Berita Viral
Salah Dengar Arahan Instruktur, Gadis Tewas di Wahana Bungee Jumping, Lompat dari Ketinggian 45 M
Kisah tragis seorang wanita terjatuh hingga tewas saat bermain wahana bungee jumping. Diduga salah dengar arahan instruktur.
Penulis: Wahyu Putri Asti Prastyawati
Editor: Ika Putri Bramasti
TRIBUNSTYLE.COM - Kisah tragis seorang wanita terjatuh hingga tewas saat bermain wahana bungee jumping. Diduga salah dengar arahan instruktur.
Kisah tragis baru saja menimpa seorang gadis asal Kolombia bernama Yecenia Morales Gomez.
Kejadian itu bermula ketika Gomez bermain wahana Bungee Jumping.
Dilansir Tribun Style dari Daily Star, Yecenia Morales Gomez pergi ke Sky Bungee Jumping Amaga di Kolombia Juli lalu.
Tak sendiri, Gomez memutuskan mencoba wahana tersebut bersama kekasihnya.
Itu akan menjadi pengalaman pertama baginya mencoba olahraga ekstrem tersebut.
Namun, kejadian mengerikan pun terjadi.
Gomez jatuh dari ketinggian 45 meter.
Baca juga: Baru Saja Dapat SIM, Gadis Ini Langsung Kecelakaan, Mobilnya Terjun ke Sungai, Begini Nasibnya
Diduga, Gomez salah paham dengan instruktur yang diberikan.
Alhasil, ia pun melompat pada saat yang salah.
Laporan lokal mengklaim wanita berusia 25 tahun itu mendengar instruktur mengatakan untuk melompat.
Gomez mengira instruktur tersebut dimaksudkan untuknya.

Padahal perintah itu sebenarnya untuk pacarnya.
Tali kekang atau tali bungee saat itu belum terpasag di tubuhnya sehingga membuat Gomez terjatuh.
“Dia bingung. Isyaratnya adalah sang pacar melompat karena sudah terpasang alat pengaman." kata Walikota Gustavo Guzmán, dikutip Tribun Style (4/11/2022).
Baca juga: NIAT HATI Pamer Mobil dari Mertua, Pengantin Pria Malah Bikin Celaka, Salah Injak Gas, Bibi Tewas
Sang pacar berusaha melakukan CPR pada Gomez, tetapi tidak berhasil.
Gomez dinyatakan meninggal di tempat kejadian.
Laporan medis kemudian mengungkapkan dia meninggal karena serangan jantung.
Sky Bungee membantah klaim bahwa Gomez bingung dengan perintahnya dan mengatakan tidak ada orang lain yang melakukan bungee jumping pada saat yang sama dengannya.
“Tidak benar, seperti yang diberitakan, bahwa lompatan Yecenia Morales Gomez disebabkan oleh kebingungan atas perintah lompat yang diberikan kepada temannya." kata pihak pengurus wahana Bungee Jumping itu.

“Pada saat kecelakaan itu, tidak ada yang melompat, baik pacarnya maupun orang lain." tambahnya.
“Protokol kami dirancang untuk lompatan tunggal dan hanya dengan satu orang per lompatan. Artinya untuk melompat seseorang harus menyelesaikan semua yang berhubungan dengan lompatan orang sebelumnya." terangnya.
Perusahaan mengatakan mereka bekerja sama dengan penyelidikan dan telah menyerahkan dokumentasi kegiatan mereka.
Kisah lain Viral video yang menampilkan detik-detik kecelakaan wahana di pasar malam.
Roda berputar itu kehilangan kendali hingga akhirnya jatuh dari ketinggian 15 meter.
15 orang yang sedang menaiki wahana itu menjadi korban yang menderita luka-luka hingga ada yang dibawa ke rumah sakit.
Seperti apa kisah lengkapnya?
Baca juga: Pasangan Nekat Berhubungan Badan di Wahana Bianglala, Pengunjung Taman Hiburan Syok Melihatnya
Sebuah wahana pasar malam kehilangan kendali dan jatuh dari ketinggian 50 kaki (15 meter) di sebuah pesta karnaval di Punjab, India utara.
