Breaking News:

Lee Min Hoo Turut Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan, Unggah Doa untuk Indonesia, Bikin Netizen Terharu

Aktor Korea Selatan, Lee Min Ho ikut berduka atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Ia mengunggah doa di feed Instagramnya untuk Indonesia.

Instagram @actorleeminho
Duka Lee Min Hoo atas tragedi sepakbola di Stadion Kanjuruhan, Malang. 

TRIBUNSTYLE.COM - Aktor Korea Selatan, Lee Min Ho ikut berduka atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Ia mengunggah doa di feed Instagramnya untuk Indonesia.

Duka kini menyelimuti dunia sepak bola Tanah Air.

Pasalnya, telah terjadi kericuhan besar antar suporter sepakbola saat pertandingan Arema melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang Sabtu (1/10/2022).

Menurut Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, kerusuhan diduga dipicu rasa kekecewaan sejumlah suporter Aremania terhadap hasil kekalahan Arema FC melawan Persebaya dengan skor 2-3.

Pilunya, sebanyak 174 nyawa melayang atas kejadian ini.

Dua di antaranya adalah anggota polisi.

Baca juga: DUKA Mesut Ozil atas Tragedi Kanjuruhan, Doakan Korban: Semoga Ditempatkan di Tempat Paling Mulia

Ya, ratusan nyawa tersebut terenggut lantaran saling berdesakan ketika kericuhan terjadi.

Sejumlah korban dalam insiden ini diketahui dirujuk ke delapan rumah sakit di Jawa Timur.

Korban selamat tragedi Kanjuruhan memberi kesaksian.
Korban selamat tragedi Kanjuruhan memberi kesaksian. (BolaSport.com)

Awalnya ceritanya, sejumlah penonton merangsek masuk lapangan melempari para pemain Arema FC dan Persebaya Surabaya sebelum diikuti penonton yang lain.

Kemudian, kondisi semakin chaos saat petugas dan pihak kepolisian melepaskan gas air mata ke arah penonton.

Alhasil, para suporter berusaha melindungi diri dan berdesakan keluar stadion.

Keadaan pun semakin parah karena banyak yang mengalami sesak nafas karena kekurangan oksigen.

Baca juga: Imbas Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Indonesia Terancam Sanksi Berat FIFA, Ini Kata Presiden AFC

Insiden ini pun menjadi insiden sepakbola terparah kedua dunia yang menewaskan hingga ratusan nyawa.

Hingga media luar pun menyoroti peristiwa ini.

Aktor Korea Selatan Lee Min Ho ikut mengirimkan doa untuk insiden keributan penonton sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Aktor Korea Selatan Lee Min Ho ikut berduka atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Aktor Korea Selatan Lee Min Ho ikut berduka atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. (Instagram @actorleeminho)

Lewat akun Instagramnya, Lee Min Ho membuat unggahan berlatar hitam dengan tulisan putih.

"Pray for Indonesia Kanjuruhan," tulis Lee Min Ho, tulis Lee Min Ho, dilansir Tribun Style dari Instagram @actor Lee Min Ho, Minggu (2/10/2022).

Unggahan pemeran drama korean The Legend of Blue Sea itu pun banjir ucapan terima kasih dari netizen Indonesia.

@nndacantks_ Wah terimakasih sayang

@aaaaaaaaaa___hi Thank you oppa

@dhealaundryjasinga Terimakasih ayang... Aku berhasil keluar stadion dengan selamat.. skrg aku mau pensiun jadi supporter.. mohon doanya utk saudara2ku ya ayang

@intandavin Sampe di posting di feed ayang

Eks bintang Arsenal, Mesut Ozil ikut berduka atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan tak hanya menjadi tragedi sepakbola bagi masyarakat Indonesia, namun juga dunia internasional.

Sejumlah klub bola dan pemain dunia mengucapkan duka mendalam atas tragedi yang terjadi saat pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

Klub-klub Liga Inggris pun mengucap belasungkawa melalui media sosial seperti Arsenal, Manchester United, FC Barcelona, Liverpool dan Manchester City.

Eks bintang Arsenal, Mesut Ozil juga turut menyampaikan duka cita yang mendalam.

Baca juga: Imbas Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Indonesia Terancam Sanksi Berat FIFA, Ini Kata Presiden AFC

Ia menuliskan belasungkawanya untuk para korban jiwa melalui akun Instagram, Minggu (2/10/2022).

"Turut berbelasungkawa untuk semua korban meninggal dalam peristiwa di Malang, Indonesia," tulis Mesut Ozil, Minggu (2/10/2022).

"Saya berdoa untuk para korban semoga ditempatkan di tempat yang paling mulia di sisi Tuhan," tulisnya lagi.

Tragedi Kanjuruhan, peristiwa ini bermula dari kekecewaan Aremaniam suporter Arema FC, setelah tim kesayangannya kalah dari Persebaya dengan skor 2-3.

Kekalahan ini membuat suporter Arema FC turun ke lapangan juga dengan maksud berusaha mencari pemain dan official Arema FC.

Baca juga: Sesak Karena Gas Air Mata Kesaksian Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan, Banyak Orang Terinjak-injak

Aparat kemudian melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke lapangan.

Salah satunya dengan melepaskan tembakan gas air mata.

Tembakan gas air mata membuat suporter panik. Mereka berusaha keluar stadion hingga menumpuk dan berdesak-desakan. Banyak yang jatuh dan terinjak.

Peristiwa tersebut membuat 129 orang meninggal dunia. Dua korban tewas di antaranya anggota Polri.

Ucapan belasungkawa Mesut Ozil
Ucapan belasungkawa Mesut Ozil (TribunStyle.com/kolase)

'Sesak Karena Gas Air Mata' Kesaksian Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan, Banyak Orang Terinjak-injak

 Korban selamat tragedi Kanjuruhan memberi kesaksian.

Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan tengah ramai diperbincangkan.

Ratusan korban meninggal di tragedi Kanjuruhan.

Baru-baru ini, korban selamat tragedi Kanjuruhan memberi kesaksian mengerikan ini.

Ternyata korban selamat itu beri orang terinjak-injak saat keluar stadion usai polisi tembakkan gas air mata.

Bagaimana kesaksian lengkap dari korban selamat tersebut?

Baca juga: PILU Presiden Arema FC, Juragan 99, Siap Bantu Pembiayaan Penanganan Korban Tragedi Kanjuruhan

Begini kesaksian lengkap korban selamat dari tragedi Kanjuruhan.

Saksi menyatakan banyaknya korban jiwa di tragedi Kanjuruhan akibat sesak napas dan terinjak-injak usai Polisi menembakkan gas air mata.

Kericuhan pecah pasca-laga Arema FC Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Sabtu (1/10/2022) malam WIB.

Terjadi kepanikan massa yang menyulut hadirnya korban jiwa.

Jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 127 orang, sementara korban luka-luka mencapai 180 orang.

Salah satu korban selamat menceritakan pengalamannya di twitter dengan username @Rezqiwahyu05.

Awalnya suporter masuk ke lapangan untuk menyampaikan kritik ke pemain dan ofisial Arema FC karena kalah.

Namun jumlah suporter masuk ke lapangan semakin banyak, yang membuat situasi tak kondusif.

Polisi merespons situasi itu dengan menembakkan gas air mata dan melakukan sejumlah tindakan preventif dengan memukul mundur massa.

"Aparat menembakkan beberapa kali gas air mata ke arah suppoter yang ada di lapangan," tulis @Rezqiwahyu05.

"Silih berganti supporter menyerang aparat dari sisi selatan dan utara."

"Para supporter yang panik karena gas air mata, semakin ricuh diatas tribun, mereka berlarian mencari pintu keluar, tapi sayang pintu keluar sudah penuh sesak karena para supporter panik terkena gas air mata."

"Banyak ibu" wanita" orang tua Dan anak anak kecil yang terlihat sesak gak berdaya, gak kuat ikut berjubel untuk keluar dari stadion. Terlihat mereka sesak karena terkena gas air mata.... Seluruh pintu keluar penuh dan terjadi macet..," tambahnya.

Assalamualaikum Sebelumnya saya turut berduka cita sedalam"nya terhadap korban insiden yg terjadi di stadion Kanjuruhan pertandingan Arema vs Persebaya
Yg kedua syukur alhamdulillah, sy di beri keselamatan sampai dirumah.. Dan Bisa menceritakan kronologi versi sya pribadi disini.

— LIBRA_12 (@RezqiWahyu_05) October 1, 2022

Saksi mata lainnya bernama Dwi mengaku melihat banyak korban jiwa tewas karena terinjak-injak dan sesak napas akibat tembakan gas air mata dari polisi.

"Selain itu saya lihat ada banyak orang terinjak-injak, saat suporter berlarian akibat tembakan gas air mata," ujarnya dilansir BolaSport.com dari Kompas.com.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afina membenarkan bahwa polisi menembakkan gas air mata.

Namun hal itu dilakukan karena massa sulit dikendalikan dan rusuh di lapangan.

"Sehingga terpaksa jajaran keamanan menembakkan gas air mata," kata Nico.

"Hanya sebagian yang turun ke lapangan, sekitar 3.000 suporter."

"Seandainya suporter mematuhi aturan, peristiwa ini tidak akan terjadi."

"Semoga tidak terjadi lagi peristiwa semacam ini," tambahnya.

Dengan jumlah korban jiwa sebanyak ini, tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) dipastikan jadi tragedi sepak bola paling pilu di Indonesia.

Tragedi Kanjuruhan bahkan jadi tragedi sepak bola terpilu nomor 2 di dunia.

Peristiwa paling memilukan di dunia sepak bola menewaskan 328 orang di Estadio Nacional, Lima, Peru pada 24 Mei 1964.

(TribunStyle/Putri, , Tribunnews.com /Mohammad Alivio Mubarak Junior)(Grid.id)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mesut Ozil Sampaikan Belasungkawa Terkait Tragedi Kanjuruhan, Grid.ID dengan judul: Innalillahi, Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan Beri Kesaksian Mengerikan, Orang Terinjak-injak saat Keluar Stadion Usai Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved