Breaking News:

Berita Viral

VIRAL Mahasiswa UIN KHAS Jember Joget Dangdut di Masjid, Panitia Tertibkan saat Sudah Tak Terkendali

Dengan iringan lagu dangdut, terlihat sekumpulan mahasiswa dan mahasiswi asyik menikmati dengan berjoget.

Tayang:
Editor: Amirul Muttaqin
Instagram/@underc0ver.id
Mahasiswa UIN KHAS Jember joget dangdut di masjid 

TRIBUNSTYLE.COM - Viral video mahasiswa UIN KHAS Jember berjoget di dalam masjid.

Dengan iringan lagu dangdut, terlihat laki-laki dan perempuan asyik menikmati dengan berjoget.

Ternyata itu merupakan salah datu bagian dari kegiatan ospek.

Sepeti apa kisah lengkapnya?

Baca juga: Mahasiswa Tak Ada yang Masuk Kelasnya, Dosen Ikhlas Pulangkan Gaji 2 Tahun: Hati Nurani Tak Izinkan

Aksi sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Provinsi Jawa Timur bergoyang di masjid membuat heboh warganet. 

Pasalnya, mahasiswa universitas agamis itu bergoyang di dalam masjid.

Sambil melantunkan lirik dangdut koplo 'Ojo Dibandingke', sejumlah mahasiswa tak malu meliuk-liukkan tubuhnya di depan lawan jenis mereka.

Pihak UIN KHAS Jember, Jawa Timur, Jumat (26/08/2022) mengatakan, aksi viral mahasiswa itu terjadi dalam acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada Selasa, (23/08/2022).

Ketua Panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Saihan mengatakan bangunan yang digunakan dalam acara itu rencananya memang bakal difungsikan sebagai Masjid Sunan Kalijaga UIN KHAS Jember.

Saihan mengatakan, video yang beredar hanya memperlihatkan sedikit dari keseluruhan kegiatan PBAK.

Rangkaian kegiatan PBAK di UIN KHAS Jember Kegiatan PBAK di UIN KHAS JEMBER dilaksanakan sejak pukul 07.00 WIB.

Peserta PBAK, yang merupakan mahasiswa Prodi FEBI, diarahkan berkumpul untuk menerima materi dari para narasumber hingga pukul 12.00 WIB.

Setelah satu jam istirahat, pada pukul 13.00 WIB, kegiatan PBAK kembali dilanjutkan hingga pukul 15.00 WIB

"Kami mendapat laporan dari tim (panitia unsur mahasiswa), bahwa materi terakhir sudah selesai.

Pada saat bersamaan, panitia PBAK pusat turun dan menginstruksikan agar mahasiswa tidak bubar sebelum pukul 16.00 WIB,” jelas Saihan.

Peserta menampilkan yel-yel hingga unjuk keterampilan Tim panitia mengupayakan agar peserta PBAK tidak bubar dengan memberikan motivasi hingga memberi kesempatan peserta untuk menampilkan yel-yel dan unjuk keterampilan.

Saat peserta pertama unjuk keterampilan, kondisi acara ketika itu masih tertib dan terkendali.

Namun, ketika salah satu peserta tampil membawakan lagu 'Ojo Dibandingke', satu peserta lainnya tiba-tiba maju ke depan untuk berjoget yang kemudian diikuti beberapa peserta lainnya.

Tim panitia menertibkan acara Ketika kondisi acara dianggap sudah tidak terkendali, tim panitia pun menertibkan peserta agar kembali ke tempat.

"Persis setelah peristiwa itu kami lakukan penertiban tegas,” kata Saihan.

Menurut Saihan, video yang viral di media sosial hanya memperlihatkan kejadian ini sehingga seolah-olah panitia membiarkannya.

Meski demikian, Saihan menegaskan bahwa pernyataannya ini bukan bermaksud untuk membenarkan apa yang terjadi pada acara itu.

Saihan pun tidak membenarkan aksi berjoget yang dilakukan di tempat tersebut.

"Kami hanya menyampaikan apa yang sebenarnya agar timbul persepsi yang seimbang atau fair,” ungkapnya.

Baca juga: Mahasiswa Unhas Ngaku Non-biner saat Ditanya Gender, Orangtua Malu, Datangi Kampus Meminta Maaf

Kisah Lainnya - Mahasiswa KKN UGM Pulang ke Jogja Diiringi Tangis Massal Sekampung, Ini Alasan Warga Begitu Sayang

Inilah fakta di balik video viral perpisahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gajah Mada (UGM) dengan warga Desa Dian Pulau, Kecamatan Hoat Sorbay, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.

