Breaking News:

Kasus Covid-19 Tinggi, Level PPKM Disebut Siap Dinaikkan di Berbagai Daerah di Indonesia

Kasus penyebaran Covid-19 naik signifikan, level PPKM di beberapa daerah di Indonesia bisa naik, khususnya Jakarta.

Editor: Dhimas Yanuar
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Petugas PMI DKI Jakarta melakukan penyemprotan disinfektan terkait pencegahan penyebaran Omicron Covid-19. 

TRIBUNSTYLE.COM - Kasus Covid-19 naik signifikan, level PPKM disebut siap dinaikkan di berbagai daerah.

Covid-19 akhir-akhir ini sudah semakin menghilang.

Bahkan vaksinasi disebut sudah dijalankan dengan baik.

Namun nyatanya peningkatan kasus Covid-19 di beberapa daerah tak bisa dilupakan.

Seperti isu penaikan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkait Covid-19 bisa jadi akan dilakukan.

Sebab saat ini kasus Covid-19 mengalami peningkatan kasus yang cukup signifikan.

Baca juga: TAKUT Terpapar Covid-19, Wanita Ini Membungkus Dirinya dengan Plastik Besar saat Naik Kereta

Diketahui sebelumnya pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 di seluruh Indonesia.

"Ya bisa jadi kalau nanti statusnya nanti pak menteri juga menyampaikan kalau bulan depan ternyata kasus naik terus ya pasti akan ada tindakan atau langkah drastis termasuk WFO dibatasi," kata Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo kepada Tribun, Rabu (9/11/2022).

Kendati demikian lanjut Rahmad dirinya tetap ingin saat ini semua dioptimalkan terlebih dahulu sebelum pada akhirnya diputuskan peningkatan status PPKM apabila kasus covid-19 terus melonjak.

Seperti misalnya mendorong masyarakat agar segera melakukan vaksin booster dan tetap patuh terhadap protokol kesehatan(prokes) terutama dalam menggunakan transportasi publik.

"Covid masih ada dan mematikan bagi yang berisiko. Jangan sampai menganggap covid tidak berbahaya," ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan ini juga menyampaikan beberapa hal penting terutama mengenai penambahan kasus Covid-19 yang drastis mulai 4 Oktober hingga 8 November 2022.

Dalam catatannya, ada 2300 sampai 5000-an kasus Covid-19. Kemudian jumlah pasien yang dirawat ada sekitar 27000-an yang sembuh 20.749 atau 76 persen.

Lalu angka yang meninggal dunia kata Rahmad cukup mengkhawatirkan ada 1373 atau 5 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved