Berita Viral
Menggeram Bak Kera, Diduga Karena Nekat Kerja pada Hari Nyepi di Bali, Kuli Ini Kerasukan Monyet
Diduga karena nekat bekerja menjelang perayaan Nyepi, kuli bangunan di Bali mendadak kerasukan, bertingkah seperti kera.
Penulis: Dika Pradana
Editor: Ika Putri Bramasti
TRIBUNSTYLE.COM - GEGER, sebuah video yang menampilkan aksi kesurupan dari seorang kuli bangunan yang nekat bekerja menjelang hari perayaan Nyepi 2023 di Bali.
Seorang kuli bangunan yang tak diketahui namanya tersebut bertingkah aneh layaknya seekor kera saat dirinya nekat bekerja pada momen Pengerupukan Nyepi pada Selasa (21/3/2023).
Momen menegangkan tersebut sempat mendadak viral di media sosial setelah diunggah di Instagram oleh akun @dewata.terkini pada Sabtu (25/3/2023).
Menurut keterangan pada caption unggahan tersebut, pria yang mengalami kesurupan tersebut merupakan seorang kuli bangunan yang sedang membangun sebuah jembatan.
Kuli bangunan tersebut mendapatkan proyek besar untuk memperbaiki jembatan di Besakih, Bali.
Beradasarkan keterangan pada caption, kuli tersebut nekat untuk tetap bekerja di hari pengerepukan sebelum perayaan Nyepi dimulai.
Diketahui, pada saat Hari Pengerupukan, umat Hindu Dharma di Bali melakukan persiapan sebelum Nyepi.
Banyak aktivitas pekerjaan yang diliburkan untuk melakukan persiapan Hari Raya Nyepi.
Dalam video tersebut tampak pemuda tersebut merangkak dari kolong jembatan dekat aliran sungai.
Pemuda tersebut berjalan merangkak seperti seekor kera.
Baca juga: 5 Anime Jepang dengan Unsur Nusantara yang Kental, Ada Gapura Pura Hindu Bali di Serial Dragon Ball
Mengetahui pria tersebut tengah kesurupan, dua pemuda lain berusaha mengikutinya.
Diketahui, dua pemuda tersebut merupakan rekan satu proyek dari pria itu.
Pria yang kesurupan tersebut merangkak meninggalkan proyek tersebut.
Mereka mengikuti pria yang kesurupan itu hingga lari ke jalan raya.
Lanjut, mereka membawa pria tersebut ke tempat yang lebih aman.
Beberapa kali pria yang kesurupan tersebut menggeram seperti kera.
Baca juga: 6 Artis Indonesia Rayakan Hari Raya Nyepi: Ada Kadek Devi, Happy Salma hingga Oka Antara
Sampai di jalan raya, kuli yang kesurupan saat Pengerupukan Nyepi di Bali pun menjadi tontonan warga.
Geraman pria tersebut diikuti oleh gonggongan anjing yang berada di lokasi kejadian.
Suara anjing pun sahut-sahutan saat melihat pria kesurupan kera tersebut.
Dalam video yang beredar, pia tersebut mengenakan celana panjang tanpa baju.
Diketahui, buruh proyek tersebut tengah mengerjakan pembangunan jembatan di daerah Besakih Karangasem tepatnya sebelah pertigaan Kedungdung.
Baca juga: Mereka Tak Sadar 28 Siswi Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Main Papan Ouija di Kelas, Kesurupan?
Hingga video tersebut berakhir, pria tersebut terlihat masih mengeram.
Tatapannya yang tajam membuat banyak warga yang menontonnya bergidik ngeri.
Video tersebut mendadak viral di media sosial.
Tak sedikit warganet yang turut menyuarakan komentarnya di kolom komentar.
Tak diketahui secara pasti apa penyebab pria tersebut kerasukan roh halus.
Muncul dugaan bahwa pria tersebut kerasukan lantaran nekat bekerja menjelang pada hari pengerupukan menjelang perayaan Nyepi.
Diketahui, pengerupukan adalah tahapan pelaksanaan Hari Suci Nyepi yang memiliki makna mengusir Bhuta Kala dari lingkungan rumah, perkarangan, dan lingkungan sekitar.
Bhuta Kala adalah wujud manifestasi sifat buruk bagi umat Hindu Nusantara dari lingkungan sekitar.
Pengerupukan dilakukan dengan cara menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan maksud sebagai bentuk pengusiran Bhuta Kala.
Tak Sengaja Tendang Sesajen, Siswa SMP Sleman Kesurupan Massal di Bali, Teman dan Guru Panik
Jagat maya dihebohkan dengan adanya sejumlah siswa dari SMP Negeri di Kabupaten Sleman yang kesurupan massal saat study tour ke Pulau Dewata, Bali.