Isak tangis menyelimuti  Bandara Karel Sadsuitubun Langgur ketika para mahasiswa UGM berpamitan pulang setelah menyelesaikan program KKN.

Dalam video beredar di media sosial, ratusan warga desa yang mengantar ke bandara menangis bersama puluhan mahasiswa KKN UGM yang akan kembali ke Yogyakarta.

Warga desa dan mahasiswa KKN kembali larut dalam kesedihan karena harus berpisah.

Warga dan mahasiswa UGM itu tak tahan membendung kesedihan karena harus berpisah.

Berulang kali sejumlah mahasiswa terlihat berpelukan dengan warga sebagai tanda perpisahan.

Momen perpisahan yang sangat berkesan itu terjadi saat pesawat akan meninggalkan bandara.

Satu per satu mahasiswa lalu memasuki ruang tunggu bandara sembari melambaikan tangan dengan mata berlinang.

Sejumlah warga juga pun secara berat hati melepas kepergian mahasiswa yang sudah mereka anggap seperti saudara. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (16/8/2022).

Viral warga Maluku menangis ditinggal pulang mahasiswa KKN UGM.
Viral warga Maluku menangis ditinggal pulang mahasiswa KKN UGM. (TikTok @jors_m22)

Fakta di Balik Video Viral

Seorang tokoh pemuda Desa Dian Pulau, Abdul Azis Kerubun mengatakan, mahasiswa KKN UGM itu tiba di desa mereka pada 29 Juni 2022. 

Dari 30 mahasiswa UGM berbagai jurusan dan fakultas yang mengikuti KKN, 15 orang ditempatkan di Desa Dian Pulau. Sedangkan sisanya ditempatkan di Desa Dian.

“Mereka di sini itu 50 hari mulai tiba di sini itu pada 29 Juni,” kata Azis, Selasa (23/8/2022).  

Azis menjelaskan, saat pertama tiba di kampung itu, para mahasiswa KKN itu disambut dengan upacara adat.

Selama berada di lokasi KKN di kampung tersebut, para mahasiswa tidak tinggal bersama, tetapi disebar menginap di rumah-rumah warga.

“Mereka di sini tidak tinggal di posko tapi tinggal di rumah-rumah warga,” ujarnya.

Program Unggulan

Para mahasiswa UGM ini melakukan sejumlah program di masyarakat desa.

Beberapa program di antaranya yakni sosialisasi cara masuk kampus UGM kepada para siswa di dua desa tersebut.

Kemudian, program pemberdayaan seperti mengajari ibu-ibu mengolah tempe dari kacang tanah dan mengolah ikan teri menjadi keripik. Hasil olahan itu kemudian dipraktikkan warga desa dalam acara pameran budaya dan kuliner yang digelar mahassiwa KKN.

Sejumlah program lain dilakukan para mahasiswa KKN seperti di bidang perikanan, peternakan, perkebunan, dan kesehatan.

“Jadi programnya menyentuh dan sangat bermanfaat sekali,” katanya.

Para mahasiswa KKN sebelum diterjunkan di lapangan, mempresentasikan program mereka di hadapan Bupati Maluku Tenggara Thaher Hanubun.

Saat itu, bupati dan pejabat Pemkab Maluku Tenggara kagum dengan para mahasiswa karena program yang dipaparkan sangat jelas.

"Mereka sangat pintar-pintar. Sampai-sampai pejabat mengira yang presentasi itu para dosen karena sangat terstruktur sekali,” katanya.  

Tidak hanya melaksanakan program yang sudah dijadwalkan, para mahasiswa KKN UGM ini terlibat aktif membantu warga dalam berbagai kegiatan, seperti saat pemugaran masjid di desa tersebut.

“Kebetulan ada perbaikan masjid di desa kami dan para mahasiswa KKN ini juga ikut membantu,” katanya.

Selama hampir dua bulan berada di lokasi KKN, puluhan mahasiswa UGM ini tidak pernah berbuat masalah di dua desa tersebut.

Para mahasiswa berbaur dengan masyarakat dan menghargai serta menjunjung tinggi adat istiadat yang berlaku di dua desa.

Azis menyebut saat acara perkenalan misalnya, para mahasiswa langsung menyebut nama mereka dengan menggunakan marga dari orangtua asuh mereka di lokasi KKN.

“Itu yang bikin masyarakat sayang dengan mereka, jadi mereka perkenalkan diri langsung menggunakan marga di sini,” katanya.

Ketika berada di lokasi KKN, sejumlah mahasiswa bahkan belajar bahasa Key yang merupakan bahasa ibu di Maluku Tenggara.

Bahasa Key yang dipelajari itu kemudian digunakan saat berbincang dengan masyarakat.

