Breaking News:

Heboh Pernyataan Presiden Jokowi Rambut Putih Mikirin Rakyat, Ternyata Begini Penjelasan Ilmiahnya

Baru-baru ini presiden Joko Widodo mencuri perhatian terkait pernyataannya soal rambut putih dan berpikir keras, ternyata begini penjelasan ilmiahnya.

zoobhee.wordpress.com
Ilustrasi, penjelasan ilmiah terkait rambut putih dan berpikir keras. 

TRIBUNSTYLE.COM - Baru-baru ini presiden Joko Widodo mencuri perhatian terkait pernyataannya soal rambut dan berpikir keras.

Mantan Wali Kota Solo ini menyebut jika rambut putih adalah tanda orang yang berpikir keras.

"Dari penampilan kelihatan, banyak kerutan karena mikirin rakyat, ada yang rambutnya putih semua, ada itu...Lihat rambutnya, kalau putih semua, ini mikirin rakyat," katanya saat pertemuan relawan di Gelora Bung Karno (GBK) akhir pekan lalu.

Lantas apakah benar ada keterkaitan antara keduanya?

Terlepas pesan politik yang tersirat, kata-katanya itu akhirnya memicu rasa penasaran publik soal fakta sesungguhnya.

Baca juga: Rambut Beruban Umur 16 Tahun, Gadis Ini Awalnya Risih Kini Bangga: Dulu Dicabut Malah Semakin Rata

Apakah benar jika rambut putih adalah pertanda seseorang sering berpikir keras?

Kaitan rambut putih dengan kebiasaan berpikir seseorang

Sebenarnya, anggapan bahwa rambut putih seseorang berkaitan dengan kebiasaan berpikir maupun tingkat stres yang dihadapinya bukan hal baru.

Mitos yang berkembang sebelumnya mengatakan rambut Marie Antoinette memutih dalam semalam setelah divonis penggal pada 1791 silam.

Stres yang dirasakannya diyakini sebagai penyebab perubahan warna rambutnya itu meskipun usianya masih sangat muda ketika dihukum mati.

Namun studi terbaru dari Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons membuktikan jika memang ada kaitan antara stres psikologis dengan rambut putih manusia.

Stres memang bisa mempercepat tumbuhnya uban namun rambut yang memutih juga bisa menghitam kembali ketika beban pikiran tersebut reda.

"Memahami mekanisme yang memungkinkan uban 'tua' kembali ke keadaan berpigmen 'muda' dapat menghasilkan petunjuk baru tentang kelenturan penuaan manusia secara umum dan bagaimana hal itu dipengaruhi oleh stres," kata Martin Picard, PhD, Profesor kedokteran perilaku di Universitas Columbia Vagelos.

“Data kami menambah semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa penuaan manusia bukanlah proses biologis yang tetap dan linier, tetapi mungkin, setidaknya sebagian, dapat dihentikan atau bahkan dibalik untuk sementara.”

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved