Breaking News:

'Saya Pasrah', Pilu Ibu Kehilangan Suami & Anak Balita di Kanjuruhan, Kuak Firasat Karena Mimpi Ini

Seorang ibu curhat pilu kehilangan suami dan anak balita di Stadion Kanjuruhan, Malang. Kuak firasat karena mimpi ini.

TribunJatim/Luhur Pambudi, BolaSport.com
Seorang ibu curhat pilu kehilangan suami dan anak balita di Stadion Kanjuruhan, Malang. 

Dikutip dari SuryaMalang.com, Selasa (4/10/2022), Elmiati menceritakan bahwa dirinya menyaksikan pertandingan Arema vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) bersama suaminya, Rudi Harianto, dan anak balitanya, M. Firdi Prayogo (3).

Elmiati tak menyangka, di malam itu, sang suami dan anak bungsunya, bakal tewas terhimpit kerumunan suporter yang panik karena upaya pembubaran massa dari aparat menggunakan gas air mata.

Entah dari mana asalnya, setelah pertandingan selesai dan para suporter berusaha turun ke lapangan, tiba-tiba beberapa selongsong gas air mata beterbangan ke arah area tribun 13.

Tribun ini menjadi tempat Elmiati bersama suami yang sedang mendekap sang anak balita dalam gendongan, menonton laga Derbi Jatim tersebut.

Saat itu posisi Elmiati bersama suami dan putra balitanya berada di barisan tengah tribun 13.

"(Lontaran bola gas air mata) Iya ke arah tribun. Lontaran itu masuk ke kerumunan penonton."

"Suami saya mengajak pulang 'ayo pulang aja, selak adik keno gas (keburu anak terkena gas)', posisi itu sudah ricuh," ujar Elmiati saat ditemui TribunJatim.com.

Mereka pun bergegas menuju pintu 13 yang ternyata juga sudah dipadati para penonton lain yang berusaha keluar lantaran sesak terkena gas air mata.

Sayangnya, mereka yang sudah terlanjur berada di sana ikut terhimpit lantaran pintu 13 ternyata dikunci.

Di tengah desak-desakan, Elmiati malah terpisah dengan suami dan anaknya yang entah di mana.

Saat itu, ia yang sesak napas pun mengaku sudah pasrah jika harus meninggal di sana.

"Saya juga sudah pasrah kalau nanti ikut meninggal, saya meninggal dengan suami dan anak saya, pikiran saya cuma begitu," kenangnya.

Elmiati juga menceritakan bahwa dirinya melihat sendiri dengan mata kepalanya penderitaan para suporter Arema yang sekarat, hingga ada yang mengeluarkan busa lantaran sesak napas terpapar gas air mata.

Suporter Arema FC, Aremania turun ke stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Kericuhan terjadi setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di BRI Liga 1 usai, Sabtu (1/10/2022)
Suporter Arema FC, Aremania turun ke stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Kericuhan terjadi setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di BRI Liga 1 usai, Sabtu (1/10/2022) (Surya.co.id/Purwanto)

"Itu (orang-orang) masih teriak-teriak. Ada yang keluar busa. Ada yang sekarat. Saya lihat sendiri," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved