Breaking News:

Berita Viral

Suami Lagi Melayat, Istri Akhiri Hidup di Hadapan Anaknya Usia 9 Tahun, Sempat Beri Pesan: Jaga Ayah

Seorang ibu di NTT nekat mengakhiri hidupnya saat sang suami sedang melayat. Ia akhiri hidup di hadapan sang anak yang berusia 9 tahun.

Adobe Stock
Ilustrasi - istri di NTT nekat akhiri hidup di hadapan anaknya yang masih usia 9 tahun 

TRIBUNSTYLE.COM - Pergi melayat ke kampung sebelah, suami di Nusa Tenggara Timur (NTT) malah pulang disambut duka.

Istrinya nekat akhiri hidup. Parahnya, keputusan itu dilakukan di hadapan sang anak yang masih berusia 9 tahun.

Sebelum nekat mengakhiri hidup, istri sempat memberi pesan kepada anaknya, seperti apa isi pesannya?

YI (32), seorang ibu rumah tangga di Kampung, Welu, Desa Wejang Mali, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, NTT gantung diri di hadapan anaknya yang masih berusia 9 tahun.

Kepala Pos Polisi Mano, Bripka Vinsensius Sahu menerangkan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (11/9/2022), sekitar pukul 10.00 Wita.

Kejadian bermula saat saksi yakni sang anak, A (9) dan ibunya sedang berada di dalam kamar.

"Korban langsung mengambil gantungan dan memasang di balok dalam kamar tersebut," terang Vinsensius dalam keterangan tertulis yang diterima, Kompas.com, Senin pagi.

Baca juga: Tak Rela Wanita Pujaan Dinikahi Orang Lain, Pria Ini Nekat Akhiri Hidup di Depan Rumah Pengantin

Sebelum bunuh diri, sang ibu sempat berpesan pada A untuk menjaga adik dan ayahnya.

Ia mengatakan, saat korban gantung diri, sang suami sedang melayat ke Kampung Welu, Desa Wejang Mali.

Sedangkan mengenai motif korban melakukan gantung diri, masih diselidiki.

Pada saat polisi tiba di lokasi, korban sudah diturunkan dari posisi dan dibaringkan di dalam kamar.

"Hasil visum et rapertum luar dari petugas kesehatan yang bertugas di Puskesmas Colol, Kecamatab Lamba Leda Timur, tidak ditemukan bekas luka ataupun kekerasan pada korban," ungkap dia.

Ia menambahkan, pihak keluarga menolak otopsi dengan alasan korban murni gantung diri.

Pihak keluarga menerima kematian korban dan menganggapnya sebagai musibah.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved