Breaking News:

Berita Viral

Dhio Pembunuh Keluarga di Magelang Kini Hidup Sebatang Kara, Kerabat Sudah Tak Peduli, Ogah Jenguk

Kerabat ogah jenguk Dhio Daffa Syahdilla pelaku pembunuh satu keluarga di Magelang dengan diracun, mereka mengaku masih sakit hati.

YouTube tvOneNews
Dhio kini hidup sebatang kara usai bunuh keluarganya dengan cara diracun, kerabat sudah tidak peduli. 

TRIBUNSTYLE.COM - Dhio Daffa Syahdilla kini hidup sebatang kara setelah nekat membunuh satu keluarganya di Magelang dengan cara diracun.

Diketahui, keluarga besar dari Dhio kini enggan menjenguk pria 22 tahun itu yang kini sudah ditahan di Mapolresta Magelang.

Bahkan, para kerabat secara kompak meminta Dhio untuk dihukum setimpal atas perbuatannya karena telah membunuh orangtua dan kakaknya.

Seperti diketahui, Dhio tega membunuh kedua orang tuanya dan kakak perempuannya dengan memberikan racun pada minuman yang dikonsumsi keluarganya.

Baca juga: Pantas Dicap Beban Keluarga, Ternyata Dhio Beli Racun untuk Bunuh Keluarga Pakai Uang dari Orangtua

Atas kejadian ini, kerabat meminta agar tersangka dihukum setimpal dengan perbuatannya.

Hal itu disampaikan oleh Agus Kustiardo yakni kakak kandung dari korban Heri Riyani saat dihubungi TribunJogja.com (grup TribunStyle.com) melalui sambungan telepon pada Senin (5/12/2022) malam.

"Kami dari dua pihak keluarga , baik dari keluarga besar Almarhum Pak Abas yang di Jogja serta keluarga adik saya Almarhumah Heri Riyani di Magelang sudah berembuk kemarin malam tepat tujuh hari kepergian mereka.

Kami sepakat menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak berwajib, sudah kami relakan. Pastinya tersangka harus dihukum setimpal dengan apa yang dilakukannya.

Dari kami dua pihak keluarga tidak ada pembelaan untuk tersangka.

Harus menjalani hukuman, orang melanggar hukum mau seenaknya tidak bisa," tuturnya dikutip TribunStyle.com, Selasa, (6/12/2022).

Korban merupakan satu anggota keluarga terdiri dari ayah bernama Abbas Ashari (58), ibu bernama Heri Riyani (54), dan anak sulung bernama Dhea Chairunisa (25).

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih menyimpan kesedihan yang dalam atas kepergian para korban.

Bahkan, masih belum menyangka para korban yang dikenalnya orang baik itu sudah pergi untuk selama-lamanya.

"Masih merasa kehilangan kesedihan masih ada. Masih terpukul semua kami di sini.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Sumsel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved