Berita Viral
Berkat Musik Country Thailand 'Luk Thung', Pria Ini Sukses Budidayakan Katak
Musik country Thailand "Luk Thung" kunci keberhasilan peternakan katak milik Rit Lomkong
Penulis: Dika Pradana
Editor: Dhimas Yanuar
TRIBUNSTYLE.COM - Seorang pria tua dari provinsi Trang di Thailand selatan mengatakan bahwa musik country Thailand atau “Luk Thung" adalah kunci keberhasilan peternakan kataknya.
Pria yang berprofesi sebagai peternak katak itu berasal negeri gajah putih bernama Rit Lomkong.
Pria tua berusia 72 tahun itu mengatakan bahwa katak yang ia pelihara menyukai musik Luk Thung.
Selain itu, ia juga mengaku bahwa keberhasilannya dalam budidaya katak karena dirinya sering memutarkan musik Luk Thung setiap hari di peternakan kataknya.
Menurutnya, katak tidak hanya menyukai musik country, tetapi juga membuat mereka lebih sehat, lebih kuat, dan tumbuh lebih cepat.
Budidaya katak telah Rit Lomkong lakukukan selama lima tahun terakhir.
Rit Lomkong mengatakan katak ternaknya tidak bisa hidup tanpa Luk Thung.
Jika Rit mematikan musik, katak ternaknya berubah menjadi agresif.
Tanpa musik country, katak-katak melompat keluar dari kandangnya dan susah dikendalikan
Katak-katak itu bisa saling menyerang dan bahkan saling memakan.
Begitu musik diputar, katak-katak itu menjadi lebih tenang dan tidak bergejolak lagi.
Katak-katak itu bisa tertidur ketika mendengarkan musik Luk Thung.
Acapkali Rit memutar musik Luk Thung untuk menenangkan katak-katak ternaknya itu.
Petani katak mengatakan ada untungnya memelihara katak untuk dijual.
Dia memelihara katak selama tiga sampai empat bulan, lalu menjualnya.
Dia mengatakan bahwa dirinya mampu menghasilkan puluhan ribu baht (mata uang Negara Thailand) dari penjualan kataknya.
Rit Lomkong memiliki sepuluh kolam untuk membudidayakan katak-kataknya.
Dalam membudidayakan katak, dirinya tidak menemukan kendala yang begitu berarti selama musik Luk Thung selalu di putar di peternakannya.
Menurutnya, musik Luk thung memiliki daya hipnotis yang mampu mempengaruhi psikologi setiap orang, bahkan termasuk katak-kataknya.
Rit Lomkong memutar musik Luk Thung hampir 24 jam.
Hal itu ia lakukan agar katak-kataknya tidak agresif.
Diketahui katak mampu membunuh temannya sendiri jika dirinya merasa terusik.
Baca juga: Viral Daging Kodok Diburu Pembeli Meski Harganya Ratusan Ribu per Kg, Penjual: Mirip Daging Ayam
Jika katak-katak itu saling makan sesama, Rit Lomkong akan mengalami kerugian.
Dilansir dari laman thethaiger, Rit Lomkong pernah berpergian lumayan lama dan lupa tidak menyalakan musik Luk Thung.
Ketika dirinya pulang, tidak sedikit kataknya yang mati.
Menurutnya, katak itu mati lantaran berubah menjadi agresif dan saling membunuh.
Maka dari itu, Rit selalu menyalakan pemutar musik di peternakannya.
Dia mengatakan katak-katak itu adalah sumber penghasilan yang mudah baginya.
Berkat budidaya kataknya, dirinya tidak perlu meninggalkan rumahnya untuk menjual kataknya.
Rit mengatakan dia memiliki banyak pelanggan yang datang ke rumahnya untuk membeli kodok.
Rit biasanya menjual katak-kataknya kepada pengusaha restoran di Thailand Selatan.
Katak-katak itu menjadi hidangan populer di sejumlah daerah di negeri seribu pagoda.
Baca juga: Tes Kepribadian: Kuda Atau Katak? Hewan Pertama yang Kamu Lihat Ungkap Kesiapanmu Hadapi Tantangan
Namun, keamanan mengonsumsi daging katak masih diperdebatkan.
Pada bulan Mei, Departemen Kesehatan Thailand mengeluarkan peringatan bahwa katak memiliki cairan yang mengandung parasit.
Departemen mengatakan bahwa “bullfrog shot” katak yang dimasak dengan saus pedas dan cabai kering dan disajikan dalam gelas bisa mengandung parasi.
Tiga Sajian Kuliner Daging Katak
Hidangan katak ini sudah ada sejak dulu, bahkan eksis hingga sekarang di beberapa negara.
Banyak orang yang menyebut daging katak sebagai swike, bahkan di Indonesia sendiri konsumsi daging katak tetap populer di beberapa wilayah seperti di Purwodadi, Jawa Tengah.
1. Rane alla Camuna
Namanya Rane alla Camuna, berasal dari Camonica Valley di Brescia, Italia.
Daging katak ini berbeda dari yang lain, karena dimasak dengan tambahan susu, butter, tepung terigu, kuning telur, lada dan garam.
Setelah dicampur jadi satu, kodok goreng tepung ini digoreng garing kemudian disajikan dengan susu yang ditambah irisan daging bawang. Rasa kataknya paduan gurih, renyah dan creamy dari susu dan butter.
Menu ini menjadi hidangan wajib ketika singgah di Brescia, Italia.
2. Ancas de Rana Al Ajillo
Tidak hanya Italia, Spanyol juga memiliki hidangan dari katak yang tak kalah nikmat.
Spanyol punya hidangan tradisional yang tersohor dan dibuat menggunakan daging katak.
Hidangan ini cukup digemari di daerah Basque, teksturnya lebih enak karena kaya rempah.
Baca juga: DAFTAR 6 Makanan & Minuman yang Dilarang Dimakan Keluarga Kerajaan Inggris, Kerang hingga Hati Angsa
Perpaduan antara kaki kodok, minyak zaitun hingga tumisan bawang putih menjadi kunci utamanya.
Agar daging katak tak alot, katak ditumis dengan aneka bumbu dan rempah sampai warnanya berubah menjadi matang kecokelatan.
Bagian atasnya disajikan dengan potongan daun parsley, dan harus segera dimakan.
Karena ukuran daging katak bagian kaki cenderung kecil, orang-orang Spanyol langsung menyantapnya dengan tangan mereka.
Hidangan tersebut ramai dinikmati wisatawan yang berkunjung ke Basque, Spanyol
3. Swike Purwodadi
Walau tidak sepopuler daging ayam atau sapi, tapi katak masih menjadi hidangan yang favorit untuk sebagian orang.
Salah satunya di kota Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Ada berbagai macam olahan daging katak versi tradisional dan lokal yang sudah ada sejak dulu.
Misalnya sup katak Purwodadi yang dicampur dengan bumbu tauco kental, dan hanya menggunakan daging bagian paha. Kemudian ada kodok goreng mentega, yang mirip seperti olahan ayam goreng mentega.
Tak perlu jauh-jauh ke Piedmont di Italia, kalau mau cicip katak goreng tepung.
Di Purwodadi katak goreng tepung mudah ditemukan, bahkan mau cicip pepes telor katak juga tersedia di sana.
(TribunStyle.com/Dika Pradana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/peternakan-katak-milik-rit-lomkong.jpg)