Video yang diunggah akun @merapi_uncover memperlihatkan para remaja menangis histeris di parkiran salah satu pusat oleh-oleh khas Bali di Gianyar, Senin (12/12/2022).
Video itu kemudian viral dan ramai mendapat komentar dari warganet.
Setelah ditelusuri ternyata sejumlah siswa yang kesurupan tersebut berasal dari dua sekolah yang berbeda.
Sejumlah siswa yang kesurupan tersebut berasal dari murid SMPN 2 Ngemplak dan SMPN 1 Cangkringan.
Keduanya bertemu saat di sebuah pusat oleh-oleh di Gianyar Bali. Kesurupan tersebut akhirnya menular.
Dari informasi yang beredar, awalnya siswa yang mengalami kesurupan adalah siswa SMP N 2 Ngemplak. Kemudian, sampai di pusat oleh-oleh di Gianyar, mereka bertemu dengan rombongan siswa SMP Cangkringan.
Kesurupan pun menular ke siswa SMP Cangkringan.
Kepala SMPN 2 Ngemplak, Endang Wahyuti Ningsih, saat dikonfirmasi membenarkan sejumlah siswanya kemarin ada yang kesurupan saat berada di pusat oleh-oleh di Bali.
Namun, kondisinya saat ini sudah membaik.
Meskipun, beberapa anak terlihat masih lemas.
Saat ini, Ia bersama rombongan mengaku masih berada di Bali untuk melanjutkan agenda perjalanan.
"Kejadiannya, kemarin. Anak-anak setelah dari Barong ada 2 yang kesurupan. Tapi sudah terkondisi.
Kemudian di Krisna (pusat oleh-oleh) ada 4 orang, juga kesurupan.
Mangku-mangku dari mana-mana dipanggil. Sudah terkondisi. Sekarang kami di Joger.
(Anak-anak) sudah sehat. Yang kemarin kesurupan masih lemas. Maklum, energinya terkuras," kata Endang, saat dihubungi pada Selasa (13/12/2022) siang.
Endang bercerita, sejumlah anak kesurupan diduga karena tidak sengaja menendang sesaji saat berkunjung di obyek wisata Tanah Lot.
Awalnya, ada dua siswa yang kesurupan dan sembuh.
Tetapi saat berada di pusat oleh-oleh Krisna, beberapa anak kembali kesurupan.
Di lokasi tersebut, kebetulan ada juga siswa dari SMPN 1 Cangkringan yang sedang studi tour dan berbelanja oleh-oleh.
Beberapa siswa dari SMPN 1 Cangkringan juga ikut kesurupan. Akhirnya, terjadi kesurupan massal.
Kejadian kesurupan itu, menurut Endang, terjadi hampir bersamaan dan berlangsung sekitar 20 menit.
Kesurupan massal mereda setelah dipanggil pemangku, atau orang yang disucikan.
Para siswa yang kesurupan tersebut kemudian diberi air suci.
"Sekarang sudah sehat semua. Tidak ada masalah," kata dia.
Terpisah, Waka Kesiswaan SMPN 1 Cangkringan, Destu Firmansyah, bercerita ketika rombongan dari SMPN 1 Cangkringan tiba di pusat oleh-oleh Krisna, di lokasi itu sudah ada rombongan dari SMPN 2 Ngemplak dan sudah ada beberapa siswa yang kesurupan.
Pihaknya tidak mengetahui secara pasti penyebab anak-anak SMPN 2 Ngemplak bisa kesurupan.
Namun, kejadian kesurupan itu ternyata menular.
Semula, ada dua Murid SMPN 1 Cangkringan yang ikut kesurupan. Kemudian, jumlahnya bertambah menjadi 10 anak.
"Untuk menghindari lebih banyak (yang kesurupan), kami pulangkan anak-anak yang tidak kesurupan ke hotel. Selanjutnya, 10 anak ini langsung disembuhkan di Krisna.
Dan, Alhamdulillah, akhirnya sudah baik-baik saja," kata Destu.
Karena agenda studi tour di Bali telah selesai, Ia bersama rombongan kini sedang perjalanan pulang menuju Yogyakarta.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana, mewanti-wanti kepada Kepala Sekolah, baik yang mau berangkat, maupun yang sudah berada di lokasi studi tour untuk berhati-hati, sekaligus bisa mengendalikan siswanya.
"Kami sudah wanti-wanti kepada kepala sekolah.
Ada yang baru berangkat, saya sampaikan ke kepala sekolah dan pendampingnya, tolong anak-anak dikendalikan, disampaikan untuk hati-hati dengan lingkungan, jangan aneh-aneh," kata Ery.
(TribunStyle.com/Dika Pradana)
Artikel lainnya terkait berita viral >>>
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/pria-di-bali-kerasukan-kera-diduga-karena-nekat-bekerja-menjelang-hari-raya-nyepi.jpg)