Staf manajemen karnaval dan penjaga pasar malam melarikan diri dari tempat kejadian setelah kecelakaan terjadi menurut media lokal melaporkan.
Polisi membuka penyelidikan atas apa yang menyebabkan kecelakaan yang terjadi pada Minggu (4/9/2022).
Daily Mail mewartakan pada rekaman menunjukkan wahana pasar malam menara pintal berputar kehilangan kecepatan sebelum jatuh bebas bukannya melambat.
Tabrakan itu membuat pengunjung pasar malam terlempar dari tempat duduk mereka saat bertabrakan dengan platform di bawah.
Penonton dapat terdengar berteriak di sebelah wahana, menyaksikan orang yang mereka cintai jatuh bebas.
Sedikitnya 15 orang terluka dalam kecelakaan itu, termasuk anak-anak, dengan lima dirawat di rumah sakit terdekat.
"Sebuah karnaval sedang diselenggarakan dan saksi mata mengatakan kepada kami bahwa ada hambatan teknis di wahana dan itu jatuh," kata Wakil Inspektur Polisi Harsimran Singh Bal kepada Indian Express.
Tiga pria dan dua wanita dirawat di Rumah Sakit Sipil Fase-6 karena cedera kepala dan leher setelah jatuh.
Pameran Dagang Mohali, yang sekarang telah ditutup, seharusnya doadalam hingga 11 September tahun ini.
Wakil Komisaris Mohali Amit Talwar mengatakan pihak berwenang sedang mengadakan penyelidikan apakah penyelenggara memiliki izin untuk mengadakan karnaval.
Dia mengatakan wahana itu dimiliki oleh Mukesh Sharma yang berbasis di Jaipur.
Operator sering memindahkan atraksi mereka dari kota ke kota, dengan pameran lokal bermunculan di seluruh wilayah.
Sunny Singh, salah satu penyelenggara festival, mengatakan kepada Hindustan Times bahwa mereka telah mengoperasikan wahana itu berkali-kali sebelumnya tetapi 'insiden ini tidak pernah terjadi'.
Dia mengatakan akan bekerja sama dengan polisi.
Baca juga: Pengunjung Teriak Histeris, Wahana Kora-kora di Pasar Malam Tuban Terbakar, Penyebabnya Terkuak
Kisah Lainnya - VIDEO VIRAL! Aksi Pria Putar Wahana Ombak Banyu di Pasar Malam, Hingga Meliuk-liuk
Video viral dua pria dengan sekuat tenaga hingga meliuk-liuk memutar wahana ombak bayu di sebuah pasar malam menuai perhatian publik.
Video tersebut diunggah pertama kali akun Instagram @uuucing lalu dibagikan @memomedsos, Selasa (2/9/2022) hingga mendapat respon beragam dari warganet.
Terlihat dari video, dua pria mngenakan kaos hitam dan putih tersebut saling bekerjasama untuk memutar wahana ombak bayu.
Si pria berbaju putih menarik kuat wahana lalu melemparnya dengan sekuat tenaga agar bisa berputar.
Rekannya juga melakukan hal yang sama secara bergantian.
Video berdurasi 15 detik tersebut tak menunjukan dua pria itu kelelahan bahkan semangat dan mengumpulkan tenaga untuk memutar wahana.
Mereka bergelantungan lalu menarik besi hingga terus berputar.
Sejumlah orang sudah menaiki wahana tersebut dan berpegang pada bagian besi karena kekuatan putaran yang begitu kencang.
Banyak warganet yang terpukau dengan aksi pria tersebut seperti sedang akrobat.
Beberapa diantaranya mendoakan agar si abang-abang pekerja keras itu mendapat lebih banyak rezeki.
Adapula yang berpendapat jika aksi dari kedua pria itu berbahaya terlebih dilakukan tanpa pengaman.
(TribunStyle/Putri, KOMPAS.com/Bernadette Aderi Puspaningrum , Tribunnewssultra/Desi Triana)