Berita Viral
Tak Tersentuh Api, Mobil Milik Warga Plumpang Utuh, Padahal Kendaraan Lainnya Hangus: Kuasa Allah
Mobil SUV milik Mahmud, warga Plumpang tak terbakar sama sekali, bikin heran, begini kesaksian sang pemilik.
Penulis: Dika Pradana
Editor: Ika Putri Bramasti
TRIBUNSTYLE.COM - Sebuah mobil Daihatsu SUV milik seorang warga Plumpang masih utuh tak terlahap si jago merah di tengah insiden kebakaran Depo Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara.
Dalam insiden kebakaran Depo Pertamina Plumpang, api seolah enggan untuk menyentuh mobil milik Mahmud.
Mobil berwarna merah tersebut masih utuh tak terlahap si jago merah, padahal belasan mobil lainnya hangus terbakar.
Mobil milik Mahmud tersebut tak mengalami kerusakan bahkan cat mobil tak terkelupas sama sekali.
Mengetahui hal tersebut, Mahmud sempat kaget dan heran.
Pasalnya, moboil-mobil lainnya yang berdekatan dengan mobil merah tersebut hangus terbakar.
Namun, hanya mobilnya yang masih utuh dan bisa digunakan hingga kini.
Diketahui, kebakaran Depo Pertamina Plumpang, terjadi pada Jumat (3/3//2023).
Mengetahui mobilnya masih selamat, Mahmud hanya bisa bersyukur.
Hanya bagian dari body kendaraan itu yang mengalami sedikit baret karena cober penutup mobil itu terbakar.
Di saat mobil-mobil lainnya terbakar dan rusak parah, mesin mobil milik Mahmud masih bisa menyala.
Baca juga: Ayah Bergegas Pulang ke Rumah, Lemas Dapati Istri dan Anaknya Jadi Korban Kebakaran Depo Plumpang
Padahal mobil itu terparkir di sebuah matrial yang hanya berjarak sekira 20 meter dari bagian belakang Depo Pertamina Plumpang yang menjadi titik awal kebakaran.
"Saya memang naruh mobil di sini setiap hari, kalau saya tinggal di belakang." ujar Mahmud dikutip TribunStyle.com dari TribunJakarta.com.
"Pas tadi pagi ke sini mau ngecek mobil, alhamdulillah mobil saya masih utuh," imbuh Mahmud selaku pemilik mobil.
Mendapati kebakaran hebat yang melanda Depo Pertamina di Plumpang, Mahmud mengaku hanya bisa ikhlas.
Dirinya sudah siap merelakan segala hartanya termasuk mobil kesayangannya jika harus dilahap si jago merah.
Pada saat kejadian kebakaran, dia berusaha untuk tenang dan tegar menghadapi cobaan itu.
Baca juga: Nyaris Jadi Korban Kebakaran Hebat Depo Pertamina Plumpang, Taqy Malik Kirim Doa Terbaik
Dia mengaku tidak terlalu berpikir macam-macam, termasuk soal harta.
Baginya saat itu yang terpenting adalah keselamatan nyawa keluarganya.
Bersyukur keluarga Mahmud juga terselematkan dari kejadian mengerikan tersebut.
"Memang saya dari malam pas kebakaran itu tenang" ucap Mahmud.
"Enggak mikir macam-macam, alhamdulilah kuasa Allah mobil saya utuh," ujar pria yang berprofesi sebagai pengantar jemaah umrah.
Mahmud pun menganggap apa yang terjadi pada mobilnya adalah kuasa tuhan.
Baca juga: Duar Warga Lari Selamatkan Diri saat Depo Pertamina Plumpang Terbakar, Warga Terkapar Hirup Gas
Berbeda dengan Mahmud, banyak mobil yang ludes terbakar akibat kebakaran ini.
Yang paling banyak adalah yang berada di seberang tempat Mahmud memakirkan mobilnya.
Hal itu karena lokasi tersebut merupakan parkiran kendaraan milik warga sekitar.
Belasan mobil hangus di dalam kobaran api yang merembet dari terbakarnya pipa tangki BBM di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara
Dikutip dari TribunJakarta.com, belasan bangkai mobil ini terbakar saat tengah berada di lahan kosong yang dijadikan tempat parkir warga.
Mobil-mobil yang harganya puluhan bahkan ratusan juta rupiah itu kini hanya tersisa bodynya saja.
Setiap mobil ini terbakar hingga warna warna catnya mengelupas dan tersisa warna dasar putih.
Namun, mobil milik Mahmud masih utuh dengan cat merahnya yang tak terkelupas.
BERITA LAINNYA, 'Pulang Pak' Ayah Syok Ditelepon Anak saat Kebakaran Plumpang, Pilu Istri & Anak Tewas : Habis Semua
Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, pada Jumat (3/3/2023), menyisakan duka mendalam bagi para korban.
Tak sedikit warga tewas akibat kebakaran tersebut.
Marsian (52), kepala rumah tangga harus kehilangan istri dan anaknya akibat insiden kebakaran tersebut.
Marsian bercerita bahwa usai peristiwa itu, semua yang telah dimilikinya telah ludes dilalap ap
"Enggak, enggak bawa apa-apa saya. Orang sudah habis semua, sudah kebakaran rumahnya, sudah habis," kata Marsian, saat ditemui Kamis (4/3/2023) malam di RS Polri Bhayangkari Kramat Jati, Jakarta Timur.
Marsian, yang bekerja serabutan di Bekasi, mengaku terkejut mendengar kabar dari anak bungsunya soal adanya ledakan di dekat rumahnya itu.
"Anak saya yang bontot nelepon. Saya angkat, nangis anak saya, 'pulang pak, pulang pak.
(Depo) Pertamina kebakaran'. Saya masih jauh kan di Bekasi. Panik saya," ceritanya.
Dia pun bergegas pulang setelah mendapat kabar tersebut.
Dan, saat sampai di lokasi, Marsian tak lagi melihat rumahnya yang berdiri kokoh.
Rumah itu adalah pemberian mertuanya dan sudah dia tinggali cukup lama.
Marsian dan keluarganya tinggal di Jalan Melayu, RT 06/01 Kelurahan Rawa Badak Selatan Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Rumahnya ini tidak jauh dari lokasi kebakaran Depo Pertamina Plumpang.
"Kalau (tinggal) di sana mah agak lama sih. Dari tahun 2002 kalau tidak salah.
Jadi mertua sudah enggak ada, almarhum. Saya disuruh tempati sama almarhum," ujarnya.
Di RS Polri Bhayangkari ini, dia mengetahui bahwa anaknya meninggal dunia.
Anak Marsian, Fahrul Hidayatullah (28) pun sudah berhasil diidentifikasi oleh tim kepolisian.
Sementara istrinya belum bisa dikenali.
Marsian berharap dengan kejadian ini, pihak Pertamina memberikan bantuan.
Bahkan, jika bisa diberi pilihan, Marsian tidak ingin lagi tinggal di lokasi tersebut.
"Ya kalau ada pilihan lain mah pindah kalau ada pilihan lain. Ngeri. Sudah dua kali jalan (kejadian) soalnya," tutur dia.
Adapun saat ini RS Polri, Kramat Jati telah menerima 15 kantong jenazah korban kebakaran Depo Pertamina Plumpung.
Sebanyak dua di antaranya telah diidentifikasi sedangkan sisanya masih dalam proses identifikasi.
Kepala Pusat Inafis (Kapusinafis) Polri Brigjen Mashudi menjelaskan, proses identifikasi terhadap kedua korban dilakukan melalui sidik jari.
"Dari kedua yang disampaikan tadi yang berhasil diidentifikasi melalui sidik jari," kata Mashudi dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (4/3/2023).
Mashudi menyampaikan dua korban yang diidentifikasi itu adalah Fahrul Hidayatulah (28) dan Muhammad Bukhori (41).
Fahrul Hidayatulah berhasil diidentifikasi melalui sidik jari tengahnya. Sedangkan Muhammad Bukhori diidentifikasi melalui jari jempolnya.
"Kami bisa mengambil perbandingan dari jempol kanan dan bisa kami identifikasi atas nama Muhamad Bukhori," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Polri Brigjen Hariyanto mengatakan, proses identifikasi korban meninggal dunia dalam kebakaran Depo Pertamina Plumpang akan terus berlangsung hingga dua pekan.
Dia pun meminta doa agar proses identifikasi berjalan lancar dan jenazah bisa kembali ke keluarga.
"5 sampai 14 hari (ke depan), doakan," ujarnya.
Hariyanto menambahkan, proses identifikasi ini memakan waktu lama karena petugas perlu mencocokan data yang ada dengan keluarga. Proses ini pun harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.
"Ini kan mencocokan ya, jadi kalau yang dicocokkan belum ketemu ya belum bisa nyambung, belum bisa kamu rilis," imbuhnya.
"Kan prinsipnya identifikasi ini adalah kehati-hatian. Identifikasi ini memang luar biasa harus sesuai dan benar," tambah dia.
Hariyanto berujar, sampai sekarang sudah ada 10 keluarga yang telah memberikan sampel untuk nantinya dicocokan dengan jenazah.
(TribunStyle.com/Dika Pradana)
Artikel lainnya terkait berita viral >>>
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/mobil-suv-milik-mahmud-sama-sekali-tak-terbakar-meski-berada-di-lokasi-kebakaran-depo-pertamina.jpg)