang baru agar kejadian kali ini tidak terulang kembali.
"Kita edukasi untuk kehati-hatian, makanan yang akan disajikan berikutnya tentu sudah harus dipisahkan, bukan lagi bahan makanan yang kemarin," kata Dia.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 280 warga mengalami keracunan makanan.
Kebanyakan mereka mengeluh mual, muntah hingga diare setelah makan rendang daging sapi.
Dari jumlah warga yang mengeluhkan sakit, 11 diantaranya di-opname di rumah sakit dan puskesmas.
Sedangkan, kondisi warga yang di-opname sudah mulai membaik. (TribunJateng.com/ Agus Iswandi)
Berita iini telah diolah oleh TribunJateng.com
Sumber: Tribun Jateng
Viral Pemuda di Jepang Pacari Wanita 83 Tahun, Tak Masalah Beda Usia Jauh, Terungkap Awal Mula Kenal |
![]() |
---|
Kisah Wanita Jepang Pilih Tinggal di Rumah Penuh Sampah Usai Suami Wafat, Padahal Aset Melimpah |
![]() |
---|
Momen Bahagia Annisa Pohan Quality Time Bareng Keluarga di Jepang, Penampilan Almira Buat Salfok |
![]() |
---|
Sama-sama Cerdas, Anak Kembar di China Raih Skor Identik saat Ujian Masuk Kampus, Ortunya Bangga |
![]() |
---|
Pesona Memed Brewog Dijuluki 'Thomas Alva Edi Sound', Pelopor Sound Horeg, Kantung Mata Bikin Salfok |
![]() |
---|