“Ada beberapa mahasiswa yang sampai paham bahasa Key dan ada yang sudah bisa berbicara tapi tidak terlalu aktif,” katanya.

Para mahasiswa KKN UGM juga sangat memahami karakteristik masyarakat desa, dan selalu mampu beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat.

Azis mengatakan, sopan santun yang ditunjukkan para mahasiswa selama berada di lokasi KKN membuat warga sangat menyayangi mereka.

“Mereka tidak sombong dan bisa beradaptasi dan berbaur dengan masyarakat, yang sangat kita kagumi itu mereka sangat sopan sekali,” ujarnya.

Perpisahan

Setelah sekitar dua bulan melakukan praktik KKN di dua desa tersebut, puluhan mahasiswa KKN UGM ini akhirnya kembali pulang.

Azis mengatakan, sebagian besar warga baik orangtua, remaja, dan anak-anak, ikut mengantar hingga ke Bandara Karel Sadsuitubun. 

Hal itu dilakukan karena warga telah mengganggap para mahasiswa UGM itu sebagai anak dan saudara sendiri.

Azis yang juga ikut mengantar mahasiswa KKN ke bandara ini mengamini suasana sedih yang menyelimuti suasana perpisahan itu. Para mahasiswa itu, kata dia, tak meninggalkan kesan buruk selama di desa. 

“Mereka sangat berhasil dan mereka telah meninggalkan kesan yang sangat baik di mata masyarakat dan mungkin karena itu semua orang sedih dan menangis,” katanya.

Azis mengungkapkan, sebelum mengantar para mahasiswa ke bandara, pemerintah desa dan warga juga membuat acara perpisahan pada malam harinya.

Warga dan para mahasiswa juga larut dalam kesedihan karena segera berpisah. Para mahasiswa KKN juga diajak mengunjungi sejumlah lokasi wisata dan beberapa pulau di Maluku Tenggara, termasuk Pantai Wisata Bair.

“Ada juga acara perpisahan di desa dan mahasiswa KKN juga diajak ke pulau-pulau termasuk ke pantai wisata Bair,”  ujarnya.

Saat akan pulang meninggalkan dua desa itu, para mahasiswa juga diberikan berbagai macam oleh-oleh khas Maluku Tenggara. Bahkan mahasiswa yang KKN di Desa Dian ikut diberikan baju adat dan syal khas Maluku Tenggara.

Azis menambahkan, selama berada di desa tersebut para mahasiswa KKN telah banyak memberikan ilmu yang didapat di perguruan tinggi kepada masyarakat.

Ia pun berharap ke depan mahasiswa UGM akan kembali ke desa tersebut.

“Kalau dari UGM ini baru pertama kali, kita berharap semoga ke depan ada lagi mahasiswa dari UGM datang ke sini,” katanya.

Mahasiswa KKN Universitas Gajah Mada (UGM) berfoto di pantai wisata Bair, Maluku Tenggara
Mahasiswa KKN Universitas Gajah Mada (UGM) berfoto di pantai wisata Bair, Maluku Tenggara (Abdul Azis)

Apresiasi

Terkait dengan keberhasilan pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa KKN UGM di Desa Dian Pulau, Ketua Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Maluku Zaharudin Daud Latuconsina mengaku sangat bangga.

Zaharudin mengaku sangat terharu setelah melihat video ratusan warga melepas kepulangan mahasiswa UGM ke Yogyakarta.

“Selaku alumni UGM dan Ketua Kagama Maluku saya sangat bangga sekaligus terharu dengan keberhasilan yang dicapai adik-adik saya di Maluku,” kata Zaharudin.

Ia mengaku tangis haru warga menandakan para mahasiswa UGM membaur saat berada di lokasi KKN. Para mahasiswa, kata dia, mampu membuat perubahan berarti di masyarakat.

“Kalau kesannya tidak baik dan tidak berhasil, pasti perpisahannya tidak akan seperti itu,” ujarnya.

Ia pun berharap para mahasiswa KKN yang telah kembali dapat menceritakan keindahan dan keramahan masyarakat Maluku, khususnya di lokasi KKN, kepada keluarga dan teman-teman mereka di kampus.

“Ceritakan kepada semua orang tentang keindahan alam dan keramahan masyarakat Maluku dan kepada adik-adik semua semoga sukses menyertai,” harapnya.

Diolah dari artikel di TribunSolo.com yang berjudul Viral Momen Sedih Warga Desa di Maluku Berpisah dengan Mahasiswa KKN UGM, Ini Kisah di Baliknya

Baca artikel lainnya terkait berita viral

Tags:
berita viralUIN KHAS JemberOjo Dibandingkemahasiswa
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved